RAJA AMPAT – Festival Sorai Waisai dan Fun Run menjadi penutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 di Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Pada momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa UGM yang selama masa pengabdian menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya air, edukasi hukum, pelestarian lingkungan, hingga penguatan UMKM dan pelestarian budaya lokal.
Apresiasi tersebut disampaikan. Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Raja Ampat, Dr. Yosep H. Mirino, saat membuka Festival Sorai Waisai di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dandim 1805/Raja Ampat, perwakilan Kapolres Raja Ampat, Kepala Distrik Kota Waisai, Surfin Seseray, S.S.TP para lurah se-Distrik Kota Waisai, Koordinator Tim KKN-PPM UGM Sorai Waisai 2026 Ihza Muhammad Wijaya, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada yang telah menjadikan Distrik Kota Waisai sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM. Menurutnya, kehadiran mahasiswa merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai program yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kehadiran para mahasiswa di tengah-tengah masyarakat kami merupakan wujud nyata semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Setda Raja Ampat.
Bupati juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Sorai Waisai yang dinilai tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga media untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni, budaya, dan tradisi masyarakat Raja Ampat. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Kepada para mahasiswa, Bupati berharap pengalaman selama menjalankan KKN di Raja Ampat menjadi bekal untuk terus menjadi generasi muda yang peduli terhadap pembangunan dan pelestarian budaya bangsa.
Sementara itu, Koordinator Tim KKN-PPM UGM Sorai Waisai 2026, Ihza Muhammad Wijaya, dalam laporan akhirnya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Forkopimda, pemerintah distrik, pemerintah kelurahan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan KKN selama kurang lebih dua bulan.

Ia menjelaskan, mahasiswa melaksanakan program pengabdian di empat kelurahan , yakni Waisai Kota, Warmasen, Sapordanco, dan Bonkawir, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Di Kelurahan Waisai Kota, mahasiswa melakukan survei sumber daya air bersih berbasis geolistrik bekerja sama dengan Kodim 1805/Raja Ampat untuk mendukung pengeboran sumur air di Panti Asuhan Andifa Perkasa. Tim juga melakukan identifikasi akuifer air tanah dan pemetaan kualitas sumur warga sebagai dasar pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.
Di Kelurahan Warmasen, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan hukum serta menyusun policy brief mengenai isu nikah siri dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
Sedangkan di Kelurahan Bonkawir, mahasiswa melaksanakan rehabilitasi mangrove dan monitoring kawasan mangrove berbasis Google Earth Engine sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir Raja Ampat.
Menurut Ihza, seluruh program tersebut lahir dari semangat kolaborasi dengan masyarakat.
“Bagi kami, pengabdian bukan sekadar hadir dan melaksanakan program, tetapi tentang bagaimana kita dapat tumbuh, belajar, dan berjalan bersama masyarakat,” ujarnya.

Festival Sorai Waisai sebagai penutup kegiatan KKN berlangsung semarak. Ratusan peserta mengikuti Fun Run dilanjutkan dengan pemilihan Duta Lingkungan, pameran kuliner UMKM hasil pendampingan mahasiswa KKN-PPM UGM, serta pentas seni dan budaya yang menampilkan suling tambur, tari Yospan, dan tarian modern.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penutup pengabdian mahasiswa UGM di Raja Ampat sekaligus menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, TNI-Polri, dan masyarakat mampu melahirkan program-program yang memberi dampak nyata bagi pembangunan, pelestarian lingkungan, penguatan budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Raja Ampat.















