Example floating
BeritaHome

DPW PKB PBD Gelar Konsolidasi OPM ke Enam Kabupaten/Kota: Gerakkan Mesin Partai hingga Kampung dan Wujudkan Politik Kemanusiaan

46
×

DPW PKB PBD Gelar Konsolidasi OPM ke Enam Kabupaten/Kota: Gerakkan Mesin Partai hingga Kampung dan Wujudkan Politik Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Sorong, Detikpapua.Net – Gerakan konsolidasi besar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Barat Daya terus bergulir di seluruh penjuru daerah. Sejak tanggal 24 Oktober hingga Rabu (28/10/2026), DPW PKB terus melaksanakan rangkaian Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus, dan Musyawarah Kerja Cabang yang dikenal dengan singkatan OPM. Sebuah langkah strategis untuk mematangkan seluruh mesin partai menyambut kontestasi Pemilu 2029 yang semakin dekat.

Ketua DPW PKB Papua Barat Daya, Abdullah Gazam, menjelaskan, rangkaian OPM bukan sekadar agenda administrasi organisasi, melainkan momentum menyatukan semangat kader, memperkuat kebersamaan, serta merumuskan strategi nyata untuk memenangkan pertarungan politik ke depan.

“Kami semenjak tanggal 24 lalu sampai hari ini terus bergerak konsolidasi ke seluruh Kabupaten/Kota di Papua Barat Daya. OPM ini bagian penting dari persiapan menuju Pemilu yang sudah dekat,” ujar Abdullah Gazam.

Jadwal perjalanan konsolidasi DPW PKB telah berjalan secara berkesinambungan. Tanggal 24 Oktober kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Sorong, dilanjutkan ke Raja Ampat pada tanggal 25 Oktober, kemudian ke Sorong Selatan, dan pada Rabu 28 Oktober ke Kabupaten Maybrat. Dari total enam Kabupaten/Kota di wilayah kerja, sebanyak empat Kabupaten telah tuntas melaksanakan OPM. Selanjutnya rencana akan berlanjut ke Kota Sorong pada Kamis 29 Oktober, sebelum ditutup di Kabupaten Tambrauw pada tanggal 31 Oktober 2026.

Dalam perjalanan konsolidasi ini, Abdullah Gazam juga memantau langsung progres pembentukan kepengurusan hingga ke tingkat kelurahan dan kampung. Ia menyebutkan bahwa di tingkat Distrik sudah mencapai 100 persen terbentuk. Bagi PKB, kemenangan Pemilu tidak hanya bergantung pada pengurus tingkat atas saja, melainkan seluruh jaringan partai harus bergerak turun ke akar rumput.

“Kalau bicara soal kemenangan Pemilu, maka semua mesin partai harus bergerak sampai ke tingkat kelurahan dan kampung. Itulah sebabnya kami tidak hanya melakukan orientasi dan musyawarah kerja, tetapi juga memantau secara dekat bagaimana jaringan organisasi ini tumbuh dan bekerja di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih dalam lagi, Abdullah Gazam menegaskan bahwa seluruh rangkaian konsolidasi ini merupakan pelaksanaan amanah langsung dari Ketua Umum DPP‑PKB Gus Muhaimin. Sebagai Ketua DPW yang menerima mandat penuh dari DPP‑PKB, ia diberi tugas untuk melantik serta menyelenggarakan seluruh rangkaian OPM di Kabupaten/Kota se‑Papua Barat Daya. Salah satu amanah utama yang wajib disampaikan kepada seluruh kader, pengurus, dan simpatisan adalah mewujudkan politik kemanusiaan.

“Politik kemanusiaan itu sederhananya adalah politik yang bermanfaat bagi orang lain. Dimana ada kehadiran kita, paling tidak di situ harus ada manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar,” jelas Abdullah Gazam.

Prinsip ini tidak hanya menjadi retorika dalam ruang rapat, tetapi juga diwujudkan secara nyata di lapangan. Di Kabupaten Maybrat misalnya, DPW PKB bersama anggota DPRD Kabupaten Maybrat serta pengurus DPC setempat menginisiasi aksi kepedulian berupa penyaluran bantuan sembako kepada siswa‑siswi yang tinggal di asrama penampungan. Karena lokasi kegiatan bersebelahan dengan asrama tersebut, momen konsolidasi pun dijadikan kesempatan untuk hadir dan memberikan perhatian kepada anak‑anak yang sedang menempuh pendidikan.

“Ini menjadi bagian dari politik kemanusiaan yang kami jalankan. Bukan hanya berbicara tentang strategi pemenangan, tetapi juga hadir untuk merasakan kebutuhan masyarakat, termasuk para siswa di asrama yang membutuhkan perhatian,” kata Abdullah Gazam.

Melalui rangkaian OPM ini, DPW PKB juga berharap dapat menyemangati seluruh kader, menjaga soliditas antar pengurus, serta menyusun langkah‑langkah konkret agar PKB Papua Barat Daya menjadi partai yang kuat, terorganisir, dan berjiwa pelayanan. Dengan jaringan yang semakin matang dari tingkat Distrik hingga kelurahan, PKB berharap mampu menjadi kekuatan politik yang benar‑benar berpijak pada kepentingan masyarakat Papua Barat Daya.

Dengan jadwal yang masih berlanjut ke Kota Sorong dan Tambrauw, seluruh rangkaian konsolidasi ini diharapkan selesai secara utuh pada tanggal 31 Oktober 2026. Setelah itu, seluruh jajaran PKB Papua Barat Daya diharapkan semakin siap menghadapi Pemilu 2029 dengan semangat persatuan, kerja keras, dan jiwa kemanusiaan yang semakin kuat.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *