Example floating
HUT-NKRI-81-2026
BeritaHome

Seminari PvD Gelar Seminar Akademik Berjudul Dampak Kurang Tidur Terhadap Performa Belajar: Tinjauan Psikologis dan Biologis

0
×

Seminari PvD Gelar Seminar Akademik Berjudul Dampak Kurang Tidur Terhadap Performa Belajar: Tinjauan Psikologis dan Biologis

Sebarkan artikel ini

Sorong, Detikpapua.Net – SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen Aimas kembali menyelenggarakan sidang akademik. Sidang akademik sebagai wadah bagi para siswa/i untuk mengaktualisasikan kemampuan akademik mereka. Dalam sidang yang berlangsung khidmat di Aula Sekolah tersebut, para pemateri memaparkan riset mendalam mengenai “Dampak Tidur terhadap Performa Belajar Sebuah Tinjauan Psikologis dan Biologis”.

Di hadapan dewan guru dan para siswa/i, pemateri menyoroti bagaimana pola tidur berdampak langsung pada daya ingat, konsentrasi, serta daya tahan mental siswa/i dalam menjalani rutinitas harian yang padat, baik di dalam asrama maupun di luar asrama.

Poin utama paparan Sidang akademik dari sisi biologis (Konsolidasi Memori): pemateri menjelaskan bahwa saat tidur nyenyak (Deep Sleep dan REM Sleep), otak melakukan penguatan memori atas materi pelajaran yang dipelajari sepanjang hari. Kurang tidur secara fisiologis menghambat kerja korteks prefrontal, yang memicu penurunan daya ingat jangka pendek dan koordinasi motorik.

Sementara itu dari sisi psikologis (Regulasi Emosi & Konsentrasi): tingkat kecukupan tidur berkorelasi lurus dengan kestabilan emosi dan tingkat kecemasan. Para Siswa/i yang memiliki pola tidur teratur menunjukkan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi saat pembelajaran di kelas serta memiliki resiliensi yang lebih baik saat menghadapi tekanan akademik.

Relevansinya terhadap kehidupan para siswa/i: Riset ini memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen waktu para siswa/i dan menekankan bahwa menjaga keseimbangan antara doa, studi dan istirahat malam yang cukup (7–8 jam) bukanlah bentuk kelalaian, melainkan kunci optimalisasi prestasi akademik dan kesehatan mental.

Salah satu peserta yang mengikuti sidang akademik Ecclesia Baru mengatakan “Selama ini kami sering menganggap bahwa belajar hingga larut malam adalah bentuk kedisiplinan tertinggi. Namun melalui penelusuran biologis dan psikologis, riset ini membuktikan bahwa tanpa tidur yang cukup, otak tidak dapat mengonsolidasi informasi secara optimal. Tidur yang berkualitas adalah bagian dari pembinaan diri yang utuh.”

Dewan guru memberikan apresiasi tinggi atas ketajaman metodologi dan relevansi praktis yang dibawakan.

“Karya ilmiah yang dibawakan oleh pemateri memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan karakter dan akademis di seminari. Ini mengingatkan kita semua bahwa kehidupan spiritual dan intelektual yang sehat harus berdiri di atas tubuh dan otak yang terawat dengan baik” ujar Melkiades.

Penulis: Yohanes SoleEditor: Yohanes Kossay
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2-20260805-175449-0001