Example floating
Berita

Origenes Antoh: Jangan Ubah Sejarah Iman Tanah A3 demi Kepentingan Politik

19
×

Origenes Antoh: Jangan Ubah Sejarah Iman Tanah A3 demi Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini

Maybrat, Detikpapua.Net – Origenes Antoh, intelektual asal Aitinyo, menyampaikan tanggapan mendalam terkait undangan Focus Group Discussion (FGD) penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Theofani A3 yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat. Dalam pernyataannya yang dirilis pada Sabtu (24/10), ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga utuh sejarah iman masyarakat wilayah A3 (Ayamaru‑Aitinyo‑Aifat) dan tidak menggeser fakta sejarah demi kepentingan politik sesaat.

Origenes menyatakan bahwa ia menghargai kesempatan untuk hadir dalam FGD tersebut, namun merasa perlu menyampaikan pendirian dan peringatan dengan penuh kerendahan hati serta dalam kasih. Ia menekankan dua tonggak sejarah iman yang dianggap sakral oleh masyarakat: pertama, tanggal 17 Januari 1937 ketika Injil pertama kali masuk ke Tanah A3 melalui Johremo Aitinyo; kedua, tanggal 21 Oktober 1951 yang menjadi momen Nubuatan Theofani. Menurutnya, kedua peristiwa ini merupakan fakta sejarah yang tidak dapat diubah, digeser, maupun dikurangi maknanya — karena dalam pandangannya ini adalah karya dan ketetapan Tuhan yang telah dibukakan untuk masyarakat setempat.

“Kita tidak sedang berdebat soal siapa yang lebih kuat atau soal kedudukan manusia; kita sedang berhadapan dengan sejarah yang Tuhan sendiri bangun,” ujar Origenes dalam pernyataannya. Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menyesuaikan sejarah iman tersebut agar sesuai dengan kepentingan politik. “Kita boleh menyusun peraturan daerah, tetapi kita tidak boleh menyusun ulang sejarah Tuhan agar cocok dengan keinginan politik sesaat,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menimbulkan keributan; justru ia menyampaikan ini agar masyarakat dan penyelenggara FGD tetap waspada terhadap upaya‑upaya yang dapat menindas kebenaran sejarah iman tersebut. “Kami tidak ribut, tapi Tuhan pasti ribut dengan setiap orang yang menindas kebenaran; jangan main‑main dengan ketetapan Tuhan,” ucapnya mengutip pesan yang ia sampaikan.

Dalam bagian penutup, Origenes mengajak seluruh pihak untuk rendah hati, takut akan Tuhan, dan menjaga warisan iman ini tetap utuh bagi anak‑cucu. Ia berharap proses penyempurnaan Raperda Theofani A3 tetap berjalan dengan menghormati sejarah, nilai iman, serta identitas masyarakat Aitinyo dan wilayah A3 secara keseluruhan, agar tidak terjadi perpecahan akibat penafsiran sejarah yang dipaksakan.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20261020-WA0031