Example floating
BeritaDaerahHomePapua BaratPemerintahanPendidikanSosial & Budaya

Setelah Puluhan Tahun Vakum, SD YPPK Homorkokma Resmi Dibuka Kembali di Fakfak

0
×

Setelah Puluhan Tahun Vakum, SD YPPK Homorkokma Resmi Dibuka Kembali di Fakfak

Sebarkan artikel ini

FAKFAK, DetikPapuaNet— Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari–Sorong resmi menghidupkan kembali SD YPPK Homorkokma di Kampung Homorkokma, Distrik Kayuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Selasa (26/5/2026), setelah puluhan tahun tidak beroperasi.

Foto bersama Ketua YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong, pengurus PSW YPPK Fakfak, kepala kampung, guru, siswa dan masyarakat usai penyerahan SK kepala sekolah SD YPPK Homorkokma di Kampung Homorkokma, Distrik Kayuni, Kabupaten Fakfak, Selasa (26/5/2026). Foto/Yohanes Kossay.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan kunjungan kerja Yayasan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepala sekolah serta pelantikan kepala sekolah definitif SD YPPK Homorkokma.

Ketua YPPK Keuskupan Manokwari–Sorong, Drs. Simon Izak Mandopma, hadir langsung bersama Sekretaris YPPK Frengki Syufi dan Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) YPPK Fakfak, Yohanes Mikael Tage. Turut hadir pula perwakilan distrik, kepala kampung, dewan adat, para guru, siswa-siswi, orang tua murid, dan tokoh masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan dan berita acara pelantikan oleh Frengki Syufi, kemudian prosesi pelantikan kepala sekolah, penandatanganan berita acara, penyerahan SK, serta sambutan dari para pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Amandus Hindom, S.Pd resmi dilantik sebagai Kepala Sekolah SD YPPK Homorkokma berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengurus YPPK Keuskupan Manokwari–Sorong.

SD YPPK Homorkokma merupakan salah satu sekolah Katolik pertama di wilayah Fakfak yang dibangun pada masa pelayanan Mgr. Petrus Malachias van Diepen sekitar tahun 1959. Namun dalam perjalanannya, sekolah ini mengalami kevakuman dan berhenti beroperasi sejak tahun 1969.

Setelah vakum selama kurang lebih 57 tahun, sekolah tersebut akhirnya kembali diaktifkan oleh YPPK Keuskupan Manokwari–Sorong sebagai bagian dari upaya memperluas pelayanan pendidikan Katolik di Tanah Papua.

Ketua YPPK Keuskupan Manokwari–Sorong, Drs. Simon Izak Mendopma, mengatakan kehadiran YPPK di Homorkokma merupakan bentuk komitmen untuk menghidupkan kembali sekolah yang telah lama berhenti beroperasi.

Ketua YPPK Keuskupan Manokwari–Sorong, Drs. Simon Izak Mendopma, didampingi Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) YPPK Fakfak, Yohanes Mikael Tage, saat menyerahkan SK Definitif kepada Amandus Hindom sebagai Kepala sekolah yang baru di SD YPPK Homorkokma. Selasa, (26/5/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Kami datang untuk menghidupkan kembali sekolah YPPK yang sudah cukup lama terhenti sekaligus melantik kepala sekolah,” kata Simon Mendopma.

Menurut Simon, sebelumnya sekolah tersebut masih berstatus kelas jauh dari SD YPPK Santo Andreas Wargep. Kini, setelah diterbitkannya SK kepala sekolah oleh YPPK, SD YPPK Homorkokma resmi berdiri sendiri.

“Dengan demikian kami telah menyerahkan SK kepala sekolah ini. Hari ini sekolah ini berdiri sendiri dan terlepas dari sekolah sebelumnya,” ujarnya.

Simon juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses panjang pengaktifan kembali sekolah tersebut.

“YPPK tetap berada di bumi Papua. Papua tetap menjadi satu karena YPPK sudah ada sebelum negara ini ada dan YPPK telah berperan dalam pengembangan sumber daya manusia di Papua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Homorkokma, Thomas Hindom, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan pendidikan di kampungnya. Ia menegaskan pemerintah kampung memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Foto: Kepala Kampung Homorkokma Thomas Hindom saat diwawancarai media ini. Selasa, (26/5/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Saya sebagai Kepala Kampung dan juga sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Fakfak punya tanggung jawab moral yang harus kami selesaikan bersama. Saya akan menggunakan kapasitas saya dengan segala upaya untuk membangun sekolah ini agar anak-anak kami bisa bersekolah di sekolah ini,” kata Thomas.

Hal senada disampaikan salah satu orang tua murid, Maria Patiran, yang mengaku bersyukur sekolah di kampung mereka kembali dibuka.

Maria Patiran, salah satu orang tua murid saat diwawancarai awak media ini. Selasa, (26/5/2026). Foto/Yohanes Kossay.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur sekolah ini hidup kembali. Harapan kami anak-anak bisa belajar dengan baik di kampung sendiri dan mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Dibukanya kembali SD YPPK Homorkokma menjadi tonggak penting bagi masyarakat Kampung Homorkokma. Setelah puluhan tahun vakum, sekolah ini kembali membuka harapan baru bagi pendidikan anak-anak di kampung sekaligus melanjutkan jejak panjang pelayanan pendidikan Katolik di Kabupaten Fakfak.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai ungkapan syukur atas dibukanya kembali SD YPPK Homorkokma.

Penulis: Yohanes KossayEditor: Yohanes Sole
height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Krem-dan-Cokelat-Modern-Ucapan-Hari-Raya-Idul-Adha-Flyer-20260526-210508-0000