Example floating
Berita

Pansus LKPJ DPR PBD Turlap, Dari RS Scholoo Keyen, Terminal Tipe B Hingga Penerangan Jalan di Kampung Arus

12
×

Pansus LKPJ DPR PBD Turlap, Dari RS Scholoo Keyen, Terminal Tipe B Hingga Penerangan Jalan di Kampung Arus

Sebarkan artikel ini

Sorong, Detikpapua.Net – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPR Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan turun lapangan (Turlap) guna mengecek kondisi riil pembangunan dalam rangka membedah LKPJ Gubernur tahun anggaran 2025 yang saat ini tengah dibahas di DPR.

Pada 22-23 April 2025, tim yang dipimpin langsung Ketua Pansus Cartensz I.O. Malibela bersama Wakil Yanto Yatam dan Sekretaris La Ode Samsir ini melakukan monitoring lapangan di dua Kabupaten Sekaligus yakni di Sorong Selatan dan Maybrat.

Di Sorong Selatan Pansus mengecek bantuan alat kesehatan dan renovasi ruang di Rumah Sakit (RS) Scholoo Keyen dan memantau pembangunan Terminal Tipe B di Teminabuan. Sedangkan di Kabupaten Maybrat tim Pansus mengecek proyek penerangan jalan di Kampung Arus.

Wakil Ketua Pansus LKPJ Gubenur Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2025, Yanto Yatam menjelaskan dalam pembahasan LKPJ Pansus tidak hanya mendengar dan menerima laporan secara administrasi dari pihak eksekutif melalui setiap OPD yang ada, namun Pansus juga turun ke lapangan untuk melihat bukti fisik sesuai laporan yang diterima.

Ia menyebut, Pansus telah turun ke Kabupaten Sorong Selatan dan Maybrat. Di Sorsel Pansus memeriksa bantuan alat kesehatan (Alkes) dan renovasi ruangan operasi di RS Scholoo Keyen. Selain itu, Pansus juga melakukan audiens dengan manajemen rumah sakit yang saat itu dihadiri langsung direktur bersama jajarannnya.

“Kami turun ke Rumah Sakit Scholoo Keyen karena ada bantuan alkes dan rehab ruang operasi dari APBD Provinsi Papua Barat Daya tahun 2025. Hasilnya benar alat-alat kesehatannya ada sesuai yang tertera dalam laporan, begitu juga rehab ruangan operasi benar sesuai data dan laporan yang kami terima,” ujar Yanto.

Melalui audiens dengan pihak rumah sakit, Yanto menyebut Pansus mendapat sejumlah atensi. Pihak rumah sakit menyampaikan banyak aspirasi yang tentu akan menjadi catatan dan rekomendasi Pansus kepada pemerintah daerah. Saat ini RS Scholoo Keyen masih menghadapi banyak kekurangan, seperti gedung yang belum memadai, alat-alat kesehatan, obat-obatan hingga tenaga medis yang masih sangat minim.

Sebagai representasi masyarakat Sorong Selatan yang ada di DPR, Yanto Yatam berharap pemerintah provinsi bisa memberikan perhatian serius dalam bidang pelayanan dasar di wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasih atas perhatian yang telah diberikan pemerintah provinsi kepada masyarakat Sorong Selatan selama ini.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada Gubernur PBD atas perhatian yang diberikan kepada kami di Sorong Selatan khususnya Rumah Sakit Scholoo Keyen, kemudian ada juga ambulans laut di wilayah pesisir, bantuan pendidikan dokter untuk anak-anak Sorsel dan pembangunan di bidang lainnya. Terimakasih juga kepada Pansus yang telah mengunjungi Sorong Selatan untuk melakukan pengawasan, tentu harapan saya pemerintah terus memacu peyanan kesehatan dan bidang lainnya, agar masyarakat bisa merasakan kesejahteraan,” ucap Yanto.

Sementara, Sekretaris Pansus La Ode Samsir menambahkan, saat melakukan monitoring ke Terminal Tipe B di Teminabuan, pihaknya merasa sedikit kecewa. Pasalnya proyek dengan nilai milyaran rupiah itu, kini terbengkalai dan tidak difungsikan secara maksimal. Pihaknya, sebut La Ode tentu akan menyampaikan catatan-catatan kritis kepada pemerintah terkait kondisi tersebut.

Sementara terkait kondisi proyek penerangan jalan di Kampung Arus, Kabupaten Maybrat, La Ode menyebut pihaknya juga telah turun dan melihat secara langsung proyek dimaksud. Hasilnya memang benar ada lampu-lampu penerangan jalan, hanya saja saat itu Tim Pansus datang saat siang hari sehingga tidak bisa memastikan lampu-lampu yang ada berfungsi baik atau tidak.

“Untuk Terminal Tipe B tidak difungsikan maksimal, padahal anggaran yang turun miliaran rupiah. Kemudian penerangan jalan di Kampung Arus kami lihat lampu-lampu ada, dan menurut keterangan masyarakat semua berfungsi dengan baik,” ungkap La Ode.

Sementara, Ketua Pansus Cartensz Malibela menambahkan, pihaknya masih akan terus melakukan monitoring lapangan terkait program pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui secara pasti kebenaran dari setiap informasi dan data yang diterima Pansus dari pihak eksekutif.

“Tentunya semua yang kami dapatkan dari lapangan akan menjadi bobot bagi kami dalam menyusun catatan dan rekomendasi kepada pemerintah. Landasan semangatnya adalah kita ingin pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara maksimal dan merata,” singkat Cartensz.

Penulis: Yohanes SoleEditor: Yohanes Kossay
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20260422-WA0044