Jakarta, Detikpapua.Net – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya Dr. Sellvyna Sangkek, SE.,M.Si memaparkan langkah strategis penguatan koperasi di daerahnya dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Nasional, Minggu (12/7/2026) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta. Mengusung tema besar “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Papua Barat Daya berkomitmen mengembalikan peran koperasi sebagai pilar utama dan soko guru perekonomian nasional.

Dalam pemaparannya, disebutkan saat ini terdapat total 1.376 unit koperasi di Papua Barat Daya. Rinciannya terdiri dari 1.013 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang tahap pembangunan fisik oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, serta 363 unit koperasi konvensional yang sedang fokus dilakukan revitalisasi. Di antara koperasi konvensional tersebut, tercatat 46 unit Koperasi Mandiri Orang Asli Papua (OAP) yang tersebar di 6 kabupaten/kota.
Papua Barat Daya menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Sektor perikanan misalnya menghasilkan 84.383 ton per tahun dengan nilai mencapai Rp3,4 triliun. Selain itu terdapat potensi kelapa sebesar 14.354 ton/tahun, sagu 2.464 ton/tahun, serta kakao dan pala dari Kabupaten Maybrat hingga Raja Ampat yang berpeluang tinggi untuk ekspor. Pengolahan produk menjadi barang bernilai tambah bahkan dapat melipatgandakan nilai hingga 4–10 kali lipat dari harga bahan mentah. Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi koperasi saat ini adalah keterbatasan akses modal usaha.
Program Strategis 2026–2029
Untuk menjawab tantangan sekaligus memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah provinsi menetapkan sejumlah program unggulan hingga tahun 2029:
- Merevitalisasi 241 koperasi prioritas, termasuk 46 Koperasi Mandiri OAP;
- Membangun infrastruktur logistik seperti cold storage, armada koperasi keliling, dan pusat layanan di tingkat kabupaten;
- Mencetak 1.500 manajer koperasi profesional OAP melalui Akademi Manajer Koperasi;
- Menyiapkan 1.000 kader OAP untuk mengelola KDKMP pasca transisi dari PT Agrinas;
- Melakukan digitalisasi koperasi lewat aplikasi Koperasi Digital dan Online Data System (ODS);
- Menyalurkan Kredit Usaha OAP (KU-OAP) senilai Rp100 miliar bagi 5.000 pelaku usaha OAP;
- Memperkuat payung hukum melalui Perdasus UMKM dan Pergub khusus Koperasi OAP.
Target besar yang ingin dicapai adalah peningkatan volume usaha koperasi, menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 32.256 orang, serta menurunkan angka kemiskinan dari 18,13% menjadi 15%. Investasi ini diproyeksikan membawa dampak pengganda ekonomi sebesar 4,5–5,5 kali lipat.
Sejalan Tema Harkopnas
Seluruh langkah tersebut selaras dengan tema Harkopnas ke-79. “Koperasi Berdaya” diwujudkan lewat perbaikan tata kelola, profesionalisasi SDM, digitalisasi, serta kemudahan akses pembiayaan. Sementara wujud nyata “Indonesia Berjaya” terlihat dari peran koperasi sebagai penampung hasil produksi petani dan nelayan OAP, pengolahan komoditas lokal, hingga terbangunnya kemandirian ekonomi desa berbasis kearifan lokal.
Dr. Sellvyna mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari Kementerian Koperasi RI, DEKOPIN, pemerintah daerah, hingga mitra kerja sama untuk bergotong royong mendukung penguatan koperasi OAP di Papua Barat Daya sebagai bagian penting pembangunan Indonesia Timur.
“Selamat Hari Koperasi Nasional ke-79. Mari kita wujudkan bersama: Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya!” tutupnya.













