Sorong, Detikpapua.Net – Dalam upaya menumbuhkan minat baca dan memperluas wawasan generasi muda, siswa-siswi Seminari Petrus van Diepen di Kabupaten Sorong sukses menggelar seminar akademik bertajuk “Menyalakan Lentera Mimpi Melalui Cahaya Literasi: sebuah perjalanan menuju masa depan yang gemilang”.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini menjadi wadah diskusi ilmiah sekaligus mendorong semangat belajar bagi para siswa-siswi.
Seminar akademik ini mengedepankan sebuah gagasan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi utama dalam memahami dan mengasah kemampuan berpikir kritis.

Dalam pemaparannya, para pemateri yang terdiri dari siswa-siswi kelas XI (kelompok 1) ini menyoroti tantangan budaya literasi saat ini, seperti pesatnya arus informasi digital hingga pentingnya dukungan lingkungan keluarga dan sekolah. Para pemateri menekankan bahwa literasi yang tinggi mampu mengoptimalkan daya kritis pelajar untuk meraih cita-cita mereka.
“Literasi merupakan kemampuan multidimensi dalam memahami, menganalisis dan menggunakan rasio dengan berpikir kritis. Peningkatan budaya literasi memerlukan strategi berkelanjutan berupa pembiasaan harian, pemanfaatan teknologi positif dan sinergi kolektif antara sekolah, keluarga dan masyarakat. Harapan kami, para siswa-siswi dapat membiasakan bahkan membudayakan literasi sebagai alternatif terbaik guna membentengi diri dari pengaruh dominasi media sosial lainnya,” ujar Paulus Sakmando, siswa kelas XI B.

Selain pemaparan materi, acara ini juga dirangkai dengan sesi diskusi interaktif. Para siswa-siswi diajak untuk merumuskan langkah-langkah praktis dalam membangun habitus atau pembiasaan membaca harian, memanfaatkan teknologi secara positif, serta mengusulkan inovasi seperti penyediaan pojok baca yang menarik di ruang-ruang kelas.

Melalui seminar ini, Seminari Petrus van Diepen dapat terus menjadi pelopor pembentukkan karakter generasi muda Papua yang berwawasan luas, kritis, serta memiliki semangat juang tinggi dalam meraih mimpi melalui budaya literasi.












