Example floating
BeritaHomeKabar LegislatorPapua Barat DayaPemerintahanPendidikan

BAHARI IKMARA Digelar di GOR UNIMUDA Sorong, Franky Umpain Dorong Penguatan Integritas Mahasiswa Raja Ampat

64
×

BAHARI IKMARA Digelar di GOR UNIMUDA Sorong, Franky Umpain Dorong Penguatan Integritas Mahasiswa Raja Ampat

Sebarkan artikel ini

SORONG, DetikPapua.Net — Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (IKMARA) Kabupaten Sorong menggelar kegiatan BAHARI (Bina Harmoni Integritas Mahasiswa Raja Ampat) sebagai bagian dari penerimaan mahasiswa baru sekaligus pembinaan awal bagi generasi muda Raja Ampat yang menempuh pendidikan di Kabupaten Sorong.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Integritas Muda Raja Ampat untuk Mencapai Kepemimpinan yang Lebih Baik” tersebut berlangsung di GOR UNIMUDA Sorong, Rabu (23/9/2026), dan dibuka secara resmi oleh Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPR Provinsi Papua Barat Daya, Franky Umpain, yang sekaligus menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (IKMARA) Kabupaten Sorong saat menggelar kegiatan BAHARI (Bina Harmoni Integritas Mahasiswa Raja Ampat) di Aula GOR Unimuda Sorong. Rabu, (23/9/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Sebagai pemateri, Franky menyampaikan pentingnya mahasiswa Raja Ampat membangun integritas, kepercayaan diri, rasa persaudaraan serta kemampuan memimpin diri sendiri sejak berada di bangku perguruan tinggi.

Menurut Franky, dukungan terhadap mahasiswa tidak selalu harus diberikan dalam bentuk finansial. Kehadiran para senior untuk berbagi ilmu, pengalaman dan motivasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa.

Ketua Kelompok Khusus (Poksus) DPR Provinsi Papua Barat Daya, Franky Umpain, saat menjelaskan tujuan kehadirannya kepada awak media ini. Rabu, (23/9/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Dukungan itu tidak harus dan tidak mesti secara langsung dalam bentuk finansial. Kehadiran kita bersama-sama dengan mereka untuk berbagi ilmu dan pengalaman menjadi hal penting bagi setiap anak Raja Ampat yang hari ini merasa menjadi bagian dari generasi yang sedang mempersiapkan masa depan Raja Ampat,” ujar Franky.

Ia menilai kegiatan penerimaan mahasiswa baru dan pembinaan seperti BAHARI perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Sebab, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus dimulai dari mempersiapkan sumber daya manusia.

“Kurang pas kalau kegiatan mahasiswa seperti ini tidak dihadiri dinas terkait. Mandat otonomi khusus lebih banyak berbicara tentang pendidikan. Kalau kita ingin membangun Papua, itu dimulai dari mempersiapkan SDM,” katanya.

Franky mengatakan BAHARI menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dunia kampus kepada mahasiswa baru asal Raja Ampat sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu menjadi pemimpin di masa depan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar belajar memimpin diri sendiri sebelum berbicara mengenai kepemimpinan di tengah masyarakat.

“Kalau hari ini kita menentukan diri untuk menjadi mahasiswa, maka kita harus memimpin diri sendiri untuk menyelesaikan pendidikan. Jangan sampai kita tidak mampu memimpin diri sendiri ketika masuk dunia kampus,” tegasnya.

Franky juga berpesan kepada mahasiswa baru agar menjaga kepercayaan orang tua yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk meninggalkan kampung halaman dan melanjutkan pendidikan di Kabupaten Sorong.

“Orang tua di kampung sudah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk kuliah. Kepercayaan itu harus dijaga sampai mereka kembali membawa hasil,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa yang datang dari kampung membawa harapan keluarga dan masyarakat. Karena itu, pendidikan yang sedang ditempuh harus dipandang sebagai tanggung jawab untuk mempersiapkan diri dan kemudian memberikan kontribusi bagi pembangunan Raja Ampat.

Franky juga mengajak mahasiswa menjaga persatuan dan tidak terjebak pada sekat-sekat wilayah.

“Jangan kita bicara Raja Ampat hanya terbagi dalam wilayah-wilayah tertentu. Kita bicara Raja Ampat secara keseluruhan, dari Misool sampai Ayau. Kebersamaan, kepercayaan dan rasa saling menghormati harus dijaga,” katanya.

Ia menilai keberadaan IKMARA menjadi salah satu wadah penting untuk mulai menata mahasiswa Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya, termasuk mendata jumlah mahasiswa, perguruan tinggi tempat mereka belajar dan bidang pendidikan yang ditempuh.

Menurut Franky, data tersebut penting agar empat tahun ke depan dapat diketahui berapa banyak mahasiswa Raja Ampat yang berhasil menyelesaikan pendidikan dari berbagai perguruan tinggi dan bidang keilmuan.

“Ini sumber daya manusia Raja Ampat yang harus mulai kita hitung dari sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IKMARA Kabupaten Sorong, Asriel Mambraku, mengatakan kegiatan BAHARI diharapkan dapat melahirkan kader-kader muda yang memiliki integritas dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Raja Ampat.

Ketua IKMARA Kabupaten Sorong, Asriel Mambraku saat memberikan keterangan kepada awak media ini. Rabu, (23/9/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Namun, di tengah kegiatan penerimaan mahasiswa baru tersebut, IKMARA juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi mahasiswa Raja Ampat di Sorong.

Asriel mengungkapkan, pihaknya saat ini mengawal sekitar 44 mahasiswa yang terdaftar melalui program pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Menurutnya, biaya pendidikan bagi mahasiswa tersebut hingga kini belum seluruhnya diselesaikan sehingga berdampak terhadap keberlanjutan studi sejumlah mahasiswa.

“Kami sedang mengawal 44 mahasiswa yang mendaftar melalui program pemerintah. Sampai hari ini biaya mereka belum dibayarkan, sehingga ada yang tidak bisa melanjutkan kuliah, terutama mahasiswa baru yang masih berada pada semester pertama,” ungkap Asriel.

Ia meminta pemerintah Kabupaten Raja Ampat memberikan perhatian terhadap mahasiswa yang menempuh pendidikan di Sorong, termasuk memastikan program bantuan pendidikan dapat berjalan dan tepat sasaran.

Menurut Asriel, berdasarkan data internal IKMARA, terdapat sekitar 180 mahasiswa baru dan sekitar 250 mahasiswa lama yang masih aktif di Kota Sorong. Jumlah tersebut belum termasuk mahasiswa yang belum aktif atau belum terdata secara keseluruhan.

“Selama ini kami kesulitan mendapatkan data mahasiswa Raja Ampat yang ada di Papua Barat Daya. Karena itu, melalui IKMARA kami mulai menata data tersebut agar ke depan pemerintah bisa mengetahui berapa jumlah mahasiswa, mereka kuliah di mana, jurusannya apa, dan berapa yang sudah menyelesaikan pendidikan,” jelasnya.

Selain persoalan biaya pendidikan, IKMARA juga menyoroti kebutuhan tempat tinggal mahasiswa. Asriel mengatakan mayoritas mahasiswa Raja Ampat di Sorong masih tinggal di kos dengan biaya yang ditanggung secara pribadi.

Ia menyebut biaya kos mahasiswa berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan, tergantung lokasi dan fasilitas.

“Kebanyakan mahasiswa masih kos dan biaya itu menjadi tanggungan pribadi. Ini menjadi salah satu beban bagi mahasiswa yang orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi,” katanya.

IKMARA juga mendorong pemerintah Kabupaten Raja Ampat mempercepat penyelesaian kebutuhan asrama mahasiswa di Sorong sehingga mahasiswa tidak terus bergantung pada tempat kos.

Ketua Panitia BAHARI IKMARA, Niklas Tolowat, menjelaskan kegiatan penerimaan mahasiswa baru tersebut diikuti sebanyak 54 mahasiswa.

Ketua Panitia BAHARI IKMARA, Niklas Tolowat, saat menjelaskan kegiatan penerimaan mahasiswa baru. Rabu, (23/9/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Niklas mengatakan, pada tahap awal panitia menerima sekitar 84 formulir pendaftaran. Setelah proses pengembalian dan verifikasi, sebanyak 54 mahasiswa mengikuti kegiatan BAHARI.

“Kegiatan ini berlangsung mulai 23 September sampai 25 September 2026. Peserta yang mengikuti kegiatan sampai penutupan merupakan peserta yang akan menjadi bagian dari keanggotaan IKMARA,” jelas Niklas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk Franky Umpain yang memberikan bantuan kebutuhan konsumsi berupa beras dan kebutuhan lainnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, sejumlah organisasi perangkat daerah, pihak kampus serta para alumni mahasiswa Raja Ampat yang memberikan bantuan dalam berbagai bentuk.

Niklas berharap dukungan tersebut dapat terus diberikan karena proses pembinaan mahasiswa membutuhkan keterlibatan bersama.

“Kami sangat mengharapkan pemerintah hadir sebagai orang tua yang memberikan dukungan dan perhatian kepada adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Kegiatan BAHARI dijadwalkan berlangsung hingga 25 September 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Raja Ampat untuk membangun karakter, integritas, kebersamaan serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Raja Ampat.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *