Sorong, Detikpapua.Net – Para sopir truck yang sebelumnya tergabung dalam aksi demo melawan mafia BBM bersubsidi di Sorong pada Senin (26/01/2026), akhirnya mengakui merasa puas atas langkah cepat pihak Pertamina bersama pemerintah daerah dan pihak kepolisian (Lintas Sektor) dalam memberantas mafia BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
Ketua Pangkalan Truk KM 08 yang juga selaku penanggung jawab aksi demo, Irsan Sese menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil PT Pertamina (Persero) bersama Kepolisian dan Pemerintah Daerah serta seluruh elemen lainnya dalam memberantas mafia dan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, terutama setelah maraknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM di wilayah Sorong.
Ia mengaku, dirinya bersama rekan-rekan sopir yang lain merasa terbantu dengan adanya respon tegas dari pihak Pertamina bersama lintas sektor menjawab keluhan pihaknya. Saat ini, sebut Irsan antrean di pangkalan BBM sudah tidak seperti sebelumnya, pihaknya sudah bisa dengan muda mendapatkan BBM untuk memenuhi kebutuhan kendaraan masing-masing.
“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada pihak Pertamina bersama pemerintah daerah dan pihak kepolisian yang telah merespon dan menindaklanjuti tuntutan kami. Puji Tuhan saat ini antrean di pangkalan BBM sudah tidak panjang seperti sebelumnya, kami bisa mendapatkan BBM dengan muda dan cepat,” ujar Irsan kepada awak media, saat diwawancarai di Kota Sorong, Senin (09/02/2026).
Namun demikian, ia mengaku pihaknya masih akan terus memantau proses pendistribusian BBM bersubsidi di Kota Sorong dan sekitarnya. Pasalnya, sampai saat ini masih saja ada satu dua oknum yang masih beroperasi. Pihaknya, kata Irsan siap mengambil langkah termasuk melaporkan kembali kepada pihak Pertamina bahkan pihak kepolisian bila menemukan adanya aktivitas mencurigakan di setiap pangkalan BBM bersubsidi yang ada.
Pada kesempatan itu, ia pun mengimbau para supir truck di Kota Sorong maupun daerah lainnya di Papua Barat Daya agar tidak mengambil langkah-langkah diluar rambu-rambu hukum dalam menindak para pelaku mafia BBM jika kedapatan melancarkan aksinya. Ia pun menyarankan agar apabila menemukan kasus dimaksud segera melapor kepada pihaknya sebagai penanggungjawab untuk diteruskan kepada pihak terkait.
“Kami mengimbau agar rekan-rekan semua tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban, menghindari gesekan atau kontak fisik dengan pelaku mafia BBM dan petugas SPBU yang nakal. Silahkan lakukan koordinasi dengan kami atau laporkan kepada Pertamina atau Aparat Penegak Hukum, agar bisa ditindaklanjuti sesuai degan aturan yang ada,” pungkasnya.















