Example floating
BeritaDaerahKabar LegislatorPendidikanSosial & Budaya

Mahasiswa dan Pelajar Yahukimo di Ujung Ketidakpastian: Terancam Kehilangan Tempat Tinggal di Wamena

12
×

Mahasiswa dan Pelajar Yahukimo di Ujung Ketidakpastian: Terancam Kehilangan Tempat Tinggal di Wamena

Sebarkan artikel ini

WAMENA, DetikPapuaNet— Sejumlah mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Yahukimo, khususnya dari Distrik Kosarek yang berasal dari Kampung Mine, Kampung Tiple, Kampung Konosa, dan Kampung Lulun, kini menghadapi situasi darurat. Mereka terancam kehilangan tempat tinggal (asrama/gubuk) di Wamena setelah adanya permintaan dari pemilik tanah agar lokasi tersebut segera dikosongkan, Senin (13/4/2026).

Salah satu pelajar hendak memikul daun seng yang telah mereka bongkar dari tempat tinggal sebelumnya. Senin, (13/4)2026). Foto/Istimewa.

Situasi ini menjadi pukulan berat bagi para mahasiswa yang selama ini menggantungkan hidup dan masa depan pendidikan mereka pada fasilitas sederhana tersebut. Dengan keterbatasan ekonomi serta tidak adanya alternatif tempat tinggal lain, para mahasiswa kini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas perkuliahan dan proses belajar, bahkan mengancam keberlangsungan pendidikan mereka.

Mahasiswa asal Distrik Kosarek menegaskan bahwa asrama atau gubuk tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga menjadi ruang pembinaan, kebersamaan, dan simbol perjuangan generasi muda Yahukimo dalam meraih pendidikan di tanah rantau.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, para mahasiswa dengan tegas memohon perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), khususnya kepada Ketua Komisi C, Yafet Saram, S.IP, yang merupakan perwakilan dari Distrik Kosarek.

Adapun tuntutan yang disampaikan adalah sebagai berikut:

  • Pemerintah daerah segera turun tangan memfasilitasi penyelesaian masalah antara pemilik tanah dan mahasiswa/pelajar asal empat kampung.
  • DPRD, khususnya perwakilan Distrik Kosarek, diminta memperjuangkan hak-hak mahasiswa sebagai generasi penerus daerah.
  • Pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara serta merencanakan pembangunan asrama permanen bagi mahasiswa asal Kampung Mine, Tiple, Konosa, dan Lulun di Wamena.
  • Adanya perhatian serius terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa dan pelajar asal Distrik Kosarek.
  • Para mahasiswa menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata soal tempat tinggal, melainkan menyangkut masa depan generasi muda Yahukimo. Kehilangan tempat tinggal berarti berisiko kehilangan arah hidup, semangat belajar, dan kesempatan untuk meraih cita-cita.

Mereka berharap adanya langkah cepat, konkret, dan berpihak dari pemerintah daerah dan DPRD guna menyelamatkan masa depan generasi Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Wamena.

“Jangan biarkan kami generasi Yahukimo kehilangan arah hidup hanya karena tidak memiliki tempat tinggal.” lirih mereka.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *