Example floating
Berita

Monev Triwulan III BNPT, Ketua FKPT PBD Dr. Sellvyana Sangkek: Pendekatan Budaya dan Kesejahteraan Kunci Cegah Radikalisme

3
×

Monev Triwulan III BNPT, Ketua FKPT PBD Dr. Sellvyana Sangkek: Pendekatan Budaya dan Kesejahteraan Kunci Cegah Radikalisme

Sebarkan artikel ini

Bogor, Detikpapua.Net – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta dalam rangka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan III Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si. selaku Ketua FKPT Provinsi Papua Barat Daya.

Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si. (tampak depan) bersama para Ketua FKPT se-Indonesia dalam pertemuan Monitoring dan Evaluasi Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Grand Mercure Jakarta Harmoni, 6 Oktober 2026. Foto/Yohanes Sole

Pertemuan digelar pada Selasa (06/10/2026) dan dilaksanakan menjelang agenda puncak berupa Monev serta audiensi langsung dengan Kepala BNPT RI yang diagendakan pada hari berikutnya.

Dalam sesi pertemuan, para Ketua FKPT berkoordinasi dengan Deputi Bidang Pencegahan Terorisme dan Penanganan Dini Terorisme serta Segala Bentuk Radikalisme BNPT RI guna membahas capaian program kerja, kendala di lapangan, serta strategi penguatan pencegahan paham radikal dan terorisme di masing-masing daerah.

Fokus pembahasan kali ini mencakup penguatan stabilitas wilayah melalui koordinasi lintas sektor, moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta edukasi masyarakat, khususnya di wilayah Maluku dan Papua, yang menjadi prioritas utama program BNPT periode Januari–Juli 2026.

Dr. Sellvyana Sangkek menyampaikan bahwa kehadiran FKPT di Papua Barat Daya terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan sosial dan stabilitas wilayah melalui pendekatan budaya, kearifan lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

“Pencegahan terorisme tidak cukup dengan pendekatan keamanan semata, tetapi harus dibarengi dengan pendekatan kesejahteraan, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Hasil pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keutuhan NKRI, sekaligus memperkokoh ketahanan masyarakat Papua Barat Daya dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Penulis: Yohanes SoleEditor: Yohanes Kossay
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *