RAJA AMPAT– Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyerap berbagai aspirasi petani di Distrik Salawati Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan sektor pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan daerah. Dalam kunjungan kerja pada Sabtu (1/8/2026) tersebut, Bupati Raja Ampat diwakiliki Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Musliman, S.Sos., bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat, Dr. Hosea Ambrauw, berdialog langsung dengan petani sekaligus mengikuti panen padi di sejumlah kampung sentra produksi.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Raja Ampat, Petrus Rabu, S.Fil., dalam siaran pers yang diterima media pada Minggu (2/8/2026), menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk memastikan program pembangunan sektor pertanian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain meninjau perkembangan tanaman padi yang memasuki masa panen, pemerintah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan Bupati dan Wakil Bupati bersama organisasi perangkat daerah terkait dalam menetapkan langkah-langkah tindak lanjut.
Menurutnya, arahan Bupati Raja Ampat adalah agar setiap kunjungan lapangan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang dialog yang produktif antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari infrastruktur pertanian, pelayanan kesehatan hingga kebutuhan transportasi, dapat diidentifikasi secara langsung dan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Musliman bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berdialog langsung dengan Kepala Distrik Salawati Tengah, para kepala kampung, petani, serta masyarakat dari Kampung Waijan, Waemeci, Wailabu, Kalobo, dan Sakabu. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka, di mana masyarakat menyampaikan berbagai masukan, saran, serta gagasan demi meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian di wilayah tersebut.
Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Musliman, mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat didengar secara langsung sehingga solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami duduk bersama masyarakat, mendengarkan berbagai masukan, saran, serta ide yang baik untuk perbaikan, kemajuan, dan keberlanjutan para petani di Distrik Salawati Tengah. Sejumlah aspirasi yang disampaikan akan segera kami laporkan kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati bersama pimpinan OPD terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Musliman mengaku bersyukur melihat hamparan sawah yang mulai menguning sebagai pertanda keberhasilan kerja keras para petani.
“Kami merasa senang melihat masyarakat sedang memasuki masa panen padi. Ini menjadi semangat sekaligus harapan bahwa sektor pertanian di Raja Ampat terus berkembang dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Selamat kepada para petani di Kampung Waijan, Waemeci, Wailabu, Kalobo, dan Sakabu yang tengah melaksanakan panen. Semoga hasil panennya melimpah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Dalam dialog tersebut, masyarakat dari Kampung Waijan, Waemeci, dan Wailabu mengusulkan pembangunan sistem irigasi melalui pipanisasi guna menjamin ketersediaan air bagi areal persawahan. Selain itu, warga juga meminta penanganan kanal yang jebol serta kelanjutan pembangunan saluran kali untuk mendukung produktivitas pertanian.
Aspirasi tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Selain persoalan pertanian, Kepala Distrik Salawati Tengah juga menyampaikan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat, antara lain pengadaan mobil ambulans dan taksi laut untuk mempercepat rujukan pasien ke Sorong. Masyarakat juga berharap Puskesmas Kalobo dapat melayani peserta BPJS Kesehatan secara langsung tanpa harus memperoleh rujukan dari Puskesmas Samate, Distrik Salawati Utara.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat, Dr. Hosea Ambrauw, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan budidaya padi sekaligus mendengarkan berbagai kendala yang selama ini dihadapi petani.
“Kami datang ke Kampung Kalobo, Waijan, dan Wailabu yang saat ini sedang memasuki masa panen untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman padi. Setelah berdiskusi dengan para petani mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi, kami melanjutkan kegiatan dengan panen bersama di lahan milik salah seorang petani di Kampung Wailabu,” jelasnya.
Menurut Hosea, kunjungan lapangan seperti ini menjadi bagian penting dalam menyusun langkah-langkah pembinaan dan pengembangan sektor pertanian secara lebih tepat sasaran. Sinergi antara petani, pemerintah kampung, pemerintah distrik, dan organisasi perangkat daerah diharapkan terus diperkuat agar Salawati Tengah semakin berkembang sebagai salah satu sentra produksi padi yang mampu menopang ketahanan pangan Kabupaten Raja Ampat.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menegaskan akan terus hadir mendampingi masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan dalam kunjungan lapangan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya visi “Raja Ampat Bangkit, Produktif Menuju Masyarakat Sejahtera.”















