WAMENA, DetikPapuaNet— Pekerjaan proyek pendidikan pembangunan ruang Kelas SD Yayasan Pendidikan Papua Pegunungan (YP3) di Distrik Walelagama, Kampung Pugima, yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan, hingga kini belum juga diselesaikan. Padahal, sejak dimulai pada Desember 2025, waktu pekerjaan telah berjalan kurang lebih 57 hari kalender hingga memasuki April 2026. Keterangan ini disampaikan pada Rabu, (22/4/2026).

Proyek tersebut diketahui merupakan paket pekerjaan pembangunan satu ruang kelas baru beserta perabotannya SD YPPK (YP3) Kuru Halua, dengan Nomor Kontrak: 143/KEWIT/PEMB/RKB SD YPPK (YP3) KURU HALUA/DAU/DP/2025. Kontrak ditandatangani pada 3 November 2025 dengan waktu pelaksanaan 57 hari kalender, bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, berlokasi di Kabupaten Jayawijaya. Adapun kontraktor pelaksana adalah CV. Yogota, dengan konsultan pengawas CV. Bina Karya.

Pihak pengelola SD Yayasan Pendidikan Papua Pegunungan (YP3), yang diketuai oleh Bapak Jhon Hiluka, menyampaikan kekecewaan mendalam atas belum tuntasnya pekerjaan tersebut. Mereka menilai kondisi ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami yang mengelola Yayasan Pendidikan Papua Pegunungan (YP3) sangat kecewa dengan kondisi ini. Harapan kami agar pembangunan ini segera selesai demi kepentingan anak-anak didik, namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” ungkap perwakilan YP3.
Adapun lembaga sekolah Dasar Yayasan Papua Pegunungan saat ini dipimpin oleh Kepala Sekolah Tihe Lokobal, S.Sos., dengan dukungan Sekretaris Soleman Itlay, S.Pak., serta Bendahara Deky Itlay. Mereka turut merasakan dampak dari belum selesainya pembangunan tersebut terhadap aktivitas pendidikan.

Lebih lanjut, pihak YP3 meminta perhatian serius dari Bupati Kabupaten Jayawijaya untuk segera mengambil langkah tegas terkait kelanjutan proyek tersebut. Mereka mempertanyakan siapa pihak yang akan bertanggung jawab menyelesaikan sisa pekerjaan yang terbengkalai.

“Kami mohon kepada Bapak Bupati Kabupaten Jayawijaya agar dapat membantu memastikan siapa yang akan menyelesaikan sisa pekerjaan ini. Jangan sampai pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat ini terbengkalai,” tegas mereka.
Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek serta memastikan penyelesaiannya tepat waktu, guna mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di Kampung Pugima.













