Example floating
BeritaHome

Bupati Orideko Ingatkan Santri: Berakar pada Tradisi, Jadi Pelopor Literasi Digital dan Penjaga Kelestarian Raja Ampat

25
×

Bupati Orideko Ingatkan Santri: Berakar pada Tradisi, Jadi Pelopor Literasi Digital dan Penjaga Kelestarian Raja Ampat

Sebarkan artikel ini

Waisai, Detikpapua.Net – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman MTs LIM, Kabupaten Raja Ampat, saat digelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 pada Kamis (22/10) mulai pukul 08.00 WIT. Acara ini dihadiri oleh Bupati Raja Ampat, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kapolres Raja Ampat, Dandim 1805 Raja Ampat, Danyonif TP 863/BB, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Raja Ampat, PCNU Kabupaten Raja Ampat, para ulama, ustaz, tokoh masyarakat, dewan guru, serta ratusan santri dan pelajar madrasah yang hadir mengikuti apel bersama.

Dalam amanatnya Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev mengajak seluruh peserta untuk mengenang sejarah Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945, momen ketika para ulama dan santri menjadi garda terdepan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dengan iman, ilmu, dan cinta tanah air.

Bupati menekankan bahwa tema tahun ini “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” sangat relevan dengan kondisi Raja Ampat yang majemuk: dihuni masyarakat adat, berbagai suku dan agama yang hidup rukun saling menghormati. Persaudaraan itulah yang harus terus dijaga bersama. Ia menyampaikan bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan fondasi kuat agar generasi muda melangkah ke masa depan dengan percaya diri.

Bupati Orideko juga mengingatkan tantangan baru yang dihadapi santri masa kini: medan juang saat ini ada di ruang digital, di mana informasi menyebar cepat namun tidak semuanya benar.

“Santri harus menjadi pelopor literasi digital: bijak bermedia sosial, melakukan tabayyun sebelum membagikan informasi, menolak hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan; selain itu harus menguasai keterampilan abad‑21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi termasuk kecerdasan buatan secara bertanggung jawab,” ujar Bupati.

Ada empat pesan utama yang disampaikan Bupati kepada para santri dan pelajar madrasah: pertama, tetap teguh memegang nilai keislaman, akhlak mulia dan tradisi luhur sambil terbuka terhadap ilmu pengetahuan serta teknologi; kedua, berani berinovasi dan berwirausaha memanfaatkan peluang ekonomi kreatif, pariwisata bahari, dan ekonomi digital yang berkembang di Raja Ampat; ketiga, peduli pada kebersihan lingkungan dan kelestarian laut Raja Ampat sebagai amanah menjaga ciptaan Tuhan; keempat, menjadi perekat persatuan bangsa, menebarkan kedamaian, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepada para guru, ustaz, dan pengurus Nahdatul Ulama, Bupati mengapresiasi pengabdian mereka dalam mendidik generasi berakhlak dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat siap menjadi mitra baik bagi pendidikan madrasah serta kegiatan keagamaan yang menyejukkan masyarakat.

Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh hadirin mengirimkan doa bagi para pahlawan, ulama dan pendiri bangsa yang telah mendahului kita, serta mendoakan perdamaian dunia dan kemanusiaan.

“Mari kita jadikan Hari Santri ini momentum meneguhkan komitmen: berakar kuat pada tradisi, berpikiran maju, dan berkontribusi nyata, santri hari ini adalah pemimpin masa depan yang akan menjaga keutuhan negeri!” tutup Bupati sambil mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026.

height="600"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20261020-WA0031