Penyambutan Anggota Paskibraka Sudah Sesuai Prosedur, Pemprov Siap Berbenah Agar Kedepan Lebih baik
Sebarkan artikel ini
Sorong, Detikpapua.Net – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selaku penanggungjawab Paskibraka di tingkat provinsi, menanggapi sekaligus menyampaikan klarifikasi, terkait adanya ungkapan kekecewaan dari orang tua Anggota Paskibraka nasional asal Papua Barat Daya yang menyebut prosesi penyambutan kedua anggota Paskibraka tidak meriah dan terkesan tidak menghargai jasa keduanya usai mengibarkan Bendera di Istana Negara.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si menegaskan bahwa penyambutan Paskibraka Nasional bukanlah ajang kompetisi atau perayaan yang memerlukan konvoi besar atau arak-arakan. Tugas yang diemban oleh peserta Paskibraka Nasional adalah bagian dari tanggung jawab negara yang memiliki nilai pendidikan, pembinaan karakter, dan wawasan kebangsaan.
Ia menyebut, Prosesi penyambutan yang dilakukan di Bandara DEO dan Kantor Gubernur merupakan bagian dari mekanisme yang telah diatur oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yang bertujuan untuk menyerahkan kembali peserta kepada sekolah asal dan keluarga mereka.
“Kami memahami bahwa setiap prestasi yang dicapai oleh anak-anak bangsa, khususnya yang terlibat dalam Paskibraka Nasional, patut dihargai dengan sebaik-baiknya. Namun, perlu kami tegaskan bahwa penyambutan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku adalah untuk menjaga kesopanan, formalitas, dan ketertiban. Tugas Paskibraka bukan sekadar ajang hiburan atau perayaan, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter anak bangsa sebagai bagian dari tugas negara,” ujar Dr. Sellvyana sebagaimana rilis yang diterima media ini, Senin (25/08/2025).
Acara penyerahan dua anggota Paskibraka nasional asal Papua Barat Daya yang digelar di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, beberapa waktu lalu.
Selama ini, lanjut Dr. Sellvyana prosesi penyambutan dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan rasa hormat terhadap tanggung jawab yang telah diemban oleh peserta. Ini adalah tugas yang mereka jalani dengan penuh dedikasi, bukan kompetisi atau acara yang harus dirayakan dengan perayaan yang berlebihan.
“Kami juga ingin menginformasikan bahwa seluruh mekanisme yang dilakukan dalam penyambutan ini sudah sesuai dengan pedoman yang telah disepakati antara pemerintah pusat dan daerah. Kami terus berkomitmen untuk memberikan penghargaan yang pantas terhadap prestasi anak-anak bangsa, namun tetap mengedepankan kesederhanaan dan rasa tanggung jawab terhadap tugas negara yang telah mereka laksanakan,” sebut Dr. Sellvyana.
Ia berharap, klarifikasi tersebut dapat memperjelas segala bentuk kesalahpahaman yang terjadi dan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai prosesi penyambutan Paskibraka Nasional yang selama ini telah dilakukan dengan penuh kehormatan dan sesuai dengan aturan yang ada.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa penyambutan yang diadakan bukan untuk meremehkan pencapaian anak-anak Papua Barat Daya, namun lebih sebagai bentuk penghormatan yang sesuai dengan mekanisme yang ada. Pihaknya percaya bahwa setiap upaya yang dilakukan dalam mendidik dan membina anak-anak bangsa adalah bentuk penghargaan terbaik yang dapat diberikan oleh negara.
“Sebagai pemerintah daerah, kami akan terus memperbaiki dan mengevaluasi mekanisme penyambutan ini, agar di masa depan, prestasi anak bangsa dapat lebih diapresiasi dengan cara yang lebih tepat dan sesuai dengan semangat kebangsaan,” ungkapnya.
Diakhir penyampaiannya, ia berharap masyarakat dapat memahami konteks ini dengan bijak, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
“Tugas Paskibraka Nasional adalah tugas rutin yang sangat mulia, dan seharusnya dihargai dengan cara yang penuh penghayatan akan nilai-nilai kebangsaan dan bukan sebagai ajang pamer atau perayaan berlebihan,” tutup Dr. Sellvyana.