Example floating
1-20260502-140035-0000
BeritaDaerahHomePapua Barat DayaSosial & Budaya

WKRI, Bimas Katolik, dan Kemenag Kota Sorong Kunjungi Warga Binaan Lapas Kelas IIB

0
×

WKRI, Bimas Katolik, dan Kemenag Kota Sorong Kunjungi Warga Binaan Lapas Kelas IIB

Sebarkan artikel ini

SORONG, DetikPapuaNet— Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Arnoldus Jansen-Malanu bersama Kepala Seksi Bimas Katolik, para penyuluh agama Katolik, serta Kementerian Agama Kota Sorong melakukan kunjungan pastoral ke Warga Binaan Lapas Kelas IIB Kota Sorong dalam rangka pembinaan iman dan mental. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, (3/5/2026).

Pengunjung bersama Warga Binaan Lapas Kelas IIB Kota Sorong, saat mengikuti perayaan Misa. Minggu, (3/5/2026). Foto/Istimewa.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan rohani melalui perayaan Misa Minggu bersama, bimbingan dan penyuluhan iman, pembinaan mental, serta sebagai wujud solidaritas Gereja bagi para warga binaan.

Dalam khotbahnya, Pastor Yohanes B. T. Lengari, OSA menegaskan bahwa setiap manusia tetap memiliki martabat sebagai “anak Allah” yang berharga, bahkan dalam keterbatasan sekalipun. Ia mengajak para warga binaan untuk melihat masa sulit sebagai panggilan untuk membangun kembali kehidupan menjadi pribadi yang lebih kuat serta menjadi terang bagi sesama.

Mengutip Injil Yohanes, ia menyampaikan pesan penghiburan dari Yesus: “Janganlah gelisah hatimu; Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Menurutnya, sabda ini menjadi kekuatan di tengah rasa takut, penyesalan, dan keputusasaan yang mungkin dialami oleh warga binaan.

“Kristus tidak pernah meninggalkan. Ia adalah jalan keluar, bukan semata-mata keluar dari penjara secara fisik, tetapi jalan menuju kebebasan batin, damai, pengampunan, dan harapan baru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Tuhan tetap hadir bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun. Karena itu, setiap pribadi diajak untuk menyadari bahwa dirinya tetap berharga di hadapan Tuhan, serta menggunakan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk bertobat dan bertumbuh.

“Penjara dapat membatasi tubuh, tetapi tidak dapat memenjarakan hati yang tetap berharap kepada Tuhan. Dari tempat yang sunyi sekalipun, Tuhan mampu membangkitkan kehidupan yang baru,” tambahnya.

Khotbah tersebut juga mengajak seluruh umat untuk percaya bahwa selalu ada jalan pulang, selalu ada kesempatan baru, dan kasih Tuhan tidak pernah tertutup oleh masa lalu. Tuhan, kata dia, terus memanggil, menyembuhkan, dan memberi harapan bagi setiap orang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan Gereja yang menghadirkan kasih, penguatan, dan harapan nyata bagi para warga binaan, khususnya dalam masa Paskah yang penuh makna kebangkitan dan pembaruan hidup.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2-20260501-153417-0001