WAISAI, DETIKPAPUA.NET — Pergantian kepemimpinan di SMP YPPK Santa Maria Regina Waisai menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan pendidikan. Sekretaris Eksekutif YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong, Drs. Simon Isak Mendopma, menegaskan bahwa kedisiplinan dan profesionalisme guru menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu sekolah, Rabu, (2/9/2026).

Simon mengatakan, para suster, guru, dan tenaga kependidikan yang mengabdikan diri di sekolah-sekolah YPPK memiliki peran penting dalam mendidik dan membentuk generasi muda. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta pelayanan yang telah diberikan selama ini.
Menurutnya, perpindahan atau rotasi para suster merupakan bagian dari kebutuhan pelayanan dan tugas perutusan kongregasi. Meskipun proses tersebut terkadang menghadirkan rasa sedih karena harus berpisah dengan orang-orang yang selama ini bersama dalam pelayanan, keputusan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari panggilan untuk melayani di tempat lain.

Simon menegaskan bahwa profesi guru tidak boleh dipandang hanya sebagai pekerjaan untuk mendapatkan gaji. Guru harus melihat tugasnya sebagai panggilan dan tanggung jawab moral untuk mengajar, mendidik, membimbing, serta membentuk karakter peserta didik.
“Guru bukan hanya datang untuk mengajar, tetapi hadir untuk mendidik dan membentuk anak-anak,” demikian pesan yang ditekankan dalam momentum tersebut.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan. Para guru diharapkan hadir tepat waktu, menjalankan tugas secara konsisten, mempersiapkan pembelajaran dengan baik, serta tidak menjadikan keterlambatan dan ketidakhadiran sebagai kebiasaan.

Simon menilai kualitas sekolah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya. Karena itu, guru dan tenaga kependidikan diminta terus meningkatkan kompetensi, integritas, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia mengajak seluruh komponen pendidikan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, para suster, yayasan, orang tua, dan masyarakat perlu membangun kerja sama yang kuat demi kemajuan sekolah dan keberhasilan peserta didik.
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” menjadi semangat yang ditekankan Simon dalam membangun kebersamaan. Menurutnya, berbagai tantangan dalam dunia pendidikan akan lebih mudah dihadapi apabila seluruh pihak memiliki komitmen dan tujuan yang sama.
Dalam momentum tersebut, YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong mempercayakan kepemimpinan SMP YPPK Santa Maria Regina Waisai kepada Sr. Veronica Manaan, Dsy., S.Ag. Kehadiran pemimpin baru diharapkan dapat melanjutkan pelayanan yang telah berjalan sekaligus membawa semangat baru dalam pengembangan sekolah.

Sr. Veronica menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membangun kerja sama bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan. Ia juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan spiritual peserta didik.

Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi awal untuk semakin memperkuat SMP YPPK Santa Maria Regina Waisai sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pelayanan.












