KABUPATEN SORONG, DetikPapuaNet— Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong (YPPK KMS) melaksanakan Serah Terima Jabatan Kepala SD YPPK Santo Paulus Klamalu dari Thomas Assem, S.Pd. kepada Antonia Lolonlun, S.Psi (Sr. Priska Lolonlun TMM), seorang biarawati dari Kongregasi TMM yang dipercaya melanjutkan kepemimpinan sekolah. Serah terima jabatan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan pelayanan pendidikan Katolik bagi generasi muda di wilayah Klamalu. Kegiatan berlangsung di SD YPPK Santo Paulus Klamalu, Kabupaten Sorong, Rabu (22/7/2026).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Eksekutif YPPK KMS Drs. Simon Isak Mendopma, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, para kepala sekolah di lingkungan YPPK Se Sorong Raya, Ketua Komite Sekolah Petrus M. Aitrem, S.AN,M.AP, pastor paroki Santo Paulus Klamalu RD. Medardus Puji Harsono, para guru, tokoh masyarakat, orang tua murid, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian serah terima jabatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dan pengangkatan kepala sekolah oleh Staf YPPK KMS, Frengky Syufi, S.Pd. Pembacaan SK tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Thomas Assem sebagai Kepala SD YPPK Santo Paulus Klamalu sekaligus mengangkat Sr. Priska, TMM sebagai kepala sekolah yang baru untuk melanjutkan kepemimpinan dan pelayanan pendidikan di sekolah tersebut.
Dalam sambutannya, Thomas Assem, S.Pd. mengenang perjalanan pengabdiannya selama 24 tahun memimpin SD YPPK Santo Paulus Klamalu. Ia menceritakan bahwa sekolah tersebut berawal dari sebuah kelas jauh dengan fasilitas yang sangat terbatas hingga berkembang menjadi sekolah yang mampu mencetak banyak lulusan yang berhasil di berbagai bidang.

Thomas mengisahkan bahwa pada masa-masa awal, proses belajar mengajar dilakukan di bangunan sederhana dengan kondisi jalan yang sulit serta keterbatasan sarana pendidikan. Bersama para guru, tokoh masyarakat, orang tua, dan dukungan YPPK KMS, mereka terus berjuang agar anak-anak di wilayah Klamalu memperoleh hak atas pendidikan yang layak.
“Perjuangan ini bukan perjuangan saya sendiri. Banyak tokoh masyarakat, para guru, orang tua, dan YPPK yang bersama-sama membangun sekolah ini dari sebuah gubuk hingga menjadi sekolah yang kita lihat sekarang. Saya bersyukur dapat mengabdi selama 24 tahun,” ujar Thomas.
Sementara itu, Sr. Priska, TMM, biarawati dari Kongregasi TMM yang resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan, mengaku sempat terkejut ketika menerima surat penugasan untuk bertugas di Kabupaten Sorong. Namun, ia meyakini bahwa penempatan tersebut merupakan bagian dari kehendak Tuhan yang harus diterima dengan penuh iman dan tanggung jawab.

“Saya percaya penempatan ini adalah kehendak Tuhan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Keuskupan Manokwari-Sorong, YPPK KMS, para guru, dan masyarakat yang telah menerima saya. Saya berharap kita dapat bekerja sama membangun sekolah ini agar semakin maju demi masa depan anak-anak,” kata Sr. Priska, TMM.
Ketua Komite Sekolah Petrus M. Aitrem, S.AN,M.AP, menyampaikan penghargaan kepada Thomas Assem atas dedikasi dan pengabdiannya selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, keberadaan SD YPPK Santo Paulus Klamalu telah menjadi penyelamat bagi banyak anak di wilayah tersebut hingga mampu melahirkan pastor, suster, dokter, guru, anggota TNI-Polri, dan berbagai profesi lainnya.

“Pak Thomas dan para guru adalah bagian dari sejarah berdirinya sekolah ini. Dari sekolah sederhana inilah lahir banyak anak yang berhasil. Atas nama orang tua murid, kami mengucapkan terima kasih dan siap mendukung kepemimpinan Suster Priska demi kemajuan sekolah,” ungkap Petrus.
Sekretaris Eksekutif YPPK KMS Drs. Simon Isak Mendopma mengatakan bahwa perjalanan SD YPPK Santo Paulus Klamalu merupakan bagian dari perjuangan panjang YPPK KMS dalam menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat Papua. Ia mengapresiasi dedikasi Thomas Assem selama 24 tahun dan menegaskan bahwa sesuai kebijakan yayasan, Thomas masih akan mendampingi proses transisi selama lima bulan hingga Desember 2026 dengan tetap mengajar siswa kelas I dan II serta membantu Sr. Priska, TMM dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Thomas atas pengabdian selama 24 tahun. Hari ini jabatan resmi diserahkan kepada Suster Priska, TMM. Kami berharap beliau bersama para guru dapat melanjutkan perjuangan ini, membangun kerja sama dengan masyarakat, serta terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Papua,” tutur Simon.

Serah terima jabatan ini menjadi awal dari estafet kepemimpinan baru di SD YPPK Santo Paulus Klamalu. Dengan semangat kolaborasi antara YPPK KMS, gereja, guru, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat, kepemimpinan Sr. Priska, TMM diharapkan mampu membawa sekolah semakin maju serta terus melahirkan generasi Papua yang beriman, cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerah maupun bangsa.













