Example floating
IMG-20260621-WA0028
BeritaPapua Barat Daya

Ketua TP PKK Raja Ampat Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Gunakan Gawai Secara Bijak

2
×

Ketua TP PKK Raja Ampat Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Gunakan Gawai Secara Bijak

Sebarkan artikel ini
Ket: Ketua Tim Penggerak PKK Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam (berlutut) mengajar dan memberikan penjelasannya tentang penting membaca bagi anak-anak SD YPK Sion Warsambin, Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Kamis (23/7/2026)
Ket: Ketua Tim Penggerak PKK Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam (berlutut) mengajar dan memberikan penjelasannya tentang penting membaca bagi anak-anak SD YPK Sion Warsambin, Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Kamis (23/7/2026)

RAJA AMPAT – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya penggunaan gawai kepada anak tanpa pendampingan. Menurutnya, keluarga memegang peran penting dalam melindungi anak dari dampak negatif teknologi digital sekaligus memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan dan tumbuh dalam budaya literasi.

Pesan tersebut disampaikan Ny. Rusmiati Burdam saat menghadiri Festival Anak Raja Ampat 2026 yang diselenggarakan Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) di SD YPK Sion Warsambin, Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Kamis (23/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Dalam siaran pers yang diterima dari Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Raja Ampat, Petrus Rabu, S.Fil Kamis (23/7/2026), dijelaskan bahwa Ketua TP PKK Raja Ampat dalam kesempatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada anak-anak, tetapi juga menitipkan pesan penting kepada para orang tua agar lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan teknologi digital secara sehat dan bertanggung jawab.

Di hadapan ratusan siswa, guru, dan masyarakat, Ny. Rusmiati Burdam menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menghadirkan kebijakan sekolah gratis sehingga tidak boleh ada lagi anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan.

“Anak-anak harus wajib belajar. Tidak boleh ada lagi yang tidak sekolah. Sekarang di Raja Ampat sekolah sudah gratis,” tegasnya.

Selain mengajak anak-anak untuk terus bersekolah, Ny. Rusmiati Burdam juga mengingatkan pentingnya menggunakan telepon genggam secara bijak. Menurutnya, kebiasaan bermain gim atau menghabiskan waktu menonton berbagai konten digital secara berlebihan dapat mengurangi semangat belajar dan menghambat perkembangan anak.

“Kalau terlalu banyak main game atau terus-menerus menonton di HP, akhirnya lupa belajar. Itu yang harus dihindari,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan gawai yang tidak diawasi orang tua juga berpotensi membuka ruang bagi anak untuk terpapar berbagai konten negatif maupun menjadi korban berbagai bentuk kekerasan. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

“Sekarang ini banyak terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Karena itu anak-anak harus berhati-hati menggunakan HP, dan orang tua harus terus mendampingi,” pesannya.

Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam tidak hanya menyampaikan arahan, tetapi juga terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Ia berdialog dan melakukan tanya jawab bersama anak-anak mengenai pentingnya belajar, kebiasaan membaca, serta cita-cita mereka di masa depan. Suasana berlangsung hangat ketika para siswa dengan antusias menjawab setiap pertanyaan yang disampaikannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Rusmiati Burdam menyerahkan bantuan berupa tas sekolah kepada sejumlah anak sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar. Ia juga duduk bersama anak-anak, membimbing mereka membaca buku, mendengarkan kemampuan membaca mereka, sekaligus memberikan motivasi agar gemar membaca sejak usia dini.

Kehadiran Ketua TP PKK Raja Ampat di tengah-tengah anak-anak menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan terlindungi. Menurut Ny. Rusmiati Burdam, membangun generasi unggul tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dalam membentuk karakter, membiasakan budaya membaca, serta mengawasi penggunaan teknologi digital secara bijaksana.

Festival Anak Raja Ampat 2026 yang digagas Tim KKN-PPM UGM menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional. Selain diikuti anak-anak PAUD, TK, dan SD, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat perlindungan anak dan pemberdayaan keluarga.

Menutup arahannya, Ny. Rusmiati Burdam mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan rumah sebagai tempat pertama bagi anak belajar, membaca, dan bertumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, serta penuh kasih sayang.

“Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Dampingi mereka belajar, batasi penggunaan gawai, biasakan membaca, karena anak-anak hari ini adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Raja Ampat,” pungkasnya.

Penulis: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *