MAMTENG, DetikPapuaNet— Tokoh umat Katolik Kabupaten Mamberamo Tengah sekaligus Ketua DPRK Mamberamo Tengah, Piter Togodly, S.IP, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur (Unika Fajar Timur) Papua di Kota Jayapura sebagai perguruan tinggi baru di Tanah Papua. Ia menilai kehadiran institusi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, (4/5/2026).
“Kehadiran Unika Fajar Timur adalah jawaban nyata atas kebutuhan pendidikan tinggi di Tanah Papua. Anak-anak kita kini tidak perlu lagi pergi jauh keluar daerah untuk meraih masa depan,” ujar Piter Togodly.
Kehadiran Unika Fajar Timur secara resmi ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 30/B/O/2026 tertanggal 9 Januari 2026 tentang perubahan bentuk Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur menjadi universitas. Perubahan ini menjadi tonggak sejarah penting karena Papua kini memiliki universitas Katolik.
Menurut Piter Togodly, selama ini masyarakat Papua harus keluar daerah untuk mengakses pendidikan tinggi, yang memerlukan biaya besar dan menjadi kendala utama. Dengan hadirnya Unika Fajar Timur di Kota Jayapura, akses pendidikan menjadi lebih dekat, terjangkau, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat lokal.
“Kami di DPRK Mamberamo Tengah memberikan dukungan penuh, karena pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari ketertinggalan dan menuju kemajuan daerah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perubahan status dari STFT menjadi universitas merupakan jawaban atas penantian panjang umat Katolik di Tanah Papua sejak tahun 1980-an. Selain sebagai lembaga pendidikan, Unika Fajar Timur juga diharapkan menjadi pusat pembinaan karakter, moral, dan spiritual generasi muda Papua.
“Ini bukan hanya tentang membangun kampus, tetapi tentang membangun manusia Papua yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan,” tambahnya.
Saat ini, STFT Fajar Timur telah menjadi bagian dari universitas sebagai Fakultas Teologi dan Pastoral, sementara fakultas lain mulai dikembangkan, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Farmasi dengan program studi Teknik Sipil, Arsitektur, Akuntansi, dan Farmasi.
“Kami berharap semua pihak, baik pemerintah, gereja, maupun masyarakat, bersatu mendukung keberlanjutan universitas ini sebagai pusat pendidikan unggulan di Papua,” tutup Piter Togodly.














