Manokwari, Detikpapua.Net – Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) FGM GKI di Tanah Papua, dan khususnya di Provinsi Papua Barat terus melakukan pembenahan dan pengembangan organisasi dalam konsolidasi maupun menyiapkan kader muda gereja yang tangguh, kompeten, mandiri, berkualitas dan bertanggungjawab terhadap gereja dan masa depan Pembangunan. Salah satu yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua (DPW FGM GKI TP) Provinsi Papua Barat melalui pertemuan bersama Ketua Dewan Kurator FGM GKI Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si yang juga selaku Gubernur Papua Barat. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Kompleks Susweni pada Rabu, 08 Juli 2026.

Pertemuan dilaksanakan dengan menyampaikan beberapa agenda organisasi seperti, 1). Perkembangan persiapan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FGM GKI TP Kabupaten Manokwari Selatan pada akhir Bulan Juli 2026 dan DPC Kabupaten Fakfak pada akhir Bulan Agustus 2026, 2). Penyerahan hasil Seminar dan Dialog Pembangunan Papua dalam dokumen yang diberi nama Deklarasi Amban dan 3). Penyampaian perkembangan penulisan Buku Biografi “Dominggus Mandacan Pemimpin Nasional dari Tanah Papua, Membangun Dengan Hati, Mempersatukan Dengan Kasih” maupun Dinamika Pembangunan di Provinsi Papua Barat, ungkap Ketua FGM GKI Papua Barat, Prof. Dr. Sepus Fatem, M.Sc saat dijumpai oleh Awak Media ini.

Pertemuan tersebut dipandu oleh Sekretaris II DPW FGM GKI TP Provinsi Papua Barat, Disyan Paa, SHi yang diawali dengan menyampaikan maksud pertemuan bersama dengan Ketua Dewan Kurator FGM GKI Provinsi Papua Barat. Diskusi hangat dan pemaparan singkat diberikan kepada TIM Kerja DPW FGM GKI Papua Barat yang kemudian menjelaskan persiapan pelantikan DPC Kabupaten Manokwari Selatan dan DPC Kabupaten Fakfak oleh Ketua Tim Kerja Pembekalan dan Pelantikan, Stefani Peday, SHI, demikian paparnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ‘’ ijin lapor kepada Bapak Gubernur selaku ketua Dewan Kurator bahwa Tim Kerja sudah melakukan koordinasi, komunikasi dan arahan awal bersama rekan – rekan di DPC FGM GKI Kab Manokwari Selatan dan DPC FGM GKI Kab Fak-fak yang pada dasarnya kegiatan pembekalan dan pelantikan DPC Mansel akan dilaksanakan diakhir bulan Juli, diantara tanggal 24 dan 25 Juli 2026 ini”, ujar Stefani Peday, SHI, anggota FGM GKI Papua Barat Bidang Organisasi dan Pengkaderan.
Selanjutnya di sesi berikut berupa penyampaian agenda dengan penyampaian perkembangan penulisan Buku Biografi Diri dan Kepemimpinan Drs. Dominggus Mandacan, M.Si oleh Ketua Tim Penulis Buku, Soleman Imbiri, SP., M.Si., Ph.D, yang dalam penyampain menjelaskan bahwa progres penulisan buku sudah mencapai 70% (tujuh puluh persen), atau sekitar 7 bab telah diselesaikan. “Bapak, kami melaporkan bahwa penulisan buku sejauh ini sudah 70% dan tim kerja sementara merampungkan hasil olah data dan juga hasil wawancara dengan beberapa narasumber yang memiliki kedekatan emosional dengan Bapak, mungkin secara bertahap kami akan menyelesaikan itu kemudian dengan para tokoh gereja, seperti Ketua Sinode GKI dan Ketua Klasis. Setelah itu, kami akan minta waktu untuk mewawancari Mama Mandacan dan juga adik-adik”, ungkap Dosen UNIPA tersebut.

Selanjutnya, Menanggapi penyampaian-penyampaian tersebut, Dominggus Mandacan menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah mendapat informasi terkait dengan perkembangan agenda-agenda organisasi tersebut.
“Pertama-tama, Bapak mohon maaf dulu karena tidak bisa hadir dalam pelantikan, karena ada kegiatan diluar daerah yang bertepatan dengan kegiatan FGM”, ujar Ketua Dewan Kurator FGM GKI Papua Barat itu. Ketua Dewan Kurator itu, menambahkan bahwa pada dasarnya beliau mendukung semua agenda organisasi yang telah direncanakan dan mendorong agar bisa segera dilaksanakan guna menambah kesolidan panji-panji organisasi diseluruh pelosok Papua Barat.
Menutup pertemuan tersebut, Ketua DPW FGM GKI Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Sepus M. Fatem, M.Sc menyampaikan terima kasih atas waktu untuk bisa bertatap muka bersama guna menyerahkan Rekomendasi Hasil ‘’ Seminar Dan Dialog Pembangunan Mensyukuri 171 Tahun Pekabaran Injil Di Tanah Papua Dan Peradaban Kedua Nubuatan Domine I.S Kijne: Antara Gereja, Pemerintah Dan Masyarakat Adat Tanggal 10 Februari 2026 Di Gedung Gereja Petrus Amban’’ yang diterima langsung oleh Gubernur Papua Barat. Selain menyerahkan rekomendasi seminar, pimpinan FGM GKI Papua Barat juga menyampaikan dukungan penuh dalam persiapan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua ke -19 di Kabupaten Teluk Wondama pada Oktober 2027.
Saya dan jajaran pengurus FGM GKI Papua Barat serta mewakili para pihak yang bertanda tangan, tokoh adat dan semua peserta kegiatan tanggal 10 Februari 2026 lalu menyerahkan rumusan dan rekomendasi disebut ‘’ Deklarasi Amban’’ ungkap Prof Fatem seraya menyerahkan dokumen tersebut. Ketika menerima naskah Deklarasi tersebut, Drs Dominggus Mandacan, M.Si selaku Gubenur Papua Barat serta Ketua Umum Dewan Kurator FGM GKI Papua Barat menyampaikan appresiasi dan terima kasih atas hasil seminar tersebut yang memang dibutuhkan dalam perencanaan Pembangunan daerah khususnya pengembangan Pulau Mansinam Sebagai Pusat Pekabaran Injili di Tanah Papua, Bukit Aitumery sebagai pusat Peradaban di Tanah Papua maupun beberapa catatan rekomendasi penting lainnya bagi Pembangunan di Papua Barat dan Tanah Papua secara umum.
Selain itu, Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan FGM GKI dalam mengawal dan memberikan perhatian terhadap Pembangunan di Papua Barat sebab visi misi Pembangunan Papua Barat tidak hanya menjadi tanggungjwab pemerintah daerah namun juga semua pihak, gereja ada didalamnya, ungkap Ketua Dewan Kurator FGM GKI Provinsi Papua Barat tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa Deklarasi Amban merupakan rumusan seminar dan dialog Pembangunan yang dilaksanakan oleh FGM GKI Provinsi Papua Barat tanggal 10 Februari 2026 lalu menghadirkan narasumber dan para pengambil kebijakan, kepala daerah maupun tokoh adat, tokoh gereja, tokoh pemuda dan tokoh Perempuan, antara lain Drs. Dominggus Mandacan, M.Si -Gubernur Papua Barat, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Bupati Teluk Wondama, Bupati Sorong Selatan, Bupati Manokwari, Pimpinan OPD ditingkat Provinsi dan Kabupaten Kota, Pimpinan Klasis dan masyarakat luas. Seminar tersebut menghasilkan rekomendasi dan rumusan antara lain:
- Mendorong dan Mendukung Penuh Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua untuk Menyusun Tim Perencanaan Percepatan Pengembangan Situs Mansinam melalui Koordinasi Bersama Badan Pengelolaan Situs Mansinam.
- Mendorong Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama dan Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua dalam rangka percepatan penyusunan Master Plan dan Kelembagaan Pengembangan Situs Batu Peradaban dan Batu Inspirasi di Kabupaten Teluk Wondama.
- Mendorong Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua dalam rangka pendataan dan penataan asset GKI di Kabupaten Teluk Wondama dan di Seluruh Wilayah Tanah Papua.
- Mendorong Pihak Pemerintah Untuk Segera Mungkin Menyerahkan Aset dari Pemerintah ke Gereja.
- Mendorong dan mendukung kebijakan Gubernur Papua Barat untuk mengajak para Gubernur dan Bupati/Walikota di Tanah Papua agar berkolaborasi dalam mendukung pengembangan situs Mansinam dan Aitumeri sebagai titik awal peradaban dan pembangunan di Tanah Papua.
- Mendorong Pihak Pemerintah, Gereja dan Masyarakat Adat untuk memaksimalkan peran gender (Perempuan) dalam Pembangunan di Tanah Papua, pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial, Politik dan Pemerintahan serta Sumber Daya Alam.
- Mendorong Pihak Pemerintah, Gereja dan Masyarakat Adat untuk mengakui hak-hak Orang Asli Papua (OAP), melestarikan budaya dan bahasa OAP, menjadikan OAP menjadi subjek pembangunan, serta membuka ruang dialog yang setara antara pihak pemerintah, gereja, dan masyarakat adat.
- Mendorong Para Kepala Daerah, MRP dan DPRP/DPRK untuk membangun komitmen bersama dalam pembangunan Papua yang adil, bermartabat, humanis dan berkelanjutan agar ada kesadaran kolektif dari para pengambil keputusan dan pembuat kebijakan di seluruh tanah Papua untuk membangun Papua agar menghindari kebijakan yang tidak adil dan tidak merata.
- Mendorong Pihak Pemerintah, Gereja dan Masyarakat Adat untuk membangun satu mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap semua kesepakatan dan komitmen yang dibangun di berbagai forum seperti seminar, diskusi dan dialog.
- Mendorong Pemerintah, Gereja, dan Masyarakat Adat untuk memulai Gerakan Membaca Alkitab di Seluruh Kabupaten/Kota di Tanah Papua.
- Mendorong dan Mendukung Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memperbanyak dan mendistribusikan buku Alkitab dan Konservasi Alam: Argumentasi Konservasi Alam sebagai tujuan tertinggi Ekoteologi bagi para pihak di Tanah Papua.
- Mendorong Pihak Pemerintah, Gereja dan Masyarakat Adat berkolaborasi untuk mendesign muatan lokal terkait sejarah peradaban di Tanah Papua.
Selain penyerahan Naskah Deklarasi Amban, Prof Fatem juga mengatakan bahwa ‘’ Kita saat ini FGM GKI Papua Barat terus memperlebar jejaring dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung Pembangunan di Papua Barat yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Papua Barat melalui visi Papua Barat yaitu Papua Barat Yang aman, sejahterah, bermartabat dan Mandiri’’. Termasuk mendukung langkah Bapak Gubernur Papua Barat untuk melakukan penataan, penyegaran dan reformasi di tubuh birokrasi pemerintah Provinsi Papua Barat guna penempatan Sumberdaya Manusia yang handal, kompeten, jujur, bertanggungjawab serta mampu menterjemahkan program Pembangunan strategis dan taktis maupun target capain Pembangunan Papua Barat baik Cerdas, Produktif dan Sehat dan berkelanjutan, pungkas Akademisi UNIPA itu, menutup sesi wawancara Awak Media ini.













