Example floating
HomePapua BaratPapua Barat Daya

Bupati Maybrat Seruhkan Orang Tua Hentikan Pemberian HP Kepada Anak Usia Dini

164
×

Bupati Maybrat Seruhkan Orang Tua Hentikan Pemberian HP Kepada Anak Usia Dini

Sebarkan artikel ini

“Anak-anak kita masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Jangan rusak masa depan mereka dengan memberikan fasilitas yang tidak sesuai usia. HP android seharusnya bukan kebutuhan utama bagi anak usia dini, tetapi bimbingan dan perhatian dari orang tua,” Karel Murafer, SH. MA.

Sorong, Detikpapua.Net — Dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepemimpinan Fungsional yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maybrat di Rylich Panorama Hotel pada Kamis, (7/8/2025), Bupati Maybrat Karel Murafer, SH. MA., menyerukan imbauan kepada para orang tua untuk tidak memberikan HP android kepada anak-anak usia dini.

IMG-20260404-WA0034
Bupati Maybrat Karel Murafer, SH. MA., saat menyampaikan sambutan. Kamis, (7/8/2025). Foto/Yohanes Kossay.

Bupati menilai, penggunaan gawai di usia yang terlalu muda dapat mengganggu konsentrasi belajar, membentuk kebiasaan yang kurang baik, dan mempengaruhi perkembangan karakter anak.

“Anak-anak kita masih dalam tahap tumbuh dan berkembang. Jangan rusak masa depan mereka dengan memberikan fasilitas yang tidak sesuai usia. HP android seharusnya bukan kebutuhan utama bagi anak usia dini, tetapi bimbingan dan perhatian dari orang tua,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Hendrik Frasawi, menjelaskan bahwa kepala sekolah adalah top leader di satuan pendidikan dengan tiga tugas utama: kepemimpinan manajerial, edukatif supervisi, dan pengembangan kewirausahaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Hendrik Frasawi, saat memberikan keterangan kepada awak media usai pembukaan acara pembukaan Bimtek. Kamis,(7/8/2025). Foto/Yohanes Kossay.

“Kepala sekolah bukan hanya pemimpin administratif. Mereka adalah motor penggerak sekolah, pencipta iklim belajar yang menyenangkan, dan penggerak inovasi yang membawa perubahan. Karena itu, kapasitas manajerial dan kreativitas kepala sekolah harus terus diperkuat,” jelasnya.

Ia memaparkan, program Bimtek ini bertujuan menyiapkan kepala sekolah menjadi pemimpin profesional yang mampu mengelola sekolah secara utuh, menyebarkan inovasi, dan membangun iklim belajar kondusif bagi guru maupun siswa. Peserta kegiatan terdiri dari 20 kepala sekolah SD perwakilan dan sejumlah kepala sekolah lainnya yang diundang untuk memperkuat jejaring dan kapasitas kepemimpinan.

Kepala Dinas menilai bahwa selama ini manajemen sekolah cenderung kaku secara administratif dan terlalu bergantung pada individu. Karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki konsep untuk merancang program baik akademik maupun non-akademik yang relevan.

“Dana BOS kini langsung masuk ke sekolah. Kepala sekolah harus mampu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan sendiri program sekolahnya. Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang visioner dan keterampilan manajerial yang kuat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kepala Dinas mengungkapkan bahwa peningkatan literasi menjadi prioritas utama. Pada 2026, pihaknya akan mengusulkan instruksi bupati agar seluruh SD di Maybrat menerapkan empat fokus pembelajaran: membaca, menulis, berhitung, dan budi pekerti.

Selain itu, akan dikembangkan sekolah model berbasis sains dan teknologi, dimulai dari SD unggulan di Ayamaru Timur. Program ini akan didukung dengan peningkatan sarana teknologi modern seperti komputer dan peralatan pembelajaran digital.

Untuk wilayah pedalaman yang terdampak keterbatasan listrik, air, dan akses, akan diterapkan pola asrama sebagai solusi pemerataan layanan pendidikan. Kepala Dinas memastikan program ini disusun bertahap agar fokus, terukur, dan tepat sasaran.

Menanggapi pernyataan Bupati tentang larangan HP untuk anak usia dini, Kepala Dinas menyampaikan bahwa sekolah dengan sistem asrama akan memiliki aturan khusus terkait penggunaan gawai. Jam penggunaan akan dibatasi, situs yang tidak relevan akan diblokir melalui kerja sama dengan penyedia layanan, dan perangkat akan diarahkan untuk mendukung pembelajaran.

“Beberapa negara seperti Australia telah melarang siswa SMP ke bawah menggunakan HP di sekolah. Kita akan mengarah ke kebijakan serupa secara bertahap sambil menyiapkan sarana pembelajaran digital yang tepat guna,” pungkasnya.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *