Example floating
IMG-20260621-WA0028
BeritaHomeLingkunganPapua PegununganPendidikanSosial & Budaya

Piter Togodly Resmi Pimpin IKWAL, Usung Moto “Bekerja dari Suku untuk Suku dalam Iman dan Doa”

1
×

Piter Togodly Resmi Pimpin IKWAL, Usung Moto “Bekerja dari Suku untuk Suku dalam Iman dan Doa”

Sebarkan artikel ini

WAMENA, DetikPapuaNet– Ketua terpilih Ikatan Keluarga Walak (IKWAL), Piter Togodly, S.Ip, menegaskan komitmennya untuk memimpin organisasi sebagai wadah pemersatu masyarakat Walak yang berlandaskan iman, budaya, dan semangat pengabdian. Komitmen tersebut disampaikan usai pelantikan pengurus IKWAL yang berlangsung di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Jumat (17/7/2026).

Ketua terpilih Ikatan Keluarga Walak (IKWAL), Piter Togodly, S.Ip, (kiri) wakil Ketua Elkius Uaga, S.Sos, (tengah kiri) Sekretaris Arianto A. Kenelak, S.T, (tengah kanan) dan Bendahara Ima Wandikbo, S.ST.Par., M.Tr.Par (kanan) saat mengikuti prosesi pelantikan. Jumat, (15/7/2026). Foto/Istimewa.

Pelantikan pengurus IKWAL menjadi momentum penting bagi masyarakat Walak untuk memperkuat persatuan sekaligus memperkokoh peran organisasi dalam menjaga manusia, hutan, tanah adat, dan kehidupan sosial masyarakat Walak.

Piter Togodly menjelaskan bahwa tujuan pembentukan IKWAL adalah untuk menjaga manusia Walak, menjaga hutan dan tanah adat sebagai warisan leluhur, serta menjaga kehidupan sosial masyarakat Walak agar tetap harmonis, bersatu, dan berkelanjutan.

Ketua terlantik Ikatan Keluarga Walak (IKWAL), Piter Togodly, S.Ip, saat menyampaikan sambutan perdanya usai Pelantikan. Jumat (15/7/2026). Foto/Istimewa.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan moto kepemimpinannya, yakni “Bekerja dari Suku untuk Suku dalam Iman dan Doa.”

“Bekerja dari Suku untuk Suku dalam Iman dan Doa,” tegas Piter Togodly.

Ia mengatakan moto tersebut akan menjadi landasan dalam menjalankan seluruh program organisasi selama masa kepengurusannya.

Piter Togodly juga memaparkan empat misi kepengurusan IKWAL, yakni menjaga manusia Walak, hutan Walak, dan tanah adat Walak; mengembangkan potensi masyarakat Walak di bidang pendidikan, ekonomi, sosial politik, hukum, dan hak asasi manusia; menumbuhkan keyakinan bahwa Walak memiliki potensi besar; serta menjadikan seluruh kegiatan organisasi berlandaskan pembinaan rohani, iman, doa, dan penguatan mental spiritual.

“Orang lain mungkin mengatakan Walak itu kecil. Tetapi saya mengatakan Walak itu besar. Satu orang Walak bisa diimbangi dengan sepuluh orang dari suku lain apabila kita memiliki persatuan, kualitas, dan semangat untuk membangun,” ujar Piter Togodly.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh program IKWAL akan selalu diiringi dengan kegiatan-kegiatan rohani sebagai fondasi organisasi.

“Seluruh kegiatan akan kami imbangi dengan kegiatan rohani. Semua program akan bersandar pada pembinaan iman, doa, mental, dan spiritual,” katanya.

Ketua terlantik Ikatan Keluarga Walak (IKWAL), Piter Togodly, S.Ip, disampingi Istrinya. Foto/Istimewa.

Melalui kepengurusan yang baru, Piter Togodly mengajak seluruh masyarakat Walak untuk bersatu, saling mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam membangun organisasi demi kemajuan masyarakat Walak serta menjaga nilai-nilai adat, budaya, hutan, tanah adat, dan kehidupan sosial secara berkelanjutan.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *