Example floating
BeritaDaerahLingkunganPapua SelatanSosial & Budaya

HUT ke-77, Uskup Agung Merauke Didesak Ajukan Pengunduran Diri

0
×

HUT ke-77, Uskup Agung Merauke Didesak Ajukan Pengunduran Diri

Sebarkan artikel ini

JAYAPURA, DetikPapuaNet— Sejumlah umat yang mengatasnamakan diri sebagai Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua menyampaikan surat terbuka bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-77 Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Senin (27/4/2026).

Dalam surat tersebut, umat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun disertai doa agar Uskup Agung Merauke senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan Gereja.

“Kami menyampaikan selamat ulang tahun ke-77. Semoga senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam pelayanan,” tulis mereka.

Namun demikian, dalam pernyataan yang sama, mereka juga menyampaikan kritik terbuka terkait usia kepemimpinan yang dinilai telah melampaui batas ketentuan dalam Gereja Katolik.

“Kami merasa perlu menyampaikan secara jujur bahwa usia telah melampaui batas ketentuan dalam Gereja Katolik untuk pelayanan seorang uskup,” demikian isi surat tersebut.

Mereka juga secara tegas meminta agar yang bersangkutan segera mengajukan pengunduran diri kepada Vatikan.

“Kami secara tegas meminta agar Bapa Uskup segera mengajukan pengunduran diri kepada Tahta Suci sebagai bentuk ketaatan pada aturan Gereja dan tanggung jawab moral terhadap umat,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut mereka, dinamika pelayanan Gereja di Keuskupan Agung Merauke membutuhkan penyegaran serta kepemimpinan baru yang lebih kontekstual dengan situasi umat di Tanah Papua.

“Gereja membutuhkan pembaruan dan kepemimpinan baru yang lebih kontekstual,” tulis mereka.

Selain itu, mereka juga menyuarakan harapan agar ke depan kepemimpinan Gereja dapat dipercayakan kepada imam asli Papua.

“Kami berharap kepemimpinan Gereja ke depan dipercayakan kepada imam asli Papua yang memiliki kedekatan historis, kultural, dan pastoral dengan umat setempat,” tutur mereka.

Pernyataan ini, menurut mereka, bukanlah bentuk permusuhan, melainkan ekspresi keprihatinan dan kecintaan terhadap Gereja.

“Ini adalah suara kritis umat yang mencintai Gereja dan menginginkan pertumbuhan yang sehat,” tegas mereka.

Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh Stendlhy Dambujai dan Chris Dogopia atas nama Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260422-WA0044