WAMENA, DETIKPAPUANET— Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian masyarakat melalui Panen Raya Kedelai Kelompok Tani Dualoma yang berlangsung di Kampung Likino, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mengajak petani kembali mengelola lahan pertanian, Sabtu (8/8/2026).
Panen raya tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, SH., M.Si., Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya Johanis Hendri Tetelepta, SP., M.A.P., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jayawijaya Liberius Mabel, S.Sos., Kepala Baperinda Kabupaten Jayawijaya yang diwakili Bidang Ekwil Eliaser Tabuni, Sm.Th, serta sejumlah kepala distrik, Kepala Kampung, tokoh Gereja, tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok tani.
Kegiatan tersebut juga didampingi Yusuf Huby, S.Hut,M.Si., selaku pendamping Kelompok Tani Dualoma sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayawijaya.
Panen raya ini dilakukan setelah Kelompok Tani Dualoma menjalankan proses pertanian selama kurang lebih enam bulan, mulai dari pembersihan lahan, pengolahan tanah, penanaman hingga perawatan tanaman kedelai sampai memasuki masa panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya J. Hendri Tetelepta,, menyampaikan apresiasi terhadap Kelompok Tani Dualoma yang telah berinisiatif mengembangkan pertanian kedelai.

Ia menegaskan pemerintah siap mendukung petani yang memiliki kemauan untuk berkembang, termasuk melalui dukungan bibit dan pendampingan sesuai kemampuan pemerintah.
Pemerintah juga masih memiliki persediaan bibit kedelai dan jagung yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Petani yang membutuhkan bibit diminta menyampaikan informasi kepada dinas terkait.
Selain kedelai dan jagung, masyarakat juga diingatkan agar tidak melupakan komoditas lokal seperti petatas dan berbagai jenis sayuran yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Terkait usulan bantuan mesin pertanian, pemerintah menyampaikan bahwa sebagian kebutuhan belum dapat direalisasikan pada tahun ini, namun akan diupayakan pada tahun berikutnya.
“Untuk usulan mesin tahun ini belum bisa, tetapi kami akan upayakan untuk tahun depan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas ekonomi di dalam kota dan kembali mengelola lahan pertanian.
“Hentikan aktivitas dalam kota, kita harus berkebun, kembali ke kebun,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Provinsi Papua Pegunungan Alpius Yigibalom, SH., M.Si., menegaskan pemerintah siap mendukung petani, khususnya dalam hal pemasaran hasil produksi.

Menurut Alpius, petani tidak perlu terus-menerus memikirkan bagaimana membawa hasil pertanian ke pasar karena pemerintah melalui dinas terkait akan berupaya mengambil peran dalam penyerapan dan distribusi hasil produksi.
“Kalau petani siap bekerja di kebun, kami Dinas Koperasi dan UMKM siap datang membeli. Hari ini Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan siap ada untuk kepentingan rakyat,” kata Alpius.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia dan meningkatkan produksi pangan lokal agar ketergantungan terhadap pasokan bahan makanan dari luar daerah dapat dikurangi.
Nason menilai pemerintah memiliki dukungan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat, tetapi anggaran tersebut harus diikuti dengan kesiapan masyarakat untuk bekerja dan menghasilkan.
“Ada uang banyak, tetapi kami mau taruh di mana kalau petani belum berkebun?” ujarnya.
Pendamping Kelompok Tani Dualoma sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayawijaya Yusuf Huby, S.Hut,M.Si., mengatakan kehadiran sejumlah pimpinan OPD dalam panen raya menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan pertanian masyarakat.

