Example floating
IMG-20260621-WA0028
Home

Temu Raya V PAM GKI SE- Tanah Papua Jadi Momentum Lahirnya Gagasan Besar untuk Masa Depan Papua

29
×

Temu Raya V PAM GKI SE- Tanah Papua Jadi Momentum Lahirnya Gagasan Besar untuk Masa Depan Papua

Sebarkan artikel ini

SORONG, DETIKPAPUA.NET – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara resmi menghadiri pembukaan Temu Raya V Persekutuan Anggota Muda (PAM) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Tahun 2026 yang berlangsung di Klasis Malamoi, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Minggu.(12/7/2026).

Kegiatan yang mempertemukan pemuda GKI dari berbagai klasis di seluruh Tanah Papua tersebut menjadi wadah pembinaan iman, penguatan karakter, serta ruang diskusi bagi generasi muda dalam merumuskan gagasan pembangunan Papua di masa depan.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan rasa syukur karena Tuhan mengizinkan Papua Barat Daya menjadi tuan rumah pelaksanaan Temu Raya V PAM GKI. Ia menyambut hangat seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

“Selamat datang kepada seluruh peserta Temu Raya dari berbagai klasis di Tanah Papua. Terima kasih telah hadir di Tanah Malamoi, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kami terus berdoa agar kehadiran saudara-saudara, anak-anak muda, pemilik masa depan negeri ini, menjadi berkat bagi Papua,” ujar Elisa Kambu.

Menurutnya, para pemuda merupakan pewaris masa depan Papua yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, ia berharap Temu Raya ini mampu melahirkan pemikiran dan gagasan besar demi keberlangsungan pembangunan Papua yang damai, maju, dan berkelanjutan.

Gubernur menilai pelaksanaan Temu Raya berlangsung pada momentum yang sangat penting. Di tengah berbagai tantangan global maupun nasional, menurutnya, generasi muda harus memperkuat iman serta menjaga optimisme dalam menghadapi berbagai persoalan.

Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Menurutnya, ketika manusia menyadari keterbatasannya dan berserah kepada Tuhan, maka pertolongan Tuhan akan nyata.

“Saya percaya Tuhan akan menolong orang Papua. Hutan kita, laut kita, dan seluruh sumber daya alam yang kita miliki adalah anugerah Tuhan. Mungkin hari ini kita melihat banyak tantangan, tetapi dalam kacamata iman tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kalau kita bersatu dalam doa dan percaya kepada-Nya, Tuhan akan membuka jalan,” katanya.

Lebih lanjut, Elisa Kambu menegaskan bahwa pembangunan Papua membutuhkan generasi muda yang memiliki kualitas pendidikan, karakter, dan integritas yang kuat. Ia meminta anak-anak muda tidak hanya menjadi pengkritik dari luar, tetapi mempersiapkan diri agar mampu masuk ke berbagai bidang strategis dan menjadi pengambil keputusan.

“Sudah bukan waktunya lagi kita hanya berteriak-teriak di jalan, berdemo atau melakukan tindakan anarkis. Tantangan kita sekarang adalah mempersiapkan diri, masuk ke dalam sistem, menguasai ilmu pengetahuan, membangun karakter dan iman, sehingga kita bisa membawa perubahan dari dalam,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk meninggalkan rasa minder serta membangun kepercayaan diri bahwa anak-anak Papua mampu bersaing dan menjadi pemimpin di masa depan.

“Tidak ada kata terlambat. Selama Tuhan masih memberikan kita kehidupan, berarti Tuhan masih memiliki rencana bagi kita untuk membangun Tanah Papua. Karena itu tinggalkan rasa rendah diri, bergerak maju, dan yakinkan diri bahwa kita mampu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan pesan moral kepada para pemuda agar menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti minuman keras, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas.

Ia mengajak peserta Temu Raya membangun komitmen bersama untuk hidup sehat, mempersiapkan masa depan dengan baik, dan membangun keluarga secara bertanggung jawab.

“Bisakah kita tidak mabuk? Bisa. Bisakah kita tidak menggunakan narkoba? Bisa. Kita harus membangun komitmen sejak sekarang. Persiapkan mental, pendidikan, dan karakter dengan baik. Ketika nanti membangun keluarga, kita dapat melahirkan generasi yang lebih baik dan lebih cerdas dari generasi kita saat ini,” pesannya

Menutup sambutannya, Elisa Kambu berharap seluruh rangkaian Temu Raya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum persekutuan, refleksi, dan pembaruan spiritual bagi seluruh peserta. 

Ia mengajak seluruh pemuda GKI SE- Tanah Papua membuka hati, merendahkan diri di hadapan Tuhan, serta memberi ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin setiap proses diskusi dan perumusan program pelayanan. 

“Saya berdoa Tuhan hadir di tempat ini. Temu Raya bukan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk bersekutu, merendahkan diri, membuka hati, dan membiarkan Roh Kudus bekerja sehingga lahir gagasan-gagasan besar yang dapat kita bawa kembali ke tempat pelayanan masing-masing.”

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Temu Raya V Persekutuan Anggota Muda GKI Se-Tanah Papua Tahun 2026, seraya berharap forum tersebut menjadi tonggak lahirnya generasi muda Papua yang beriman, berkarakter, cerdas, serta siap menjadi pelopor pembangunan menuju Papua yang maju, sejahtera, damai, lestari, dan inklusif bagi semua masyarakat.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *