RAJA AMPAT – Semangat persaudaraan, pelayanan, dan penguatan organisasi mewarnai Ibadah Bulanan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Provinsi Papua Barat Daya yang digelar di Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (27/6/2026). Bertempat di kediaman Ketua DPD K3 Raja Ampat, Estefanos Kading, S.Pd., Gr., kegiatan tersebut menjadi momentum meneguhkan kebersamaan warga Kawanua sekaligus memperkokoh komitmen membangun organisasi yang berlandaskan hikmat Tuhan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ivone Masram, S.Th. dan dihadiri Ketua DPW K3 Papua Barat Daya beserta jajaran pengurus, Ketua DPD K3 Kota Sorong, Ketua DPD K3 Kabupaten Sorong, serta pengurus dan anggota DPD K3 Raja Ampat.
Mengangkat perenungan dari Amsal 3:13–20, Pdt. Ivone Masram menegaskan bahwa hikmat Tuhan merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan maupun mengemban tanggung jawab pelayanan di dalam organisasi.
“Hikmat adalah seni menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan. Berbahagialah orang yang memperoleh hikmat, karena nilainya jauh lebih berharga daripada harta dan kekayaan,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusianya, tetapi terutama oleh hikmat Tuhan yang membimbing setiap keputusan dan tindakan.
“Kerukunan ini dapat terus bertahan karena hikmat Tuhan. Ketika seseorang bekerja dengan hikmat dan takut akan Tuhan, maka pekerjaannya menjadi berkat, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa hikmat harus diwujudkan dalam setiap bentuk pengabdian, baik ketika dipercaya mengelola organisasi, mengemban amanah di pemerintahan, maupun melayani masyarakat. Dengan hikmat yang berasal dari Tuhan, setiap tanggung jawab dapat dijalankan secara jujur, bijaksana, dan membawa manfaat bagi sesama.
Ketua DPD K3 Raja Ampat, Estefanos Kading, menyampaikan apresiasi atas kunjungan pengurus DPW K3 Papua Barat Daya bersama rombongan dari Sorong. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi dorongan moral sekaligus penyemangat bagi pengurus K3 di Raja Ampat untuk terus membangun organisasi.
“Ibadah rutin bidang kerohanian ini menjadi sukacita bagi kami. Kehadiran pengurus DPW memberikan motivasi dan penyegaran sehingga kami semakin bersemangat menjalankan roda organisasi di Raja Ampat,” ujarnya.
Estefanos mengakui, sejak terbentuk dan dilantik, kepengurusan K3 Raja Ampat masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam aspek administrasi dan legalitas organisasi. Namun, dukungan dan pendampingan dari DPW menjadi energi bagi seluruh pengurus untuk terus berbenah.
“Kami berharap jangan pernah bosan mengunjungi Raja Ampat. Kehadiran bapak dan ibu semua menjadi semangat bagi kami untuk terus melayani dan membesarkan organisasi ini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPW K3 Papua Barat Daya, Nixsen W. Lintang, S.Si, M.Pd menjelaskan bahwa aspek legalitas organisasi pada tingkat daerah telah difasilitasi melalui kepengurusan pusat yang memiliki badan hukum. DPW, kata dia, akan terus mendampingi DPD Raja Ampat dalam melengkapi berbagai kebutuhan administrasi agar tata kelola organisasi semakin tertib dan profesional.
“Saya melihat perkembangan K3 Raja Ampat sangat baik. Sekretariat sudah tersedia dan aktivitas organisasi terus berjalan. Tinggal kita memperkuat administrasi sehingga organisasi semakin tertata dan mampu berkembang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengundang seluruh pengurus K3 Raja Ampat untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun K3 Papua Barat Daya sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas antarwarga Kawanua di Papua Barat Daya.
Ketua DPW K3 Papua Barat Daya, Lexie Durimalang, SE., MM., menegaskan bahwa ibadah bulanan merupakan sarana memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan seluruh warga Kawanua.

“Kita hadir bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi datang untuk beribadah. Organisasi akan tetap kuat apabila dibangun di atas iman, saling menopang, dan tidak saling menjatuhkan,” katanya.
Menurut Lexie, meskipun baru berdiri sekitar tiga tahun, K3 Papua Barat Daya telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk aksi donor darah dan pelayanan kepada masyarakat.
“Organisasi ini harus terus memberi manfaat, bukan hanya bagi warga Kawanua, tetapi juga bagi masyarakat luas. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus kita pelihara sehingga kehadiran K3 benar-benar menjadi berkat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ibadah bulanan kemudian ditutup dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Lebih dari sekadar agenda rutin organisasi, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan iman, mempererat persaudaraan, memperkuat pelayanan, serta membangun komitmen bersama agar K3 terus menghadirkan nilai-nilai kasih, persatuan, dan pengabdian bagi masyarakat di Papua Barat Daya.















