Raja Ampat, Detikpapua.Net – Lomba Baca Mazmur dalam rangka Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI) Tahun 2026 di Kabupaten Raja Ampat tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat iman, menumbuhkan kecintaan terhadap Alkitab, serta mengembangkan talenta peserta dalam pelayanan gereja.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I Panitia KONAS XIX FK-PKB PGI Tahun 2026, Nikodemus Mayor, S.Pd, seusai pelaksanaan Lomba Baca Mazmur dan Cerdas Cermat Alkitab yang diikuti peserta kaum bapak dan kaum ibu dalam rangkaian KONAS XIX di Raja Ampat yang berlangsung di Pelataran Gedung Gereja Jemaat Alfa Omega Waisai, Kamis malam (11/9/2026).

Menurut Nikodemus, Lomba Baca Mazmur memiliki nilai penting dalam memperkuat kehidupan rohani kaum bapak maupun kaum ibu melalui pendalaman dan pembacaan firman Tuhan.
“Lomba Baca Mazmur ini sangat luar biasa dan sangat baik bagi seluruh peserta yang hadir dalam rangka kegiatan KONAS ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan pemenang, tetapi juga mendorong peserta untuk semakin mencintai Alkitab, khususnya Kitab Mazmur sebagai sumber penguatan iman.
Selain itu, lomba diharapkan mampu mengembangkan kemampuan peserta dalam membaca Mazmur dengan baik, jelas, penuh penghayatan, serta meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengambil bagian dalam pelayanan gereja.

“Melalui kegiatan ini, kaum bapak diharapkan dapat menjadi teladan bagi istri, anak, keluarga, jemaat, masyarakat, bahkan bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat persekutuan, kebersamaan, dan persaudaraan anggota FK-PKB PGI dari berbagai daerah yang hadir dalam KONAS XIX di Kabupaten Raja Ampat.
Penilaian Berbasis Interpretasi dan Penghayatan
Sementara itu, tim juri menjelaskan bahwa seluruh peserta pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mewartakan kebenaran firman Tuhan dan memuliakan Tuhan melalui pembacaan Mazmur. Namun, karena kegiatan dikemas dalam bentuk perlombaan, penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian juri meliputi interpretasi, penghayatan dan ekspresi, penampilan, artikulasi, ketenangan, serta penguasaan audiens.
Interpretasi menjadi salah satu aspek penting karena peserta diharapkan mampu memahami pesan yang terkandung dalam ayat Mazmur yang dibacakan, apakah berisi doa, ucapan syukur, seruan kepada Tuhan maupun ungkapan iman lainnya.
Penghayatan dan ekspresi juga menjadi perhatian, sehingga pesan firman yang dibacakan dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar.
Selain itu, artikulasi dinilai dari kejelasan peserta dalam mengucapkan setiap kata sesuai dengan teks. Ketenangan dan kemampuan menguasai audiens juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Tim juri menegaskan, masing-masing juri melakukan penilaian secara independen. Setelah seluruh nilai dijumlahkan dan dibagi sesuai mekanisme penilaian, diperoleh hasil akhir yang menjadi dasar penetapan peringkat.
Hasil Lomba Baca Mazmur
Untuk kategori Kaum Ibu, peringkat pertama diraih Ibu Pendeta Anacca Goram dengan nilai 87,083.
Peringkat kedua diraih Ibu Penatua Elsia Lengkong dengan nilai 86,583, sedangkan peringkat ketiga diraih Ibu Pendeta Cons Feronika Mobi dengan nilai 83,083.
Sementara untuk kategori Kaum Bapak, peringkat pertama diraih Pendeta Stefanus Mawijari dengan nilai 93,667.
Peringkat kedua diraih Pendeta Adri Masi dengan nilai 90,500, sedangkan peringkat ketiga diraih Pendeta Edward Sitorus dengan nilai 87,083.
Para peserta yang meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga dari kategori kaum bapak maupun kaum ibu kemudian menerima penghargaan dan hadiah yang diserahkan panitia.
Nikodemus berharap, pelaksanaan Lomba Baca Mazmur dan Cerdas Cermat Alkitab dalam rangka KONAS XIX FK-PKB PGI tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan iman dan kehidupan pelayanan peserta.
“Diharapkan melalui Lomba Baca Mazmur ini dapat meningkatkan kemampuan dan pertumbuhan iman kaum bapak untuk menjadi teladan bagi keluarga, masyarakat, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.












