Example floating
IMG-20260621-WA0028
BeritaHome

Soroti Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan Perekonomian, Ini Catatan Penting Kunker DPR PBD di Tambrauw

4
×

Soroti Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan Perekonomian, Ini Catatan Penting Kunker DPR PBD di Tambrauw

Sebarkan artikel ini

Tambrauw, Detikpapua.Net – DPR Papua Barat Daya telah melaksanakan agenda kunjungan kerja ke daerah pemilihan (Dapil) dan daerah pengangkatan (Dapeng) yang dilakukan pada 11-16 Juli 2026. Di wilayah Kabupaten Tambrauw, Kunker diwakili oleh legislator Yermias Yanuarius Sedik, ST.,M.Ling bersama Frengky Baru.

Dalam kunker tersebut, para wakil rakyat mengunjungi sejumlah fasilitas pelayanan publik, serta meninjau langsung fasilitas pelayanan publik seperti jalan, jembatan, air bersih hingga sarana pendukung pelayanan pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Rombongan Anggota DPR Papua Barat Daya saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Pratama Tambrauw di Fef. Foto/Yohanes Sole

Agenda kunker dimulai dari Sekolah Berpola Asrama Santa Maria Iwin, peninjauan kondisi jalan di seputaran ibukota Fef, kunjungan ke RS Pratama Fef hingga berdialog bersama pelaku usaha Mama-mama Papua di Fef. Adapun hasil kunker tersebut dirincikan sebagai berikut:

SMP Santa Maria Iwin Butuh Dukungan Listrik, Air Bersih, dan Gedung Baru

Titik pertama kunjungan diarahkan ke SMP Santa Maria Iwin, sekolah yang dibiayai pemerintah dan dikelola oleh para Suster dari Biara Susteran Santa Perawan Maria (SPM) Probolingo. Di lokasi, rombongan berkesempatan berdialog langsung dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan Tambrauw Karel Nauw, Kepala Sekolah, para suster, serta jajaran guru.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang sangat mendesak. Dua hal utama yang menjadi sorotan adalah ketersediaan pasokan listrik dan jaringan kelistrikan, serta akses air bersih. Padahal, hanya sekitar setengah kilometer dari lokasi sekolah dan asrama terdapat sumber air yang berpotensi dimanfaatkan, namun belum dapat diolah karena keterbatasan fasilitas.

Selain itu, pihak sekolah juga membutuhkan dukungan penambahan ruang kelas dan gedung lainnya, mengingat tahun depan sekolah berencana membuka jenjang pendidikan SMA. Terkait hal ini, disampaikan pula usulan agar dapat dilakukan kolaborasi pembangunan: jika pemerintah provinsi telah membangun Ruang Kelas Baru (RKB), diharapkan dapat saling melengkapi kebutuhan fasilitas lainnya.

RS Pratama: Pelayanan Tetap Berjalan namun Kekurangan Tenaga Medis

Selanjutnya rombongan meninjau Rumah Sakit Pratama di wilayah tersebut. Meskipun Direktur RS Pratama Marius Hae berhalangan hadir meski telah ditunggu lebih dari satu jam, rombongan tetap menerima penjelasan dari wakil direktur dan staf rumah sakit.

Dijelaskan bahwa pasca insiden gangguan keamaman di Tambrauw beberapa waktu lalu maupun sebelumnya, pelayanan medis tetap berjalan, namun saat ini hanya dapat menangani kasus yang benar-benar mendesak atau darurat. Pelayanan 24 jam pun belum dapat dijalankan secara maksimal karena kendala utama: kekurangan tenaga kesehatan.

Padahal pemerintah provinsi telah membantu pengadaan sejumlah peralatan medis, namun tidak sebanding dengan jumlah dokter dan perawat yang tersedia. Pihak rumah sakit memohon perhatian khusus terkait penempatan tenaga medis, serta pemberian kesempatan pendidikan dan pelatihan spesialis bagi tenaga kesehatan lokal yang berpotensi, sekaligus memperluas informasi peluang pendidikan agar lebih banyak yang berminat mendaftar.

Jalan Menuju Iwin Jadi Prioritas, Sering Terjadi Kecelakaan

Masalah infrastruktur jalan juga menjadi keluhan utama warga dan para orang tua siswa. Jalan penghubung mulai dari turunan masuk Fef hingga ke Iwin, serta ruas jalan dari Shibun dan Wayo menuju Iwin sangat membutuhkan perbaikan. Kondisi jalan yang rusak dan licin kerap menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan, baik pelajar maupun warga umum.

Pemerintah perlu memprioritaskan perbaikan ruas jalan provinsi tersebut jika terdapat alokasi anggaran pada tahun berjalan maupun tahun depan, mengingat jalur ini sangat vital untuk akses pendidikan dan pelayanan kesehatan warga.

Dorong Kolaborasi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Selain infrastruktur dan pelayanan dasar, kunjungan ini juga menemukan persoalan ekonomi masyarakat setempat. Warga menyampaikan kesulitan memasarkan hasil dagangannya karena minimnya daya beli pengunjung maupun warga lokal.

Oleh karena itu, diusulkan agar pemerintah provinsi dan kabupaten menjalin kolaborasi menyelenggarakan berbagai kegiatan atau acara yang mampu menarik kunjungan ke wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memicu perputaran ekonomi dan membantu masyarakat menjual hasil produksinya.

Terkait agenda Kunker dan tanggapan atas aspirasi yang disampaikan masyarakat di Tambrauw, Anggota DPR Papua Barat Daya Yermias Yanuarius Sedik, ST.,M.Ling menjelaskan, bahwa seluruh catatan hasil kunjungan kerja ini akan disusun secara lengkap. Dokumen perencanaan dan kebutuhan dari sekolah maupun fasilitas umum akan disampaikan dan didorong kepada dinas terkait melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kami juga akan berkoordinasi dengan OPD yang mengelola Dana Otsus agar lebih fokus lagi untuk memperhatikan kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan Pemenuhan kualitas Pendidikan yang Layak,” tegasnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *