“PIKI bukan organisasi politik praktis. PIKI adalah rumah berpikir dan rumah kerja bagi kaum intelektual Kristen. Tapi kerja PIKI harus membumi” Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si (Ketua Umum DPD PIKI Papua Barat Daya)
Sorong, Detikpapua.Net – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Provinsi Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, lembaga keagamaan, dewan adat, perguruan tinggi, dan seluruh komponen masyarakat dalam membangun Papua Barat Daya.

Pernyataan ini disampaikan Ketua DPD PIKI Papua Barat Days Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si usai memimpin Rapat Pleno di Sorong, Rabu (3/6/2026). Pleno tersebut merespons arahan Ketua Umum DPP PIKI, Maruarar Sirait, pada Pelantikan Pengurus DPP PIKI 2026-2031 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam penyampaiannya, Ketum DPD PIKI Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek menyampaikan 4 poin komitmen PIKI yakni:
- HARMONIS: Merawat Keberagaman
“PIKI Papua Barat Daya akan berdiri di depan sebagai perekat. Kami akan aktif di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), merangkul 5 Sinode Gereja, Keuskupan, MUI, PHDI, Walubi, dan penghayat kepercayaan. Moto kami jelas: Cerdik seperti Ular, Tulus seperti Merpati. Cerdik merajut dialog, tulus melayani semua tanpa sekat,” tegas Dr. Sellvyana. - AMAN: Menjaga Stabilitas Tanah Papua
PIKI PBD mendukung penuh TNI/Polri dan Pemda dalam menjaga kondusifitas. Kamtibmas adalah syarat investasi dan pelayanan. PIKI akan membantu literasi digital lawan hoaks, dan jadi cooling system saat ada gesekan sosial. Papua damai, PBD maju. - MANDIRI: Mendorong Ekonomi OAP
PIKI PBD siap mengawal program “Koperasi Mandiri OAP” dan “Kita Sehat” bersama Kemenkes-DFAT Australia. PIKI sudah menyiapkan Konsorsium 5 PT Kristen untuk dampingi 46 koperasi Mandiri OAP. Targetnya berbagai kebijakan pembangunan daerah. - SEJAHTERA: Memastikan Otsus Tepat Sasaran
DPD PIKI PBD akan menjadi watchdog sekaligus _mitra kerja Otsus.
“Kami akan bentuk Tim Advokasi Kebijakan Otsus PBD. Tugasnya: pastikan beasiswa OAP tepat sasaran, RSUD punya dokter, dan jalan ke Maybrat-Tambrauw tembus. PIKI kerja dengan data, bukan dengan asumsi,” jelas Dr. Sellvyana.

Dalam rangka merealisasikan sejumlah agenda organisasi termasuk 4 poin komitmen tersebut PIKI Papua Barat Daya menyampaikan ajakan kolaborasi terbuka dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Siap membantu menyusun policy brief dan naskah akademik Perda Koperasi OAP). Kemudian MRP dan DPRP (Siap duduk bersama kawal aspirasi OAP), TNI/Polri (Siap sinergi program bela negara dan wawasan kebangsaan di kampus), BUMN/BUMS (Siap fasilitasi link dan match CSR dengan koperasi OAP dan gereja), serta Tokoh Adat dan Agama (Siap jadi jembatan Satu Tungku Tiga Batu).

Dr. Sellvyana mengungkapkan, dalam waktu dekat, DPD PIKI PBD akan melaksanakan audiensi dengan Gubernur, Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda PBD, MRP, DPRP, dan 5 pimpinan Sinode Gereja untuk menyerahkan Peta Jalan (Road map) PIKI untuk PBD 2026-2029.
“PIKI bukan organisasi politik praktis. PIKI adalah rumah berpikir dan rumah kerja bagi kaum intelektual Kristen. Tapi kerja PIKI harus membumi. Ukurannya bukan seminar, tapi berapa koperasi OAP hidup, berapa anak OAP jadi dokter, berapa kampung sudah terang dan lain sebagainya,” tutup Dr. Sellvyana Sangkek.