Menurut Yusuf, poin penting yang disampaikan pemerintah dalam kegiatan tersebut adalah perlunya keterlibatan pemerintah dalam pemasaran hasil pertanian.
“Yang selama ini masyarakat harapkan itu tidak lagi menghabiskan waktu di pasar. OPD yang berkaitan, dalam hal ini UKM dan Koperasi, harus turun menjemput hasil pertanian, menampung kemudian mengatur distribusinya,” ujar Yusuf.
Ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada saat kegiatan panen raya, tetapi diwujudkan dalam kerja sama dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Saya berharap kita saling mendukung dalam mendampingi dan mengembangkan petani yang ada di Jayawijaya,” katanya.
Yusuf mengatakan dirinya saat ini fokus mendampingi masyarakat dalam pengembangan dua komoditas utama, yakni kedelai dan jagung.
Menurutnya, Kelompok Tani Dualoma merupakan kelompok pertama yang didampinginya dalam pengembangan kedelai hingga berhasil melaksanakan panen raya.
“Saya hari ini fokus di kacang kedelai. Kelompok Dualoma ini menjadi pendampingan pertama dan hari ini kita sudah panen. Harapan saya setelah panen ini, apa yang disampaikan kepala dinas bisa kita tindak lanjuti dengan kerja sama,” jelasnya.
Selain Dualoma, pendampingan juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya. Di Distrik Witawaya terdapat tanaman kedelai yang telah berbuah dan segera memasuki masa panen. Terdapat pula lahan sekitar empat hektare yang sedang dibuka dan diolah untuk pengembangan pertanian.
Yusuf juga menyebut adanya permintaan pendampingan dari beberapa kelompok di wilayah lain, termasuk Wesaput dan sekitarnya.
“Saya fokus di kedelai dan kemudian jagung. Dua komoditas ini saya fokuskan supaya kita tidak terlalu banyak komoditas, tetapi akhirnya tidak fokus,” ujarnya.
Yusuf menjelaskan bahwa dirinya sengaja menghadirkan sejumlah ketua kelompok tani dari wilayah lain dalam kegiatan panen raya tersebut.
Perwakilan kelompok tani dari Pisugi, Witawaya dan Hubikiak hadir untuk melihat langsung proses yang telah dilakukan Kelompok Tani Dualoma sekaligus mendengarkan komitmen pemerintah.
“Saya sengaja hadirkan ketua-ketua kelompok dari Pisugi, Witawaya dan Hubikiak supaya mereka mendengar langsung apa yang kami kerjakan dan perjuangkan selama ini,” katanya.
Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Dualoma dapat menjadi contoh dan motivasi bagi kelompok tani lainnya.
Terlebih, hasil panen kedelai kelompok tersebut akan mendapatkan perhatian dari Dinas Koperasi dan UMKM untuk proses penyerapan dan pemasaran.
Yusuf juga menjelaskan rencana pengembangan usaha lanjutan dengan memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku pakan ternak, khususnya untuk peternakan babi.
Menurutnya, kedelai dan jagung dapat menjadi bagian dari bahan dasar pakan. Sementara bahan lainnya dapat diperoleh dari potensi lokal maupun melalui kerja sama dengan daerah lain.
Ia menyebut tepung ikan dapat diperoleh melalui kerja sama dengan pihak di Jayapura, sedangkan dedak padi dapat diperoleh melalui kerja sama dengan petani padi.
Untuk bahan hijauan, masyarakat dapat memanfaatkan sayuran, petatas dan berbagai tanaman lokal yang tersedia.
“Sambil kita mengembangkan pertanian, kita siapkan kandang. Ketika hasil pertanian sudah tersedia, kita bisa membuat pakan sendiri sehingga tidak harus terus membeli pakan dari luar,” jelasnya.
Dengan demikian, menurut Yusuf, pengembangan kedelai dan jagung tidak hanya berhenti pada penjualan hasil panen, tetapi dapat dilanjutkan menjadi bagian dari rantai usaha peternakan.
Perwakilan Kelompok Tani Dualoma, Leranus Kogoya, mengatakan kelompok tersebut telah berjalan sekitar enam bulan sejak dibentuk pada Februari.

Selama periode tersebut, anggota kelompok melakukan pembersihan lahan, mencangkul, mengolah tanah, menanam dan merawat tanaman hingga memasuki masa panen.
“Kami bentuk kelompok ini sejak Februari sampai sekarang. Kami membersihkan rumput, mencangkul, menanam sampai hari ini kami sudah panen,” jelas Leranus.
Ia menyampaikan bahwa kelompok membutuhkan dukungan pemerintah berupa mesin perontok untuk membantu pengolahan hasil panen.
Selain itu, kelompok juga membutuhkan mesin atau pompa air untuk mendukung kegiatan pertanian.
“Kami minta kepada pemerintah, khususnya Dinas Pertanian, dapat membantu kami dengan mesin rontok. Kami juga membutuhkan mesin air,” katanya.
Kepala Baperinda Kabupaten Jayawijaya yang diwakili Bidang Ekwil Eliaser Tabuni, Sm.Th., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan panen raya tersebut.

Menurutnya, kegiatan Kelompok Tani Dualoma merupakan contoh bahwa masyarakat mulai bergerak dan mengambil inisiatif untuk membangun ekonomi melalui pertanian.
Eliaser juga mengapresiasi Yusuf Huby yang dinilainya mampu menjadi penghubung antara masyarakat, kelompok tani dan pemerintah.
“Ini salah satu anggota DPR yang luar biasa. Bisa menjadi mediator untuk kita yang lain. Anggota DPR tetapi bisa masuk bersama masyarakat dan melakukan kegiatan seperti ini,” kata Eliaser.
Eliaser juga menyatakan bahwa dukungan pemerintah masih menghadapi keterbatasan anggaran karena dana Otsus harus dibagi ke berbagai sektor pembangunan.
Namun, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan pemberdayaan melalui distrik agar kegiatan masyarakat dapat terus berjalan.
Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus menjadi pemicu, sementara keberlanjutan ekonomi harus dibangun dari hasil kerja masyarakat sendiri.
“Uang pemerintah itu hanya pemancing dan untuk menutup kekurangan. Tetapi hasil kerja kita sendirilah yang akan menghidupi kita,” tegasnya.
Eliaser menilai sektor pertanian merupakan salah satu pilihan utama untuk membangun ekonomi Jayawijaya.
“Kita tidak punya tambang, tidak punya laut. Harus kita bangun dengan pertanian, itu baru bisa,” ujarnya.
Panen Raya Kedelai Kelompok Tani Dualoma menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara petani dan pemerintah dalam membangun pertanian masyarakat Jayawijaya.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan merayakan hasil panen, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan petani dengan pemerintah untuk membahas kebutuhan produksi, sarana pertanian, pemasaran dan pengembangan usaha lanjutan.
Dengan fokus pada komoditas kedelai dan jagung, Kelompok Tani Dualoma bersama kelompok lainnya diharapkan dapat terus meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha berbasis pertanian hingga peternakan.
Semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut adalah “Kembali ke Kebun”, yakni mengolah lahan, menghasilkan pangan, membuka lapangan ekonomi dan membangun kemandirian masyarakat dari hasil kerja sendiri.
Panen raya kedelai Kelompok Tani Dualoma diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya di Jayawijaya bahwa pertanian dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

















