Example floating
BeritaHome

Ketua KNPI Kota Sorong: Dukung Pembangunan Lobat–Ansar Sambil Lakukan Pengawasan yang Konstruktif

20
×

Ketua KNPI Kota Sorong: Dukung Pembangunan Lobat–Ansar Sambil Lakukan Pengawasan yang Konstruktif

Sebarkan artikel ini

Sorong, Detikpapua.Net — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sorong, John Malibela, menyatakan sikap tegas organisasinya: turut mendampingi sekaligus mengawal setiap langkah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Sorong di bawah kepemimpinan Wali Kota Septinus Lobat dan Wakil Wali Kota H. Ansar Karim. Ia menegaskan kemajuan daerah adalah tanggung jawab bersama, yang memerlukan kerja sama erat antara pemerintah dan seluruh elemen warga.

Kota Sorong yang beragam dan terus berkembang, menurut John, membutuhkan pola pembangunan yang terbuka, melibatkan semua pihak, jujur, dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton; mereka harus ditempatkan sebagai pelaku pembangunan yang menyumbangkan gagasan baru, pemikiran segar, dan tenaga nyata demi kemajuan daerah.

John memuji langkah pemerintah yang mulai memperhatikan berbagai bidang penting — mulai dari pembangunan sarana fisik, pendidikan, lingkungan hidup, penerangan jalan, hingga penataan wilayah. Namun ia mengingatkan setiap kebijakan harus disusun berdasarkan data yang akurat, memiliki tolok ukur yang jelas, menggunakan anggaran secara tepat, serta dievaluasi secara berkala.

“Dukungan yang kami berikan bukan berarti menyetujui segala hal begitu saja,” tegas John. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, semangat mendukung dan tugas mengawali berjalan beriringan, guna memastikan arah kebijakan tetap berada untuk kepentingan masyarakat luas.

Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya gedung atau jalan yang dibangun, melainkan seberapa besar dampak yang dirasakan warga. Kualitas pelayanan yang makin baik, pemerataan kesempatan, anggaran yang terpakai tepat sasaran, serta peningkatan taraf hidup masyarakat — itulah ukuran sejati kemajuan.

Menyikapi persoalan banjir, John mengapresiasi upaya pemerintah memperbaiki saluran air dan sistem drainase. Namun ia menegaskan penanganan ini memerlukan pendekatan menyeluruh: tata ruang wilayah, kapasitas saluran, pendangkalan sungai, perubahan penggunaan lahan, daerah resapan air, pengelolaan sampah, hingga aliran air secara keseluruhan.

Oleh karena itu, keberhasilan penanganan banjir tidak cukup dinilai dari seberapa panjang saluran yang dibangun. Yang jauh lebih penting adalah apakah frekuensi dan luasan genangan makin berkurang, kedalaman dan lamanya air menggenang menurun, serta apakah pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam hal pendidikan, KNPI memuji perhatian pemerintah untuk memajukan kualitas sumber daya manusia. John menegaskan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya soal membangun gedung sekolah, tetapi juga meningkatkan mutu cara belajar serta kemampuan para pendidik. Pemerataan akses pendidikan, kemampuan membaca dan berhitung, hingga kualitas hasil belajar harus menjadi fokus utama. Keberhasilan di bidang ini harus dapat dilihat dari angka yang nyata, agar apa yang telah dibiayai benar-benar memperkuat kemampuan dan daya saing generasi muda Kota Sorong.

Di bidang lingkungan hidup, John mendukung visi menjadikan Kota Sorong yang bersih, hijau, aman, nyaman, dan layak ditinggali. Hal ini memerlukan sistem pengelolaan sampah yang teratur, sarana lingkungan yang memadai, kesadaran warga, serta pengawasan yang konsisten. Pembangunan lampu penerangan jalan juga dipuji karena bermanfaat bagi keamanan, kenyamanan berkendara, dan kelancaran kegiatan ekonomi — namun harus disertai rencana pemeliharaan dan anggaran yang menjamin manfaatnya bertahan lama.

Terkait masyarakat adat, John menekankan pentingnya memperkuat hubungan yang saling menghormati antara pemerintah daerah dan warga masyarakat adat. Pengakuan dan penghormatan atas hak-hak mereka harus diwujudkan melalui aturan yang jelas, perlindungan hak, akses kesempatan berusaha, serta ruang untuk ikut menyusun dan melaksanakan rencana pembangunan.

Menjadi putra daerah, kata John, bukan sekadar status, melainkan tanggung jawab moral untuk berkontribusi. Namun pengabdian itu tetap harus berlandaskan kemampuan, kejujuran, kesetaraan, dan kepentingan publik di atas segalanya.

KNPI Kota Sorong mengajak seluruh pemuda untuk lebih aktif berperan: berinovasi, membuka usaha, mengembangkan potensi diri, melakukan kegiatan sosial, serta ikut menyuarakan aspirasi dalam proses pembuatan keputusan.

Pendapat yang berbeda atau kritik yang disampaikan masyarakat bukanlah bentuk penentangan, melainkan bagian dari kehidupan demokrasi. Kritik yang disampaikan secara jujur, berdasar fakta, dan mencari jalan keluar justru membantu pemerintahan memperbaiki kinerjanya.

Karena itu, KNPI mendorong Pemerintah Kota Sorong membuka ruang dialog yang lebih luas — melibatkan pemuda, tokoh masyarakat adat, tokoh agama, perempuan, pelaku usaha, akademisi, hingga berbagai organisasi masyarakat. Kerja sama semua pihak akan memperkuat kebersamaan dan memastikan pembangunan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

John menegaskan KNPI Kota Sorong siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal visi pembangunan di era kepemimpinan Lobat–Ansar. Dukungan ini tetap disertai pengawasan yang membangun, dengan satu tujuan: memastikan setiap langkah pembangunan memberi manfaat nyata bagi seluruh warga, serta mewujudkan Kota Sorong yang adil, tertata, maju, dan lestari.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *