Kalobo, Detikpapua.Net – Suasana penuh semangat kebangsaan menyelimuti halaman upacara di Kampung Kalobo, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (28/10/2026). Di bawah langit kepulauan Raja Ampat yang terkenal dengan keindahan lautnya, Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke‑98 Tahun 2026 resmi digelar dengan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev. selaku Pembina Upacara.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT ini menjadi momen istimewa karena peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya dilaksanakan di pusat Kota Waisai, melainkan hadir langsung ke jantung masyarakat pulau terluar, tepatnya di Kampung Kalobo yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Hadir menyertai upacara Wakil Bupati Raja Ampat, Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat, unsur Forkopimda Kabupaten Raja Ampat yaitu Kapolres, Dandim 1805, serta Danyonif TP 863/BB atau yang mewakili, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Distrik Salawati Tengah, para Kepala Kampung, Bamuskam, Ketua KNPI Kabupaten Raja Ampat beserta jajaran, pengurus organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat Kampung Kalobo.
Dalam sambutannya, Bupati Orideko menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dalam keadaan sehat dan penuh tekad kebangsaan. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Distrik Salawati Tengah dan seluruh masyarakat Kampung Kalobo atas sambutan hangat serta kesediaan menjadi tuan rumah. Apresiasi yang sama ditujukan kepada Pengurus KNPI Raja Ampat selaku panitia penyelenggara yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Bupati mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali merenungkan ikrar bersejarah pada 27‑28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan berbagai perkumpulan pemuda lainnya melepaskan sekat kedaerahan untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. “Raja Ampat di ujung timur Nusantara adalah bagian utuh dari ikrar itu. Pemuda kita adalah penjaga gerbang timur Indonesia, tinggal di kepulauan yang kekayaan alamnya dikagumi dunia, dan kini menjadi tanggung jawab generasi muda untuk merawatnya,” tegas Bupati Orideko.
Tema peringatan tahun ini yaitu Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia dijadikan kompas utama bagi pemuda Raja Ampat. Patriotik bukan sekadar kata‑kata cinta tanah air, melainkan perbuatan nyata berupa menjaga laut, hutan, serta budaya Raja Ampat sebagai warisan untuk generasi mendatang. Gigih berarti pantang menyerah, seperti besi yang ditempa api hingga memancarkan cahaya melalui ketekunan belajar dan bekerja. Sedangkan berempati berarti menghadirkan kepedulian, menghormati perbedaan, menolong sesama, serta tegas menolak ujaran kebencian dan perundungan.

Bupati juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di era digital yang sarat peluang sekaligus tantangan besar. Teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, membangun usaha kreatif, pariwisata, serta perikanan. Sebaliknya, pemuda harus tegas menolak hoaks, narkoba, judi daring, serta pergaulan yang dapat merusak masa depan. Ia mengajak seluruh pemuda untuk turun langsung berperan aktif mulai dari sekolah, kampus, kampung‑kampung hingga pulau terjauh Raja Ampat.
“Kepada para pelajar, jadikan sekolah ruang bertumbuh. Kepada mahasiswa, bawalah pulang ilmu dan pengetahuan untuk membangun daerah. Kepada pemuda kampung, jadilah penggerak ekonomi sekaligus penjaga adat. Jangan menunggu menjadi besar untuk berbuat. Sumpah Pemuda lahir dari anak‑anak muda yang memulai dari apa yang mereka miliki,” ajak Bupati Orideko.

Ia juga mengingatkan bahwa hanya dua tahun lagi bangsa ini akan memasuki peringatan satu abad Sumpah Pemuda tepat pada tahun 2028. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat terutama pemuda harus bersiap sepenuh hati menjadi generasi yang pantas mewarisi ikrar tahun 1928.
Usai rangkaian upacara selesai, gelombang kebahagiaan semakin terasa di lokasi kegiatan. Ketua DPD KNPI Raja Ampat, Rajiv Ahmad, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Karakter Kepengurusan KNPI Salawati Tengah. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat serta seluruh peserta upacara, menjadi bukti penguatan organisasi kepemudaan hingga ke tingkat distrik.
Tidak berhenti di situ, Ketua TP PKK Raja Ampat, Rusmiati Burdam, menyerahkan bantuan makanan tambahan bergizi untuk sejumlah Posyandu di Distrik Salawati Tengah. Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Raja Ampat, Ny. Habiba Tamima, S.Tr.Keb, SKM, MM, turut menyerahkan bantuan seragam sekolah bagi anak‑anak setempat. Rangkaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dirayakan lewat ikrar, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak serta pendidikan generasi muda.

Kegiatan kemudian berlanjut ke momen yang penuh tawa dan semangat kebersamaan melalui lomba tarik tambang. Sebelum lomba utama dimulai, digelar eksebisi seru antara Pejabat Pemda Raja Ampat melawan Pengurus KNPI Raja Ampat. Dalam pertandingan yang penuh semangat itu, Pejabat Pemda Raja Ampat berhasil keluar sebagai pemenang. Momen ini semakin mempererat ikatan antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat Kampung Kalobo.
Bupati Orideko menutup pesannya dengan ajakan agar seluruh elemen Raja Ampat terus menyalakan semangat Sumpah Pemuda: patriotik dalam cinta, gigih dalam usaha, dan berempati dalam pergaulan. “Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke‑98 Tahun 2026. Pemuda untuk Indonesia, pemuda untuk Raja Ampat!” ucapnya penuh harapan.
Dengan berakhirnya rangkaian penuh makna ini di Kampung Kalobo Salawati Tengah, harapan besar tertanam bahwa pemuda Raja Ampat akan semakin kokoh berdiri sebagai penjaga laut, penjaga adat, penggerak ekonomi, serta pelanjut ikrar Sumpah Pemuda menuju satu abad pada tahun 2028.












