Example floating
BeritaHome

Ari M. Rivai Junus Nahkodai PT Raja Ampat Enterprises, Bidik Potensi Ekonomi Raja Ampat

1
×

Ari M. Rivai Junus Nahkodai PT Raja Ampat Enterprises, Bidik Potensi Ekonomi Raja Ampat

Sebarkan artikel ini

Raja Ampat, Detikpapua.Net – Usai ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Raja Ampat Enterprises dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Raja Ampat pada pertengahan Oktober 2026 lalu, Ari M. Rivai Junus langsung memaparkan sejumlah gagasan untuk membenahi dan mengembangkan BUMD tersebut agar mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Langkah awal yang dinilainya penting adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perusahaan, termasuk melalui audit dan restrukturisasi. Upaya tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi riil BUMD, menata kembali kegiatan usaha, serta menentukan sektor-sektor yang memiliki prospek dan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

Ari menjelaskan, sebelumnya sempat muncul gagasan untuk membentuk BUMD baru. Namun, berdasarkan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pembentukan perusahaan baru membutuhkan proses yang cukup panjang.

Karena itu, pilihan yang diambil adalah melanjutkan perusahaan yang sudah ada melalui restrukturisasi.

“Nanti akan ada tim dari Kemendagri untuk melakukan proses audit. Dari situ kita bisa melihat mana yang masih bisa kita restrukturisasi dan mana yang bisa kita lanjutkan,” ujar Ari saat diminta memberikan paparan terkait konsepnya menahkadoi PT Raja Ampat Enterprises.

Menurutnya, hasil audit akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pembenahan perusahaan secara lebih terarah. Dengan demikian, bidang usaha yang dikembangkan tidak sekadar banyak, tetapi harus realistis, memiliki potensi, dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.

Ari mengaku menerima tanggung jawab besar setelah dipercaya memimpin PT Raja Ampat Enterprises. Ia menyebut dirinya telah mengenal Raja Ampat sejak 2010, termasuk pernah membawa investor untuk mengembangkan potensi gas di Pulau Dua.

“Saya masuk ke Raja Ampat sejak 2010. Pada saat itu saya sudah membawa investor dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun untuk mengelola potensi gas yang ada di Pulau Dua. Namun, rencana tersebut belum terealisasi,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut, kata Ari, semakin memperkuat pandangannya bahwa Raja Ampat memiliki potensi ekonomi yang besar. Menurutnya, reputasi Raja Ampat di tingkat nasional maupun internasional merupakan modal penting untuk menarik minat investor.

“Raja Ampat ini punya nama besar, sangat besar sekali. Di mana pun kita menyebut nama Raja Ampat, orang langsung mengenalnya,” katanya.

Ia menilai pariwisata menjadi salah satu kekuatan utama daerah yang perlu dijaga kualitas dan nilai jualnya. Raja Ampat, menurutnya, telah dikenal sebagai destinasi wisata dengan daya tarik tinggi, termasuk bagi wisatawan yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menikmati perjalanan ke wilayah kepulauan tersebut.

“Kalau untuk turis domestik, Raja Ampat ini wisata mahal. Orang kalau tidak punya uang tidak bisa datang ke Raja Ampat. Itu harus kita jaga karena ini punya nilai jual,” ujarnya.

Meski demikian, Ari menegaskan pengembangan ekonomi Raja Ampat tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Potensi perikanan juga perlu dikelola secara serius agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.

Ia mencontohkan peluang pengembangan sektor perikanan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk pelabuhan perikanan. Namun, setiap rencana investasi, menurutnya, harus didasarkan pada perhitungan potensi ekonomi dan manfaat yang dapat dihasilkan.

“Kalau kita investasi, misalnya untuk pembangunan infrastruktur perikanan, kita harus melihat berapa besar potensi yang ada dan berapa besar manfaat yang bisa kembali kepada daerah,” jelasnya.

Aksesibilitas Jadi Kunci Investasi

Ari juga menyoroti aksesibilitas sebagai faktor penting dalam mendorong investasi. Konektivitas, terutama transportasi udara, menjadi salah satu hal yang kerap ditanyakan investor ketika mempertimbangkan peluang usaha di Raja Ampat.

Menurutnya, keterbukaan akses akan memperbesar peluang terjadinya interaksi bisnis, memperlancar mobilitas, serta membuka ruang bagi masuknya investasi. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas perlu menjadi perhatian bersama.

“Selain akses darat, semakin terbuka lebar akses, semakin besar ruang untuk terjadinya interaksi bisnis dan kemampuan ekonomi,” katanya.

BUMD Harus Diawasi Bersama

Selain pembenahan usaha, Ari menekankan pentingnya pengawasan dan tata kelola yang baik dalam menjalankan BUMD. Ia berharap pengelolaan PT Raja Ampat Enterprises dapat diketahui secara terbuka oleh pemerintah daerah, jajaran komisaris, serta masyarakat.

Dalam diskusinya dengan Kemendagri, Ari mengungkapkan pernah muncul pertanyaan mengenai bidang usaha yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bahwa komunikasi, pelaporan, dan pengawasan harus berjalan secara konsisten.

“Semua harus tahu perusahaan ini bergerak di bidang apa dan apa yang dikerjakan. Itu karena fungsi pengawasan dan pelaporan harus berjalan,” ujarnya.

Ia pun mengajak jajaran komisaris, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk ikut memberikan masukan serta mengawasi perjalanan perusahaan. Ari mengakui masih membutuhkan banyak pengetahuan mengenai kondisi dan karakteristik ekonomi Raja Ampat, sehingga masukan dari masyarakat yang telah lama tinggal di daerah tersebut sangat penting.

“Saya juga perlu banyak masukan. Orang yang sudah lama tinggal di Raja Ampat tentu lebih tahu kondisi di sini. Saya hadir bukan semata-mata karena keinginan saya, tetapi saya yakin Tuhan yang menggerakkan saya untuk berada di sini,” tuturnya.

Ari menegaskan komitmennya untuk bekerja bersama Bupati Raja Ampat, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran komisaris, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah. Ia juga menyatakan terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari proses pembenahan perusahaan.

“Saya orang yang paling senang kalau ditegur. Kalau saya ditegur berarti masih ada yang sayang kepada saya. Jadi saya perlu sekali masukan dan pengawasan,” katanya.

Dengan evaluasi, restrukturisasi, dan penguatan tata kelola sebagai langkah awal, Ari berharap PT Raja Ampat Enterprises dapat berkembang menjadi BUMD yang sehat dan profesional. Ia ingin perusahaan mampu mengelola potensi pariwisata, perikanan, serta sektor ekonomi lainnya secara terukur, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat Raja Ampat.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20261020-WA0031