Sorong, Detikpapua.Net – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) melaksanakan apel gabungan pasca liburan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada Jumat (27/03/2026).
Apel gabungan yang dilanjutkan dengan penyampaian arahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang juga merupakan Plt. Kepala Disperindag, Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si.

Dalam arahannya, Dr. Sellvyana menegaskan bahwa apel pagi tersebut memiliki makna yang sangat penting yang bukan sekadar rutinitas kedinasan, tetapi menjadi sebuah bentuk soliatas kebersamaan setelah menikmati liburan panjang yang telah dilaksanakan secara resmi, tertib dan bermartabat.
Sebagai pimpinan yang baru, Dr. Sellvyana menekankan bahwa serah terima jabatan adalah proses organisasi, sebuah estafet pengabdian, dan wujud tanggung jawab sebagai aparatur negara untuk memastikan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik terus berjalan tanpa terputus.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa perubahan kepemimpinan sering kali membawadinamika emosional. Namun sebagai ASN yang profesional, kita dituntut untuk dewasa dalam bersikap, bijak dalam bertindak dan tenang dalam bekerja. Mari kita bangun suasana kerja yang Kondusif, damai, saling menghormati dan penuh rasa kekeluargaan. Karena hanya dalam suasana kerja yang tenang dan harmonis, ide-ide baik dapat lahir, program dapat berjalan, dan kinerja dapat meningkat,” ujar Dr. Sellvyana.

Ia kembali menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UKM serta Disperindag harus menjadi contoh dalam disiplin, etika kerja, kebersamaan,dan contoh dalam profesionalisme. Bekerja bukan karena siapa pimpinannya, tetapi karena amanah negara dan harapan masyarakat Papua Barat Daya yang dititipkan kepada seluruh ASN yang ada.
Pada kesempatan itu, ia turut menekankan satu hal yang sangat mendasar, namun sering kali dilupakan, yaitu kedamaian dan kenyamanan dalam bekerja. Ia mengajak semua ASN untuk bekerja dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, fokus dan niat yang lurus.

“Mari kita jaga kata-kata kita, sikap kita, dan cara kita berinteraksi satu sama lain. Karena suasana kantor yang damai bukan tercipta dengan sendirinya, melainkan dibangun oleh sikap setiap individu yang ada didalamnya. Sebagai ASN, kita adalah wajah pemerintah di hadapan masyarakat. Cara kita berbicara, cara kita melayani bahkan cara kita menyelesaikan masalah internal, akan menjadi cerminan dari kualitas birokrasi Papua Barat Daya,” tekan Dr. Sellvyana.

Dalam konteks profesionalisme, ia kembali mengingatkan bahwa ASN bekerja berdasarkan sistem, bukan berdasarkan perasaan. ASN bekerja berdasarkan aturan perundang-undangan, tugas pokok dan fungsi serta target kinerja yang jelas dan terukur.
Dengan kata lain, tidak boleh ada pekerjaan yang dilaksanakan karena kedekatan pribadi, dan tidak boleh pula ada pekerjaan yang terhambat karena perbedaan pandangan. Semua harus berjalan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab.
“Profesionalisme secara sederhana berarti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas tepat sasaran, bertanggung jawab atas amanah yang diberikan serta berani mengakui kekurangan dan memperbaikinya. Disiplin bukanlah sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi karakter ASN. Apel, kehadiran, laporan kerja, dan kepatuhan terhadap pimpinan adalah bagian dari komitmen kita sebagai pelayan publik,” ungkapnya.
Namun lebih dari itu, lanjut Dr. Sellvyana disiplin juga berarti konsistensi. Konsisten dalam bekerja baik meskipun tidak diawasi. Konsisten dalam menjaga integritas meskipun ada godaan. Konsisten dalam melayani masyarakat dengan sikap yang ramah dan tulus.

Pada akhirnya, lanjut dia, semua yang dibicarakan itu bermuara pada satu tujuan besar, yaitu membangun Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera. Pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar dan anggaran yang besar. Pembangunan sering kali dimulai dari hal-hal kecil dari kejujuran dalam bekerja, dari kesungguhan melayani, dari kebersamaan dalam menyelesaikan tugas dan dari niat tulus untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Setiap kita memiliki peran. Karena dalam birokrasi pemerintahan, keberhasilan daerah adalah akumulasi dari kerja-kerja kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh tanggung jawab. Saya ingin mengajak kita semua untuk bekerja dengan hati. Bekerja sebagai bentuk pengabdian. Kita mungkin tidak selalu mendapat pujian, tidak selalu mendapat pengakuan, tetapi setiap kerja baik yang kita lakukan akan meninggalkan jejak bagi kemajuan Papua Barat Daya,” tutup Dr. Sellvyana Sangkek.
















