Jakarta, Detikpapua.Net – Rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) se-Indonesia resmi ditutup pada Rabu (7/10/2026). Acara penutupan dilakukan langsung oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPT RI, Jenderal TNI Sudaryanto, di Hotel Grand Mercure Harmony Jakarta.

Dalam sambutan penutupnya, Jenderal Sudaryanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh Ketua FKPT dari 39 provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang telah hadir dan berpartisipasi aktif selama dua hari kegiatan.
“Kehadiran Ibu dan Bapak sekalian adalah bukti nyata bahwa upaya pencegahan terorisme bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan tanggung jawab kita bersama — dari Sabang sampai Merauke, termasuk di tanah Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya,” ujar Jenderal Sudaryanto.

Beliau juga secara khusus menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang akan dijalankan FKPT di daerah masing-masing, termasuk Provinsi Papua Barat Daya yang diwakili oleh Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si. selaku Ketua FKPT Provinsi Papua Barat Daya. Suasana penutupan berjalan hangat dengan semangat kebersamaan yang kuat, mencerminkan tekad bulat seluruh peserta untuk menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal Sudaryanto menyampaikan sejumlah arahan penting bagi seluruh FKPT di daerah:
- Perkuat sinergi pusat-daerah — pastikan Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme Radikal (RAD PE) selaras dengan Rencana Aksi Nasional (RAN PE)
- Jadikan masyarakat sebagai mitra utama, bukan sekadar objek program
- Perkuat literasi digital dan kontra-narasi damai di ruang maya untuk menahan penyebaran paham radikal
- Jaga keberagaman dan toleransi sebagai benteng terkuat bangsa Indonesia
- Pastikan program menyentuh kelompok paling rentan hingga ke tingkat akar rumput.

Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta: pulang ke daerah masing-masing, bergerak bersama, dan menjaga kedamaian mulai dari lingkungan terdekat. Semangat yang dibawa pulang bukan sekadar instruksi, melainkan tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang aman, damai, dan terbebas dari ancaman terorisme.












