WAMENA, DetikPapuaNet– Musyawarah Umum Anggota (MUA) Ikatan Keluarga Suku Walak (IKSWAL) se-Papua Raya yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, resmi ditutup hari ini Rabu, (15/7/2026), di Gedung AITHOSA GKI Wamena, Kabupaten Jayawijaya, forum tersebut menetapkan Piter Togodly, S.Ip. sebagai Ketua Umum IKSWAL periode 2026–2031.

Musyawarah yang dihadiri oleh para delegasi dari berbagai wilayah di Papua Raya tersebut menjadi forum tertinggi organisasi dalam menetapkan arah kebijakan dan kepengurusan IKSWAL untuk lima tahun ke depan.
Selama pelaksanaan musyawarah, peserta membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) sebagai landasan penyelenggaraan organisasi. Selain itu, forum juga memilih kepengurusan baru IKSWAL periode 2026–2031 melalui mekanisme demokrasi dengan sistem delegasi.
Lima tokoh maju sebagai calon Ketua Umum, yakni Piter Togodly, S.Ip., Karel Wandikbo, Elkius Uaga, Kornelis Gombo, dan Nikolsus Wandikbo. Setelah melalui proses pemungutan suara oleh para delegasi dari seluruh wilayah, Piter Togodly, S.Ip. memperoleh kepercayaan peserta musyawarah untuk memimpin IKSWAL selama lima tahun mendatang.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Piter Togodly menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta musyawarah. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi memperkuat persatuan masyarakat Suku Walak di seluruh Papua Raya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin IKSWAL. Amanah ini bukan hanya milik saya, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Walak untuk membangun organisasi yang semakin kuat, bersatu, dan bermanfaat bagi seluruh anggota,” ujarnya.
Menurutnya, kepengurusan yang baru akan fokus mengakomodasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Walak, mempererat solidaritas antaranggota, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Ia juga menegaskan komitmennya dalam menjaga eksistensi masyarakat adat Walak beserta seluruh wilayah adatnya.
“Kami siap menjaga manusia Walak, menjaga daerah Walak, tanah Walak, dan hutan Walak dari berbagai ancaman yang datang dari luar. IKSWAL akan terus hadir untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dengan tetap mengedepankan persatuan, musyawarah, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” tegas Piter.
Musyawarah Umum Anggota ini diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi serta mempererat persaudaraan masyarakat Suku Walak di Papua Raya. Dengan kepengurusan baru, IKSWAL diharapkan semakin aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, melestarikan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan Papua yang menghormati hak-hak masyarakat adat.













