Example floating
IMG-20260325-WA0024
BeritaHome

Yan Reyaan: Persoalan Tambrauw Harus Dilihat Secara Komprehensif, Pemda Harus Membuka Diri

111
×

Yan Reyaan: Persoalan Tambrauw Harus Dilihat Secara Komprehensif, Pemda Harus Membuka Diri

Sebarkan artikel ini

“Pemerintah harus membuka diri dan membuka ruang komunikasi dengan semua elemen masyarakat terutama pihak gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda, termasuk lawan politik sekalipun,” Yan Alberth Reyaan

Sorong, Detikpapua.Net – Dinamika kehidupan sosial dan keamanan di wilayah Kabupaten Tambrauw akhir-akhir ini cukup memprihatinkan.

IMG-20260318-WA0038

Teranyar, kasus pembunuhan dua orang tenaga kesehatan (Nakes) yang berujung klaim dari kelompok berseberangan menambah kecemasan publik, bagaimana wilayah yang sebelumnya aman kini berubah drastis menjadi zona merah dalam konflik ideologi.

Persoalan di Kabupaten Tambrauw sesungguhnya tidak dapat diatasi dengan pendekatan parsial, melainkan perlu dilihat secara komprehensif dengan melibatkan berbagai aspek dan pemangku kepentingan.

Penanganannya tidak hanya semata menilik ideologi berseberangan tetapi juga instrumen lain yang justru menjadi cela masuknya paham-paham yang mengarah pada ekspresi kekerasan. Selain itu, pemerintah daerah (Pemda) di Tambrauw juga mestinya bisa membuka diri dan berkolaborasi guna mencapai solusi yang berkelanjutan.

Salah seorang tokoh pejuang pemekaran dan juga sebagai putra dari guru perintis yang masuk di Tambrauw, Yan Alberth Reyaan menegaskan, bahwa rangkaian peristiwa yang terjadi di Kabupaten Tambrauw akhir-akhir ini tidak bisa hanya dilihat sebagai bagian dari konflik ideologi antara kaum berseberangan dengan NKRI.

Lebih dari itu, kondisi ini sebenarnya menjadi bagian dari cerminan dan renungan bagi pemerintah untuk lebih jelih dalam mengelola isu-isu sosial yang ada di kalangan masyarakat.

“Ada kesenjangan sosial, ada keretakan komunikasi antara pemerintah dengan elemen masyarakat, para pemangku kepentingan dan stakeholder yang lain. Kami justru melihat kondisi yang hari ini terjadi di Kabupaten Tambrauw merupakan bagian dari semacam alarm bagi pemerintah untuk lebih jelih lagi mengelola isu-isu sosial yang ada,” ujar Yan Alberth kepada awak media di Kota Sorong, Jumat (27/03/2026).

Ia menegaskan, kondisi Tambrauw yang hari ini tidak baik-baik saja, harus menjadi bahan refleksi dan permenungan mendalam bagi pemerintah daerah bersama seluruh jajaran yang ada. Pemerintah harus jelih melihat setiap persoalan di masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, politik dan lain sebagainya.

Pemerintah juga tidak boleh “menciptakan” polarisasi dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Karena resikonya sangat fatal, seperti yang terjadi hari ini, tidak hanya tentang gangguan keamanan, tetapi bisa berakibat terganggunya stabilitas pemerintahan.

Sebagai bagian dari tokoh perjuangan pemekaran Kabupaten Tambrauw, Yan Alberth merasa dirinya perlu untuk memberikan semacam buah pikir sebagai bagian dari tanggungjawab moralnya, yang bisa menjadi rambu-rambu bagi pemerintah daerah khususnya bupati dan wakil bupati Tambrauw dalam meramu kebijakan dan menjalankan roda pemerintahan di Tambrauw.

Menurutnya, perlu ada langkah berani, perlu ada Extraordinary action (aksi luar biasa) oleh seorang kepala daerah untuk mengentaskan semua persoalan mendasar di Kabupaten Tambrauw. Masyarakat perlu diberikan akses yang merata dalam kebutuhan pendidikan, kesehatan, ekonomi, lapangan kerja, politik hingga kesejahteraan.

Sehingga ketika semua kebutuhan ini terpenuhi masyarakat tidak akan sibuk melakukan hal lain yang bisa mengganggu stabilitas keamanan maupun pemerintahan.

“Selain itu pemerintah juga harus membuka diri dan membuka ruang komunikasi dengan semua elemen masyarakat terutama pihak gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda, termasuk lawan politik sekalipun. Tidak boleh ada pengkotak-kotakan. Kemudian harus bisa mempersempit kesenjangan sosial dengan menciptakan kesempatan kerja bagi pemuda yang putus sekolah dan yang tidak bersekolah,” ujar Yan Alberth.

Lebih jauh Yan Alberth membeberkan sebagai orang yang telah menghabiskan waktu mengabdi di Tambrauw bersama orang tuanya selama puluhan tahun, ia mengaku sangat mengenal baik karakteristik budaya dan kebiasaan orang Tambrauw. Menurutnya orang Tambrauw sangat baik, bisa hidup berdampingan dengan siapa saja secara harmomis.

Hanya saja ia mengaku perlu mengingatkan kembali kepada seluruh ASN dan siapa saja dengan profesi apa saja yang bekerja di Tambrauw agar tidak menjadikan Tambrauw sebagai tempat untuk mencari uang atau kekayaan. Bekerja di Tambrauw maka wujudnya adalah pengabdian, sehingga ada kecintaan ada rasa memiliki di dalam diri.

“Saya berharap ASN dan siapa saja yang bekerja di Tambrauw itu harus melihat Tambrauw sebagai lahan pengabdian dan pelayanan, bukan sekedar sebagai tempat mecari uang dan jabatan. Harus diingat betul bahwa kabupaten ini hadir karena perjuangan dengan segala keterbatasan, untuk itu harus dihargai dengan pengadian yang tinggi,” sebut Yan Alberth.

Diakhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh warga Tambrauw agar tetap menjaga kebersamaan dan kekeluargaan sehingga Tambrauw akan tetap menjadi rumah bersama, rumah yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa saja. Ia juga mengajak para hambah Tuhan untuk menaikkan doa kepada Tuhan memohon rahmat kedamaian untuk Kabupaten Tambrauw.

“Saya juga mengajak semua hambah Tuhan dari semua denominasi gereja di Tambrauw untuk ikut mendoakan Tambrauw agar cepat tercipta situasi yg damai dan kondusif, agar pemerintahan bisa berjalan maksimal dan masyarakat bisa menikmati kesejahteraan,” pungkasnya.

IMG-20260319-WA0088
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *