SORONG, DETIKPAPUA.NET— Program Alpha menjadi salah satu bentuk pelayanan penginjilan yang dinilai relevan dengan kebutuhan gereja dan masyarakat di era digital. Alpha merupakan pelatihan yang diberikan untuk membantu pertumbuhan iman setiap individu agar peserta dapat mengerti dan memahami dasar-dasar iman Kristen serta makna kehidupan dalam pengenalan akan Tuhan Yesus.
Kegiatan Alpha dilaksanakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Jemaat Semua Suku Bangsa Sorong sebagai bagian dari program penginjilan pada Selasa, (25/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ev. Yohanan Wakerkwa, S.Th., M.Th.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai denominasi gereja, mulai dari pemuda-pemudi, remaja hingga orang tua. Turut hadir anak-anak muda dari Pemuda Persekutuan Gereja Baptis West Papua (PGBWP) Jemaat Filadelfia, Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Pniel, GKI Pintu Terbuka, serta para penginjil dari Yayasan Misio Dei Sorong.
Menurut Ev. Yohanan Wakerkwa, Alpha merupakan program penginjilan yang sangat sesuai dengan konteks kebutuhan masa kini. Hal tersebut karena masyarakat saat ini hidup di era digital, di mana media sosial telah menjadi sarana komunikasi sekaligus ruang aktualisasi diri.

“Alpha itu adalah satu program penginjilan yang sangat sesuai dengan konteks kebutuhan masa kini. Kita hari ini hidup di era digital, di mana orang menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dan sebagai alat aktualisasi diri,” ujar Yohanan.
Ia menjelaskan, perkembangan dunia digital membuat gereja perlu menghadirkan bentuk pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui platform online.
“Sehingga kita memerlukan juga suatu platform pelayanan yang bisa menjangkau mereka secara online. Dan Alpha menjawab itu,” katanya.
Yohanan menjelaskan bahwa Alpha merupakan rangkaian sesi yang membahas dasar iman Kristen dan membantu setiap peserta memahami makna kehidupan dalam perspektif kekristenan.
“Alpha adalah serangkaian sesi-sesi yang menceritakan tentang dasar iman Kristen. Di dalam sesi-sesi itu kita belajar mengenal makna dari kehidupan dalam konteks kekristenan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, setiap individu diharapkan dapat mengalami pertumbuhan iman, mengerti dan memahami dasar-dasar kekristenan, serta semakin mengenal makna kehidupan di dalam Tuhan Yesus.

Menurutnya, metode Alpha dapat dilaksanakan secara online maupun on-site, sehingga gereja dapat menggunakannya sebagai sarana pelayanan dan penginjilan yang mampu menjangkau berbagai kalangan.
“Melalui metode Alpha ini kita bisa menjangkau banyak orang di berbagai tempat, berbagai kalangan, berbagai latar belakang tanpa kita kesulitan lagi, karena ini adalah sebuah metode yang juga di dalamnya tersedia platform yang menunjang pelayanan misi,” ungkap Yohanan.
Generasi muda menjadi salah satu sasaran penting dalam pengembangan pelayanan Alpha. Yohanan mengatakan, pendekatan yang digunakan dalam Alpha disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk melalui penyajian materi dalam bentuk video dan pengajaran yang lebih dinamis.

“Harapannya untuk generasi muda tentu pelayanan Alpha ini berharap bisa menjangkau lebih banyak lagi anak muda karena sesuai dengan konteksnya, penyajian dalam bentuk video, dalam bentuk pengajaran yang bersifat lebih dinamis,” katanya.
Selain itu, nilai-nilai kebenaran Kristen disampaikan dengan pendekatan yang santai sehingga peserta tidak merasa terhakimi, tetapi justru terdorong untuk belajar lebih dalam tentang kehidupan dan iman Kristen.
“Orang tidak terhakimi dengan dasar-dasar kebenaran Kristen, tetapi orang termotivasi untuk belajar lebih dalam tentang makna kehidupan yang sebenarnya di dalam pengenalan akan Tuhan Yesus,” lanjutnya.
Kehadiran peserta dari berbagai denominasi gereja dalam kegiatan Alpha di Sorong menunjukkan adanya ruang yang terbuka bagi pelayanan lintas denominasi. Kehadiran pemuda-pemudi, remaja, orang tua, serta para penginjil dari Yayasan Misio Dei Sorong juga memperlihatkan bahwa program tersebut dapat menjadi wadah bersama untuk belajar dan bertumbuh dalam iman.

Yohanan menegaskan bahwa pelayanan Alpha tidak hanya diperuntukkan bagi satu denominasi gereja, tetapi terbuka bagi berbagai lembaga Kristen dan gereja yang ingin mengembangkan pelayanan penginjilan.
Di Papua, Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua telah menunjukkan komitmen untuk mengembangkan pelayanan Alpha melalui kerja sama dengan Alfa Indonesia.
“Kami Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua sudah sangat berkomitmen karena kami ada melakukan kerja sama MOU dengan pihak Alfa Indonesia,” ungkapnya.
Kehadiran tim di Sorong juga merupakan bagian dari komitmen tersebut untuk memperkenalkan dan membagikan metode Alpha agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh gereja-gereja di Papua.

“Harapannya dapat digunakan di seluruh kalangan gereja Baptis Papua, tapi juga tentu ini terbuka bagi denominasi-denominasi lain yang ada di Papua yang mau menjalankan,” katanya.
Ia menyebutkan, sejumlah denominasi gereja di Papua, termasuk GKI dan Gereja Katolik, telah mulai menjalankan pelayanan Alpha di Jayapura. Bersama tim Alpha Indonesia Koordinator Jayapura, pelayanan tersebut juga terus dikembangkan di berbagai denominasi gereja di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Yohanan berharap pelayanan Alpha terus berkembang di Papua dan menjadi sarana bagi gereja untuk menjangkau generasi muda serta masyarakat luas dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Alpha ini sesuatu yang baik untuk masa kini dan bisa digunakan oleh berbagai kalangan, lembaga Kristen atau gereja Tuhan,” pungkas Yohanan.

















