TAMBRAUW, DetikPapuaNet— Ketua DPR Kabupaten Tambrauw, Yan Yosef Sundoy, S.Pd., menilai dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan pengurus KNPI Kabupaten Tambrauw merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi yang harus dihormati bersama. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) DPD II KNPI Kabupaten Tambrauw, Jumat, (8/5/2026).

Menurutnya, situasi yang sempat terjadi dalam proses pemilihan tidak mengurangi legitimasi hasil yang telah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah berjalan sesuai proses organisasi dan kini kepengurusan KNPI Tambrauw periode 2025–2028 telah dinyatakan sah dan final.
“Namanya juga dinamika dalam sebuah proses pemilihan. Memang sempat terjadi situasi yang kurang kondusif, tetapi itu tidak mengurangi substansi dari proses demokrasi yang sedang berjalan. Hari ini proses tersebut sudah diakui dan kepengurusan KNPI Kabupaten Tambrauw periode 2025–2028 sudah final,” ujar Yan Yosef Sundoy.
Ia berharap KNPI dapat menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda di Kabupaten Tambrauw tanpa membedakan latar belakang suku maupun wilayah.
“KNPI ini adalah wadah generasi muda untuk berkumpul dan berproses bersama. Tambrauw terdiri dari beberapa suku dan sub-suku, sehingga kami berharap pimpinan KNPI hari ini mampu merangkul seluruh pemuda, dari pesisir sampai pegunungan, tanpa membeda-bedakan asal daerah maupun suku. Kita semua satu dalam wadah KNPI Kabupaten Tambrauw,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPD KNPI Papua Barat Daya, Jonias Titus Ohoiner, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan DPD II KNPI Kabupaten Tambrauw saat ini telah sah secara organisasi berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan DPD KNPI Provinsi Papua Barat Daya dan dipimpin oleh Yoseph Laurensius Syufi.

“Secara organisasi, KNPI Kabupaten Tambrauw sudah sah berdasarkan SK yang telah diterbitkan, dan saat ini dipimpin oleh Saudara Yoseph Laurensius Syufi,” tegas Jonias Titus Ohoiner.
Ia juga menekankan pentingnya rapat kerja sebagai penentu arah organisasi ke depan. Menurutnya, rapat kerja merupakan bagian penting dalam menetapkan program organisasi yang realistis, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Rapat kerja adalah bagian yang sangat penting dalam organisasi. Dari situ kita menentukan arah dan tujuan organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Program kerja jangan terlalu banyak, tetapi harus bermanfaat dan bisa dijalankan secara maksimal selama masa kepengurusan,” ujarnya.
Jonias Titus Ohoiner, juga mengingatkan agar pemuda KNPI menjadi jembatan penghubung antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, dan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan kolaborasi yang positif dalam pembangunan daerah.

“Pemuda harus menjadi jembatan, bukan memutus jembatan. KNPI harus mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat agar mendapat dukungan dalam setiap gerakan organisasi,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa semangat aktivisme tidak selalu bergantung pada dukungan anggaran, melainkan pada komitmen dan semangat pengabdian.

“Aktivis sejati bergerak untuk perubahan, bukan semata-mata karena uang. Pemuda harus hadir membawa inovasi dan perubahan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui Raker DPD II KNPI Kabupaten Tambrauw tersebut, diharapkan seluruh pengurus dan anggota KNPI dapat menyusun program kerja yang sederhana, realistis, namun berdampak nyata bagi pembangunan kepemudaan dan masyarakat di Kabupaten Tambrauw.












