Sorong, Detikpapua.Net – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Bang Ara), resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk periode 2026-2031.
Maruarar Sirait terpilih dalam Kongres VII PIKI yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Ia mengalahkan Tenaga Ahli Menteri ESDM Dr. Mikhael Wattymena, SE.,SH.,MM yang juga turut mencalonkan diri dalam kongres tersebut.

Kehadiran Maruarar Sirait di pucuk pimpinan PIKI diharapkan mampu membawa PIKI menjadi think tank Kristen yang kontributif, kritis, dan solutif terhadap isu-isu kebangsaan terkini. Dalam perannya sebagai Menteri PKP dan Ketum PIKI, Maruarar diharapkan bisa menjadi jembatan sinergi antara intelektual Kristen dan pemerintah dalam menghadirkan inovasi serta terobosan kebijakan, khususnya di sektor perumahan pro-rakyat.
Delegasi Papua Barat Daya yang dipimpin Ketua DPD PIKI Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si bersama sekretaris Nixsen W. Lintang, S.Si.,M.Pd turut menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada Ketum DPP PIKI terpilih Maruarar Sirait. Dalam momentum tersebut, Dr. Sellvyana Sangkek selaku ketua PIKI Papua Barat Daya menyampaikan nada profisiatnya kepada Ketum Maruarar dalam dialog yang penuh kekraban.

Dr. Sellvyana juga berkesempatan memaparkan profil singkat PIKI Papua Barat Daya yang memang baru terbentuk beberapa bulan lalu. Pada kesempatan itu Dr. Sellvyana juga mengutarakan harapannya agar Ketum DPP PIKI Maruarar Sirait berkenan datang ke Papua Barat Daya dalam rangka melantik pengurus DPD PIKI sekaligus membuka Raker perdana dan peresmian sekretariat PIKI Papua Barat Daya di Kota Sorong yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Kepada awak media, Ketua DPD PIKI Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.M.Si mengaku sangat bersyukur bisa turut ambil bagian dalam agenda strategis dan bersejarah bagi organisasi PIKI di Indonesia, melalui kegiatan Kongres VII kali ini. Ia menegaskan, kehadiran perwakilan Papua Barat Daya menjadi bukti nyata keberadaan dan kontribusi daerah termuda di Indonesia ini dalam barisan organisasi yang berperan menjembatani pemikiran intelektual dan nilai-nilai iman bagi kemajuan bangsa.

“Kehadiran kami disini adalah wujud komitmen PIKI Papua Barat Daya untuk terus bersinergi dalam membangun kemajuan Bangsa ini dan lebih khusus daerah Kami Papua Barat Daya dalam kiprah kami sebagai anak bangsa ini dalam memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi kemajuan bangsa ini dan juga bagi daerah Kami Papua Barat Daya terutama dalam hal mengawal aspirasi masyarakat wilayah ini ke tingkat nasional untuk diakomodir didalam kebijakan pusat. Kami ingin memastikan bahwa suara dan potensi sumber daya manusia di tanah Papua Barat Daya turut diperhitungkan dalam merumuskan solusi bagi tantangan bangsa,” ujar Dr. Sellvyana.
Ia pun berharap agar kepengurusan PIKI di tingkat pusat mampu membawa PIKI menjadi organisasi yang semakin kokoh, aktif, dan relevan di tengah dinamika zaman, memperkuat persatuan dan kesatuan di seluruh jajaran organisasi, menyatukan visi dan langkah dari Sabang sampai Merauke, tanpa terkecuali di wilayah timur Indonesia seperti Papua Barat Daya, agar suara dan gagasan dari seluruh daerah dapat didengar dan terakomodasi dengan baik dalam program kerja nasional.

“Kami berharap Ketua Umum terpilih dapat membawa angin segar, memperkuat sinergi antar pengurus pusat dan daerah, serta membuka ruang yang lebih luas bagi partisipasi anggota dalam menyumbangkan pemikiran dan karya. Khusus bagi kami di Papua Barat Daya, kami berharap adanya perhatian dan dukungan nyata dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, agar kami juga dapat berkontribusi maksimal sejajar dengan daerah lain dalam membangun Indonesia,” harap Dr. Sellvyana.

Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) adalah organisasi kemasyarakatan Kristen yang didirikan pada 19 Desember 1964 di Jakarta untuk menyatukan intelektual Kristen, profesional, dan akademisi. PIKI bertujuan memberikan kontribusi bagi bangsa melalui pemikiran kritis, kajian ilmiah, dan advokasi sosial berlandaskan nilai-nilai Kristen.
Informasi Utama PIKI:
Kongres VII (2026): Dilaksanakan di Jakarta, 30 April–2 Mei 2026, dan menetapkan Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum serta Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal periode 2026–2031.
Fokus Organisasi: PIKI berfungsi sebagai wadah untuk menyuarakan keadilan, perdamaian, serta memberikan sumbangsih pemikiran yang aplikatif, termasuk dalam sektor perumahan dan ekonomi rakyat.
Peran strategis: Menjadi jembatan antara gereja, dunia akademik, dan masyarakat, serta mendorong anggotanya menjadi agen perubahan yang berintegritas.
Terdapat juga entitas lain dengan nama serupa, PT Pelatihan Ilmu Keperawatan Indonesia (PT PIKI), yang bergerak di bidang pelatihan kesehatan.














