Raja Ampat, DetikPapua.Net – Panitia Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak (FK PKB) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terus mengintensifkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan nasional yang akan digelar di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, pada 8–12 September 2026. Dengan estimasi kehadiran 350 hingga 750 delegasi dari berbagai sinode di Indonesia, seluruh unsur kepanitiaan diminta bergerak cepat memastikan setiap aspek penyelenggaraan berjalan optimal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi panitia yang berlangsung di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (17/7/2026). Rapat dipimpin Ketua Umum Panitia Orideko I Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev, didampingi Wakil Ketua I Nikodemus Mayor, Wakil Ketua II Oscar Sauyai, Sekretaris Panitia Alfred Suruan, S.STP, serta diikuti para koordinator seksi dan anggota panitia.
Dalam laporannya, Sekretaris Panitia Alfred Suruan, S.STP, menyampaikan bahwa berbagai tahapan persiapan telah berjalan sejak awal tahun. Menurutnya, koordinasi antara panitia pelaksana dan panitia transit di Kota Sorong telah dilaksanakan sejak Februari 2026, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah rapat bersama Dewan FK PKB PGI guna memastikan seluruh aspek teknis maupun administrasi penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.
“Kami telah melaksanakan rapat perdana bersama panitia pelaksana dan panitia transit di Kota Sorong pada Februari 2026. Setelah itu, rapat koordinasi bersama Dewan FK PKB PGI juga telah beberapa kali dilaksanakan, termasuk pembahasan teknis administrasi yang terus kami matangkan,” ujar Alfred.
Ia menjelaskan, waktu menuju pelaksanaan KONAS kini semakin singkat sehingga seluruh seksi diminta meningkatkan kesiapan sesuai bidang tugas masing-masing.
“Pelaksanaan KONAS dijadwalkan berlangsung pada 8 sampai 12 September 2026 di Waisai, Raja Ampat. Kalau dihitung dari sekarang, waktu yang kita miliki tinggal sekitar satu bulan lebih. Karena itu, seluruh seksi harus mulai bekerja lebih intensif,” katanya.
Menurut Alfred, berdasarkan data sementara, jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan berkisar 350 hingga 500 orang, bahkan berpotensi mencapai 750 peserta apabila seluruh utusan sinode dan klasis hadir sesuai kuota yang telah ditetapkan.
“Hingga saat ini sekitar 70 sinode telah memberikan konfirmasi. Masing-masing sinode diwakili lima orang. Di luar itu masih ada utusan dari klasis-klasis di Papua serta unsur lainnya. Estimasi ini penting menjadi perhatian kita agar seluruh kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi hingga perlengkapan dapat dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.
Selain kesiapan peserta, Alfred juga melaporkan adanya dukungan logistik dari sejumlah pihak. Wakil Ketua III telah membantu 350 unit tumbler, sementara Wakil Ketua II menyiapkan tambahan 200 unit tumbler yang akan diserahkan kepada panitia. Di sisi lain, koordinasi dengan panitia transit di Kota Sorong terus dilakukan agar pelayanan kedatangan peserta dari luar Papua Barat Daya dapat berlangsung lancar.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Orideko I Burdam menegaskan bahwa seluruh panitia harus segera bergerak karena waktu persiapan yang tersisa semakin terbatas. Menurutnya, setelah resmi dilantik, setiap anggota panitia memiliki tanggung jawab untuk memastikan KONAS XIX FK PKB PGI berlangsung sukses dan memberikan kesan terbaik bagi seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Hari ini kita sudah dilantik sebagai panitia penyelenggara. Artinya, mulai hari ini kita harus bekerja bersama mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan karena waktunya sudah sangat dekat,” tegas Orideko.
Bupati Raja Ampat itu meminta setiap seksi segera menyelesaikan tugas masing-masing tanpa menunggu mendekati hari pelaksanaan. Seluruh kebutuhan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, perlengkapan hingga kesiapan lokasi kegiatan harus dipastikan sejak sekarang.
“Kita harus mulai menginventarisasi semua kebutuhan dari sekarang. Jangan sampai mendekati pelaksanaan baru mencari tempat, baru mencari perlengkapan atau baru mengurus akomodasi. Semua harus dipastikan lebih awal sehingga tidak ada kendala saat peserta mulai berdatangan,” ujarnya.
Orideko juga menginginkan seremoni pembukaan dikemas secara meriah sebagai wajah penyambutan Raja Ampat kepada para tamu dari seluruh Indonesia. Untuk itu, ia meminta keterlibatan seluruh unsur gereja, empat klasis di Raja Ampat, organisasi kepemudaan gereja, hingga relawan agar bersama-sama mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
“Kita ingin pembukaannya berlangsung meriah dan menjadi kebanggaan Raja Ampat. Karena itu kita harus melibatkan seluruh potensi yang ada, baik dari klasis, organisasi gereja maupun para relawan agar kegiatan ini benar-benar memberikan kesan terbaik,” katanya.
Selain itu, Orideko menekankan pentingnya kreativitas panitia, khususnya Seksi Usaha Dana, dalam membangun komunikasi dengan dunia usaha, mitra strategis, maupun berbagai pihak yang berpotensi memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan KONAS.
“Waktu kita sangat singkat. Karena itu Seksi Usaha Dana harus segera bergerak mencari dukungan dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kita harus bekerja cepat agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi tepat waktu,” pungkasnya.
Menutup rapat, Ketua Umum Panitia mengajak seluruh anggota menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat koordinasi lintas seksi. Menurutnya, keberhasilan KONAS XIX FK PKB PGI bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi juga menjadi kehormatan bagi masyarakat Raja Ampat sebagai tuan rumah kegiatan gerejawi berskala nasional.
Melalui sinergi seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak, Raja Ampat optimistis mampu menyambut ratusan delegasi dari seluruh Indonesia dengan pelayanan terbaik. Lebih dari itu, KONAS XIX FK PKB PGI diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan Raja Ampat, tidak hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kapasitas dan pengalaman menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional.













