MAYBRAT, DetikPapua.Net — Pentahbisan tiga Diakon Ordo Santo Agustinus (OSA) menjadi imam yang dilaksanakan di Paroki Santo Yosef Ayawasi, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menjadi momentum penuh sukacita dan kebanggaan bagi umat Katolik. Perayaan tersebut berlangsung pada Jumat, (28/8/2026). Ketiga imam baru yang ditahbiskan yakni Pater Simon Welerubun, OSA., Pater Carlos Filipe Ximenes Belo Sedik, OSA., dan Pater Yakobus Bobby Arwalembun, OSA.

Tokoh Umat Katolik Papua, Gabriel Asem, S.E., M.Si., mengaku bangga atas pentahbisan tiga imam tersebut. Menurutnya, jumlah imam Orang Asli Papua (OAP) masih sangat sedikit, terlebih dari Ordo Santo Agustinus. Karena itu, lahirnya tiga imam baru menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat dan keluarga. Ia juga menyebut Ayawasi dan Senopi memiliki sejarah panjang sebagai wilayah karya pelayanan Ordo Santo Agustinus di Tanah Papua.
Gabriel mengatakan, bertambahnya jumlah imam diharapkan semakin memperkuat pelayanan Gereja kepada umat yang tersebar di berbagai wilayah, baik di perkotaan maupun pedalaman. Menurutnya, seorang imam harus memiliki semangat untuk hadir dan melayani umat hingga ke pelosok, tanpa membatasi diri pada wilayah tertentu.
“Sebagai seorang imam harus sampai ke pelosok-pelosok manapun tanpa pilih kasih. Tidak boleh membeda-bedakan warna kulit, kondisi ekonomi dan segala macam. Semua harus dilayani secara merata sebagai umat Tuhan,” tegasnya.
Ia menilai, pelayanan tanpa pilih kasih merupakan konsekuensi dari panggilan imamat. Kehadiran imam harus menjadi wujud nyata kasih Tuhan bagi seluruh umat, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi maupun kondisi kehidupan masyarakat.
Kepada para frater yang saat ini sedang menjalani pendidikan dan mempersiapkan diri menuju tahbisan, Gabriel berpesan agar mereka terus tekun, berjuang dan tidak mudah menyerah.
“Saya ingin mengajak para frater untuk terus berjuang sampai mencapai cita-cita. Semoga suatu saat nanti kalian juga ditahbiskan seperti ini dan menjadi kebanggaan keluarga,” pesannya.
Gabriel berharap pentahbisan tiga imam OSA tersebut menjadi momentum untuk menyuburkan panggilan imam dan hidup bakti di Tanah Papua. Ia mengajak umat dan keluarga Katolik terus memberikan doa, dukungan dan motivasi kepada para frater agar semakin banyak anak Papua yang bersedia mempersembahkan hidupnya untuk pelayanan Gereja dan umat hingga ke pelosok Tanah Papua.















