Example floating
BeritaHomePapua Barat DayaPendidikanSosial & Budaya

Jelang Musda IPMPK Papua Barat Daya, Jonias Titus Ohoiner Dinilai Mampu Bawa Perubahan

20
×

Jelang Musda IPMPK Papua Barat Daya, Jonias Titus Ohoiner Dinilai Mampu Bawa Perubahan

Sebarkan artikel ini

SORONG, DetikPapua.Net— Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar Kei (IPMPK) Provinsi Papua Barat Daya yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), Jonias Titus Ohoiner, S.H., seorang advokat muda asal Kei, dinilai layak masuk dalam bursa calon Ketua IPMPK Papua Barat Daya.

Jonias Titus Ohoiner, S.H., Calon Ketua IPMK Provinsi Papua Barat Daya.

Penilaian tersebut disampaikan Fransiskus Tupan, seorang kader IPMPK Kota Sorong, pada Jumat (23/10/2026). Ia menilai Jonias Titus Ohoiner merupakan figur muda yang memiliki potensi, kemampuan, serta latar belakang profesional di bidang hukum untuk memimpin organisasi dan membawa perubahan bagi pemuda, mahasiswa, dan pelajar Kei di Provinsi Papua Barat Daya.

Fransiskus mengatakan, Jonias yang akrab disapa Abang John oleh rekan-rekan pemuda Kei merupakan seorang advokat muda yang berpraktik di Pengadilan Negeri Sorong. Latar belakangnya sebagai praktisi hukum diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat peran IPMPK dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan generasi muda Kei.

Fransiskus Tupan, kader IPMPK Kota Sorong

“Dalam rangka mempersiapkan Musda IPMPK Papua Barat Daya, kami menilai Saudara Jonias Titus Ohoiner, S.H., sangat pantas masuk dalam bursa calon ketua. Beliau merupakan figur muda yang memiliki potensi dan kemampuan untuk memimpin organisasi ini,” ujar Fransiskus Tupan.

Menurutnya, IPMPK Papua Barat Daya membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu berorasi, tetapi juga memahami hukum, memiliki kemampuan berorganisasi, serta mengerti berbagai tantangan yang dihadapi pemuda, mahasiswa, dan pelajar di tengah perkembangan zaman.

Fransiskus berharap, kehadiran sosok seperti Jonias dapat mendorong pengembangan generasi muda Kei di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya melalui berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, advokasi, sosial kemasyarakatan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan bahwa IPMPK harus menjadi wadah pembinaan yang membantu generasi muda Kei memahami jati diri, memperkuat solidaritas, serta mengembangkan potensi agar mampu tampil sebagai agen perubahan bagi masyarakat Kei secara khusus dan masyarakat Kota Sorong secara umum.

“Pemuda Kei membutuhkan organisasi yang mampu memberikan pendampingan, memperluas wawasan, serta meningkatkan pemahaman tentang hukum dan kehidupan bermasyarakat. IPMPK harus hadir untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Fransiskus menilai latar belakang Jonias sebagai praktisi hukum dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong IPMPK menjadi organisasi yang lebih profesional, memiliki pemahaman hukum yang baik, serta mampu mengawal aspirasi pemuda, mahasiswa, dan pelajar Kei di Provinsi Papua Barat Daya.

Menurutnya, kepemimpinan IPMPK ke depan harus berorientasi pada penguatan organisasi, peningkatan kualitas kader, serta keberanian menyuarakan kepentingan generasi muda secara bertanggung jawab. Dengan demikian, organisasi ini dapat menjadi ruang perjuangan dan pengembangan diri bagi pemuda Kei untuk menghadapi tantangan sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah.

Menutup pernyataannya, Fransiskus Tupan berharap Musda IPMPK Papua Barat Daya yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) dapat melahirkan pemimpin muda yang visioner, berintegritas, memahami hukum dan organisasi, serta berani memperjuangkan hak-hak masyarakat Kei. Ia juga mengharapkan seluruh pemuda, mahasiswa, dan pelajar Kei berpartisipasi aktif dalam Musda demi menentukan arah dan masa depan organisasi.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20261020-WA0031