Sorong, Detikpapua.Net – Di tengah kekhawatiran akan terulangnya bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Papua Barat Daya, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat Daya bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (DEMA IAIN) Sorong menggelar aksi nyata penghijauan di Bukit Wisata Rohani Malanu Kampung, Sabtu (1/11/2026).

Dengan nama Green Collaboration, kegiatan ini dijadikan wujud nyata dari semangat Hari Sumpah Pemuda, mengajak generasi muda untuk turun langsung menjaga kelestarian alam, khususnya di kawasan yang sebelumnya terkena dampak kebakaran hutan. Ratusan peserta hadir, meliputi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Organisasi Cipayung, serta Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) yang turut bergotong‑royong di lokasi penanaman.
Upacara pembukaan aksi penghijauan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau. Ia didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Julian Kelly Kambu, Kepala Dinas Kehutanan Jhon Way, serta Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Sorong Corina Mansawan. Rangkaian diawali dengan penyerahan simbolis bibit pohon dari Wagub kepada perwakilan mahasiswa, warga setempat, dan jurnalis yang hadir di lokasi.

Wakil Gubernur Ahmad Nausrau memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang digagas JMSI Papua Barat Daya, DEMA IAIN Sorong, dan komunitas MAPALA. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar penanaman bibit, melainkan langkah penting untuk membangun kesadaran kolektif di tengah musim kemarau panjang yang kerap meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan.
“Mari kita jaga alam dan kelestarian lingkungan agar manfaatnya kembali kepada kita semua. Hutan Papua adalah bagian penting dari paru‑paru dunia yang wajib kita pelihara bersama,” ujar Nausrau.

Ia menegaskan bahwa penanaman hari ini merupakan investasi ekologis jangka panjang. Diperkirakan dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan, bibit‑bibit yang ditanam akan tumbuh subur, menghijaukan kembali kawasan Malanu sekaligus memulihkan keseimbangan ekosistem yang sempat terganggu akibat api. Lebih dari itu, ia menyebut pelestarian alam adalah warisan untuk generasi penerus, sehingga seluruh lapisan masyarakat harus terus diajak berperan aktif.
Ketua Pengurus Daerah JMSI Papua Barat Daya, Aris Balubun, menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan generasi media dan pemuda terhadap insiden kebakaran yang pernah melanda wilayah Sorong dan sekitarnya. “Ini adalah bentuk kepedulian nyata JMSI bersama DEMA IAIN Sorong dan mahasiswa di Papua Barat Daya untuk mengembalikan warna hijau pada hutan yang pernah terbakar,” jelas Aris. Ia berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dapat memperkuat semangat kolaborasi ini ke depannya.

Sementara itu, Ketua Umum DEMA IAIN Sorong, Maharani Tyas Utami, menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan tidak hanya melalui aspirasi di ruang publik, tetapi juga melalui kerja nyata di tanah kelahiran. “Berbeda dengan rekan‑rekan mahasiswa di tempat lain yang turun ke jalan menyampaikan aspirasi, kami di Papua Barat Daya hadir di lokasi bekas kebakaran untuk berkolaborasi bersama JMSI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers melakukan penanaman pohon,” ungkap Maharani.
Sebagai Presiden Mahasiswa SEMA‑DEMA IAIN Sorong, ia juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan terutama kawasan rawan kebakaran harus terus ditingkatkan. Tanpa perhatian yang berkelanjutan, upaya pemulihan hutan akan sulit membuahkan hasil maksimal.

Bibit pohon yang digunakan dalam Green Collaboration ini merupakan bantuan ratusan bibit dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya. Harapannya, aksi di Bukit Wisata Rohani Malanu ini dapat menjadi proyek percontohan yang kemudian diperluas ke berbagai kawasan hutan terdampak kebakaran di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Dengan kolaborasi antara media, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, harapan untuk mencegah terulangnya bencana kebakaran hutan pun semakin nyata.













