Example floating
HUT-NKRI-81-2026
BeritaEkonomi & BisnisHomePapua PegununganPemerintahanSosial & Budaya

Liberius Mabel: Sarjana Jangan Malu ke Kebun, Pertanian Bisa Hidupi Generasi ke Generasi

0
×

Liberius Mabel: Sarjana Jangan Malu ke Kebun, Pertanian Bisa Hidupi Generasi ke Generasi

Sebarkan artikel ini

“Sarjana jangan malu untuk masuk di kebun. Kebun ini kantor kita. Orang tua kita bukan sarjana, orang tua kita adalah petani. Jadi, jangan malu menjadi petani,” Liberius Mabel, S.Sos.

WAMENA, DetikPapua.Net— Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Jayawijaya, Liberius Mabel, S.Sos., mendorong masyarakat, khususnya generasi muda dan para sarjana, untuk tidak malu kembali mengelola lahan pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga.

1-20260801-232714-0000

Hal itu disampaikan Liberius Mabel saat melakukan kunjungan ke Kampung Yomote, Distrik Popugoba, Kabupaten Jayawijaya, pada Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung aktivitas Kelompok Usaha Bersama (KUB) Walhuok yang sedang membersihkan lahan untuk persiapan penanaman komoditas pertanian.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Jayawijaya, Liberius Mabel, S.Sos., saat berdiskusi bersama masyarakat kampung Yomote, Distrik Popugoba Kabupaten Jayawijaya. Jumat, (21/8/2026). Foto/Istimewa.

Liberius mengatakan, KUB Walhuok memiliki rencana mengembangkan tanaman kopi dan labu siam. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu terus didorong agar dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan dan menghidupi ekonomi keluarga anggota kelompok.

“Kami berharap pengembangan usaha ini terus berjalan sehingga bisa menghidupi ekonomi keluarga. Kami juga memohon dukungan dari pemerintah, terutama pemerintah kampung, distrik, dan dinas terkait, sehingga ada kolaborasi yang dapat memberikan semangat kepada kelompok-kelompok usaha ini,” ujar Liberius.

Ia menilai dukungan pemerintah sangat penting, terutama dalam membantu kelompok usaha memperoleh pendampingan serta kebutuhan teknis agar kegiatan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Liberius juga menyampaikan pesan khusus kepada para sarjana dan generasi muda di Jayawijaya agar tidak menjadikan pekerjaan sebagai petani sebagai sesuatu yang memalukan.

Menurutnya, pertanian merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang telah diwariskan oleh para leluhur dan dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Sarjana jangan malu untuk masuk di kebun. Kebun ini kantor kita. Orang tua kita bukan sarjana, orang tua kita adalah petani. Jadi, jangan malu menjadi petani,” tegasnya.

Liberius menambahkan, lahan yang masih kosong harus dimanfaatkan secara produktif sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan generasi berikutnya.

“Mari kita sama-sama garap lahan yang kosong untuk menghidupi keluarga kita masing-masing. Kalau kita bisa mengelola lahan kita, maka kita tetap bisa menghidupi generasi ke generasi,” katanya.

Ia berharap keluarga dan masyarakat turut memberikan dukungan terhadap kelompok-kelompok usaha yang sedang mengembangkan sektor pertanian. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan kelompok usaha tidak berhenti pada tahap pembukaan lahan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, anggota KUB Walhuok menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dapat memberikan bantuan, khususnya dalam hal-hal teknis yang dibutuhkan kelompok untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian mereka.

Liberius menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok usaha masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga dan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia di wilayah Jayawijaya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan potensi pertanian lokal sebagai salah satu sumber penghidupan dan kemandirian ekonomi keluarga.

Merah-dan-Putih-Modern-Selamat-Hari-Kemerdekaan-Republik-Indonesia-Banner-H-20260801-230602-0000
Penulis: Andreas KossayEditor: Yohanes Kossay
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2-20260805-175449-0001