Sorong, Detikpapua.Net – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua Barat Daya, benar-benar menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan atletnya untuk mengikuti ajang seleksi Timnas Futsal U-17 tingkat nasional yang akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan 26-29 Mei 2026. Selain rangkaian persiapan dan latihan fisik, 7 atlet yang dipersiapkan mewakili Papua Barat Daya juga dibekali pendampingan psikologi (Psikoedukasi).

Dalam agenda Psikoedukasi yang digelar di Hotel Waigo Kota Sorong, Minggu (24/05/2026) ini, AFP menghadirkan pemateri Dr. Tenia Kurniawati, S.Pd.,M.Pd yang telah berpengalaman memberikan pendampingan psikologi untuk berbagai keperluan. Kegiatan disaksikan langsung oleh Ketua AFP Papua Barat Daya Bartholomeus Asem, S.Pi.,MP bersama sejumlah jajaran pengurus.
Kegiatan ini bertujuan membekali para atlet dengan keterampilan manajemen emosi, ketahanan mental, dan strategi psikologis yang dibutuhkan untuk tampil maksimal baik dalam ajang seleksi maupun dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional yang akan dihadapi jika mereka lolos nantinya.
Plt. Ketua AFP Papua Barat Daya Bartholomeus Asem, S.Pi.,MP mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung seluruh persiapan para atlet baik secara administrasi, jasmani maupun rohani, termasuk kesiapan mental mereka dengan mengadakan sesi pelatihan psikoedukasi tersebut. Ia menyampaikan, pembekalan psikoedukasi ini juga tentunya menjadi bagian dari program pengembangan atlet jangka panjang AFP.

“Kemampuan fisik dan teknik saja tidak cukup. Kekuatan mental adalah kunci penentu keberhasilan mereka dalam berkompetisi. Kami ingin memastikan setiap atlet yang kami kirim memiliki bekal psikologis yang kokoh agar mampu menghadapi segala situasi dalam proses seleksi, maupun saat mereka turun dalam pertandingan nantinya,” ujar Bertho sapaan akrabnya.
Ia pun menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada oemateri yang telah rela meluangkan waktu demi memberikan pembekalan psikologi kepada para atlet. Harapannya, dengan mental yang kokoh para atlet ini bisa menunjukkan performa terbaik mereka, sehingga dalam ajang seleksi nanti bisa memetik hasil yang memuaskan. Ia pun mengingatkan para atlet agar menyimak setiap penjelasan dan mengingatnya dengan baik agar bisa membantu saat mengikuti seleksi nantinya.
Ia menambahkan, AFP berencana akan mengadakan program serius secara berkala, mengingat pentingnya dukungan psikologis dalam membentuk atlet berprestasi berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak atlet dari Papua Barat Daya yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki mental juara yang kuat di kancah olahraga.

“Kita harapkan atlet kita tidak hanya punya kemampuan fisik, tetapi mereka juga harus punya jiwa yang tangguh, mental yang siap ditempah dalam situasi apapun baik di dalam maupun di luar lapangan,” ucap Bertho.
Sementara, pemateri Dr. Tenia Kurniawati mengapresiasi langkah AFP yang secara serius memperhatikan aspek kesehatan mental atlet. Ia menjelaskan bahwa psikoedukasi bukan hanya sekadar penyampaian teori, tetapi juga melibatkan latihan praktis yang bisa diterapkan langsung oleh atlet dalam rutinitas latihan maupun saat mengikuti ajang seleksi.
Dalam agenda pembekalan psikoedukasi tersebut, Dr. Tenia mengaku hanya memberikan materi ringan namun sangat penting dan dibutuhkan para atlet. Seperti regulasi emosi, kesehatan mental dan cara mengelola emosi saat menghadapi tekanan dalam ajang seleksi nanti. Dengan memahami cara kerja pikiran sendiri akan membuat atlet lebih tenang, percaya diri, dan mampu mengambil keputusan yang tepat di momen krusial.

“Materi yang diberikan cukup ringan dan lebih banyak game edukasi, supaya lebih mengena ke anak-anak. Penting untuk mereka mengetahui cara mengubah rasa cemas menjadi energi positif. Kemudian bagaimana mengatasi rasa grogi atau tekanan sehingga mereka tetap bisa menunjukkan performa terbaik sesuai kualitas kemampuan mereka masing-masing,” ujar Dr. Tenia.
Dari hasil interaksi dengan para atlet, Dr. Tenia mengakui ada kepercayaan diri yang sangat luar biasa dari para atlet. Hal ini, sebut dia tentu menjadi modal yang sangat bagus untuk menghadapi ajang seleksi nanti. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar kepercayaan diri yang dimiliki harus bisa dikelola dengan baik agar tidak berlebihan dan menjadi masalah bagi para atlet.
“Tadi saya coba berinteraksi melalui tanya jawab dan saya lihat memang anak-anak cukup percaya diri. Ini sangat bagus untuk modal mereka mengikuti seleksi, tetapi tetap saya ingatkan percaya diri bagus tetapi harus dikelola dengan baik, jangan sampai over percaya diri, karena justru nanti bisa jadi kendala bagi mereka,” ungkapnya sembari memberikan dukungan agar para atlet bisa mendapatkan hasil maksimal saat seleksi nanti.













