KABUPATEN SORONG, DetikPapuaNet— Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sorong, Dr. Amatus Turot, S. Hut, M. Si., mengajak Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses kaderisasi guna mengembalikan tradisi organisasi sebagai pencetak pemimpin masa depan. Hal itu disampaikannya di sela-sela kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru dan Masa Bimbingan (MPAB-MABIM) PMKRI Cabang Aimas Santa Monika Kabupaten Sorong Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung LPTQ Aimas Unit 2 Kabupaten Sorong, Selasa (23/6/2026).

Menurut Amatus, PMKRI pada masa lalu berhasil melahirkan banyak tokoh yang mampu bersaing dan mengabdikan diri di berbagai bidang. Namun, belakangan ini regenerasi kader dinilai mengalami penurunan sehingga perlu menjadi perhatian seluruh elemen organisasi.
“Saya melihat kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang dihasilkan PMKRI semakin hari semakin berkurang. Ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi menjadi motivasi agar kita bersama-sama melakukan evaluasi terhadap proses kaderisasi,” ujarnya.
Ia mengenang sejumlah alumni PMKRI yang dinilainya berhasil menjadi pemimpin, seperti Amros, Vitalis Junte, Yosef Bles, Karolus Boli, Gabriel Asem, hingga Pascalis Kocu. Menurutnya, keberhasilan para senior tersebut menunjukkan bahwa PMKRI pernah memiliki sistem kaderisasi yang kuat.
“Nah, kalau dulu PMKRI mampu menghasilkan banyak pemimpin, lalu hari ini mengapa mulai berkurang? Apa yang sebenarnya terputus? Apakah metode kaderisasinya yang perlu diperbaiki, dukungan pemerintah yang kurang, dukungan gereja, orang tua, atau justru ada persoalan di internal organisasi? Ini yang harus kita introspeksi bersama,” katanya.
Amatus menegaskan bahwa pernyataannya bukan bentuk pesimisme terhadap PMKRI, melainkan dorongan agar organisasi mampu kembali melahirkan kader-kader yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Ini bukan kekhawatiran, tetapi motivasi. Saya percaya adik-adik PMKRI memiliki potensi besar. Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana kita memberikan semangat dan ruang kepada mereka agar terus bertumbuh, berproses, dan menjadi pemimpin di masa depan,” tuturnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Sorong tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Namun, setiap bentuk dukungan harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.
“Pemerintah tidak hanya membangun jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusianya. Karena itu, organisasi seperti PMKRI harus terus didukung. Program-program organisasi perlu direncanakan lebih awal agar dapat diakomodasi dalam perencanaan anggaran pemerintah,” jelasnya.
Amatus berharap MPAB-MABIM Tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan PMKRI dalam memperkuat kaderisasi sehingga mampu melahirkan generasi muda Katolik yang berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, serta siap mengabdi bagi Gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.















