ILUGWA, DETIKPAPUA.NET — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Klasis Ilugwa menjadi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan gereja serta mempererat persatuan dan kebersamaan berbagai unsur masyarakat. Perayaan tersebut berlangsung di Ilugwa, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu (18/10/2026).

Salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan tersebut adalah prosesi pemotongan kue ulang tahun yang melibatkan perwakilan dari berbagai unsur, mulai dari tokoh pejuang, hamba Tuhan, pemerintah, pimpinan Gereja Injili di Indonesia (GIDI), kader dan intelektual, hingga kaum perempuan.
Prosesi pemotongan kue menjadi simbol ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan Klasis Ilugwa selama 13 tahun. Selain itu, momen tersebut mencerminkan semangat persatuan, penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu, serta komitmen bersama untuk terus mendukung pelayanan gereja.
Dalam prosesi tersebut, unsur pejuang yang turut memperjuangkan Klasis Ilugwa diwakili oleh Matius Gombo. Sementara itu, unsur gembala dan hamba-hamba Tuhan diwakili oleh Pendeta Simeon Karoba.
Adapun unsur pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah diwakili oleh Ketua DPRK Kabupaten Mamberamo Tengah, Piter Togodly, S.IP. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar perayaan HUT ke-13 ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat pelayanan gereja di tengah masyarakat.

“Selamat merayakan HUT ke-13 Klasis Ilugwa. Saya berharap melalui momentum ini, seluruh jemaat, para hamba Tuhan, pemerintah, dan masyarakat terus menjaga kebersamaan serta bersinergi dalam membangun iman, persaudaraan, dan masa depan generasi muda di Ilugwa,” ujar Piter Togodly.
Selanjutnya, unsur pembina, penasihat, dan Dewan Pertimbangan Pusat Gereja GIDI diwakili oleh Pendeta Dorman Wandikbo, S.Th. Sementara itu, unsur kader dan intelektual asal Ilugwa, khususnya dari lingkungan Gereja GIDI, diwakili oleh Marten Doga, S.A.P.
Dari unsur perempuan, prosesi pemotongan kue diwakili oleh Dorina Doga. Adapun unsur pimpinan gereja diwakili oleh Ketua Klasis Ilugwa, Pendeta Benyamin Karoba.
Keterlibatan berbagai unsur dalam perayaan tersebut menunjukkan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam mendukung perjalanan pelayanan Klasis Ilugwa. Momentum ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi para pejuang, pelayan Tuhan, pemerintah, kader intelektual, dan kaum perempuan dalam kehidupan gereja dan masyarakat.

Melalui perayaan HUT ke-13 ini, diharapkan semangat persatuan, pelayanan, dan pengabdian terus bertumbuh sehingga Klasis Ilugwa semakin memperkuat perannya dalam membangun iman jemaat serta menjaga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi penerus.












