WAMENA, DETIKPAPUANET — Pendamping Kelompok Tani Dualoma sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayawijaya, Yusuf Huby, S.Hut., M.Si., mendorong Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk memperkuat pendampingan serta pemasaran hasil pertanian masyarakat. Hal tersebut disampaikan Yusuf dalam kegiatan Panen Raya Kedelai Kelompok Tani Dualoma di Kampung Likino, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/8/2026).

Yusuf mengapresiasi kehadiran sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya serta perwakilan Baperinda Kabupaten Jayawijaya. Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam panen raya tersebut menunjukkan perhatian terhadap perjuangan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian sekaligus menjadi momentum untuk membangun kerja sama yang lebih nyata antara pemerintah dan kelompok tani.
Menurut Yusuf, salah satu poin penting yang disampaikan pemerintah dalam kegiatan tersebut adalah komitmen untuk membantu menyerap dan memasarkan hasil pertanian masyarakat. Ia berharap petani tidak lagi menghabiskan banyak waktu di pasar untuk mencari pembeli, tetapi pemerintah melalui OPD terkait dapat turun langsung menjemput, menampung dan mengatur distribusi hasil produksi.

“Yang selama ini masyarakat harapkan adalah tidak lagi menghabiskan waktu di pasar. OPD yang berkaitan, dalam hal ini UMKM dan Koperasi, harus turun menjemput hasil pertanian masyarakat, menampung, kemudian mengatur distribusinya,” ujar Yusuf.
Yusuf mengatakan dirinya selama ini fokus mendampingi masyarakat dalam pengembangan dua komoditas utama, yakni kedelai dan jagung. Kelompok Tani Dualoma menjadi salah satu kelompok pertama yang didampinginya hingga berhasil melaksanakan panen raya kedelai. Pendampingan juga dilakukan di Distrik Witawaya dan sejumlah wilayah lainnya, termasuk lahan sekitar empat hektare yang sedang dibuka untuk pengembangan pertanian.
“Saya fokus di kedelai dan kemudian jagung supaya kita tidak terlalu banyak komoditas, tetapi akhirnya tidak fokus,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Yusuf sengaja menghadirkan sejumlah ketua kelompok tani dari Pisugi, Witawaya dan Hubikiak agar mereka dapat melihat secara langsung hasil kerja Kelompok Tani Dualoma dan mendengar komitmen pemerintah terhadap pengembangan pertanian. Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Dualoma dapat menjadi contoh dan motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengolah lahan. Menurutnya, apabila hasil panen dapat langsung diserap dan dipasarkan, hal tersebut akan memberikan kepastian sekaligus meningkatkan semangat petani untuk terus bekerja.
Yusuf juga mendorong agar pengembangan kedelai dan jagung tidak berhenti pada penjualan hasil panen, tetapi dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak, khususnya untuk pengembangan peternakan babi. Menurutnya, kedelai dan jagung dapat dipadukan dengan bahan lokal lainnya seperti dedak padi, sayuran, petatas dan bahan hijauan, sementara kebutuhan tepung ikan dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan daerah lain.
“Sambil kita mengembangkan pertanian, kita siapkan kandang. Ketika hasil pertanian sudah tersedia, kita bisa membuat pakan sendiri sehingga tidak harus terus membeli pakan dari luar,” jelasnya.
Yusuf menegaskan keberhasilan panen raya harus menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara petani dan pemerintah, mulai dari produksi, penyediaan sarana pertanian, penyerapan hasil, pemasaran hingga pengembangan usaha lanjutan. Ia mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan lahan dan menjadikan pertanian sebagai kekuatan ekonomi keluarga.

“Kita ingin masyarakat kembali ke kebun, menghasilkan, kemudian hasilnya kita kembangkan menjadi usaha. Jangan hanya menjadi petani yang menghasilkan, tetapi kita harus membangun mata rantai ekonomi dari pertanian sampai peternakan,” pungkas Yusuf.

















